Peran Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Status Gizi Balita melalui Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Pangan Fungsional

Authors

  • Misriyani Misriyani Universitas Alkhairaat, Indonesia
  • Jumardin Jumardin Universitas Alkhairaat, Indonesia
  • Spetriani Spetriani Universitas Alkhairaat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.1133

Keywords:

perguruan tinggi, daun kelor, pangan fungsional, stunting balita, pengabdian masyarakat

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia, terutama pada kelompok balita. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis edukasi dan pemanfaatan pangan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memanfaatkan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pangan fungsional untuk mendukung peningkatan status gizi balita di Desa Walatana. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi edukasi gizi, pelatihan pengolahan daun kelor menjadi bubuk dan produk pangan sederhana, serta pendampingan penerapan dalam konsumsi sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan ibu balita dan kader kesehatan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat gizi daun kelor, kemampuan mengolah daun kelor secara mandiri, serta peningkatan kesadaran pentingnya pemenuhan gizi balita sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam pengembangan solusi berbasis potensi lokal. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa pelatihan pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional merupakan intervensi edukatif yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan status gizi balita dan pencegahan stunting di tingkat desa.

References

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2020). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2018–2024. Bappenas.

Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., Gaffey, M. F., Walker, N., Horton, S., Webb, P., Lartey, A., & Black, R. E. (2020). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition. The Lancet, 382(9890), 452–477.

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., De Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.

Dewey, K. G., & Adu-Afarwuah, S. (2017). Systematic review of the efficacy and effectiveness of complementary feeding interventions. The Journal of Nutrition, 147(3), 1–9.

Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49–56.

Hadi, H., Nurdiati, D. S., & Suryani, I. (2021). Local food-based complementary feeding intervention to improve child nutritional status. Maternal & Child Nutrition, 17(2), 1–9.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Leone, A., Spada, A., Battezzati, A., Schiraldi, A., Aristil, J., & Bertoli, S. (2015). Nutritional characterization and phenolic profiling of Moringa oleifera leaves. International Journal of Molecular Sciences, 16(6), 12791–12835.

Nambiar, V. S., Guin, P., & Parnami, S. (2010). Potential functional implications of moringa leaves. Journal of Food Science and Technology, 47(3), 255–262.

Nkurunziza, S., Meessen, B., & Van Geertruyden, J. P. (2019). Community-based nutrition programs and their impact on child stunting. BMC Public Health, 19(1), 1–10.

Oduro, I., Ellis, W. O., & Owusu, D. (2008). Nutritional potential of two leafy vegetables: Moringa oleifera and Ipomoea batatas leaves. African Journal of Food Science, 2, 49–53.

Owino, V., Ahmed, T., Freemark, M., Kelly, P., Loy, A., Manary, M., & Prendergast, A. (2017). Environmental enteric dysfunction and growth failure in children. Maternal & Child Nutrition, 12(1), 1–13.

Owusu, A., Darko, G., & Agyapong, E. (2020). Use of moringa leaf powder in complementary feeding. Journal of Nutrition and Food Sciences, 10(2), 1–7.

Pratiwi, N. L., & Rahmawati, I. (2023). Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pangan fungsional untuk pencegahan stunting pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(1), 45–53.

Rahman, A., Sari, M., & Putri, R. M. (2022). Formulasi bubuk daun kelor sebagai pangan tambahan balita dan potensi peningkatan status gizi. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 6(2), 89–97.

Sari, D. P., Nugroho, A., & Widodo, S. (2022). Kandungan gizi dan potensi daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pangan lokal untuk pencegahan stunting. Jurnal Pangan dan Gizi, 12(3), 201–210.

Sunguya, B. F., Poudel, K. C., Mlunde, L. B., Urassa, D. P., Yasuoka, J., & Jimba, M. (2013). Nutrition training improves health workers’ nutrition knowledge. Public Health Nutrition, 16(8), 1–8.

Toma, A., Hailu, D., & Abate, A. (2022). Community empowerment approaches in nutrition programs. Journal of Community Health, 47(3), 1–9.

UNICEF. (2021). The state of the world’s children 2021. UNICEF.

World Health Organization. (2020). WHO guideline: Preventing and managing wasting in children. WHO.

Yimer, F., Tadesse, M., & Taye, G. (2021). Maternal knowledge and child nutritional status. PLoS ONE, 16(4), 1–10.

Yuliani, S., Hadi, A., & Prasetyo, E. (2024). Peran perguruan tinggi dalam penguatan program pencegahan stunting berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(1), 1–10.

Downloads

Published

2026-02-23

How to Cite

Misriyani, M., Jumardin, J., & Spetriani, S. (2026). Peran Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Status Gizi Balita melalui Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Pangan Fungsional . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 4092–4097. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.1133
Abstract Views: 17 Times || PDF Download : 11 Times