Pemberdayaan Siswa Sebagai Peer Educator Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Peningkatan Kualitas Generasi Sadar Kesehatan di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.1141Keywords:
Pemberdayaan siswa, Peer edukator, Kesehatan reproduksiAbstract
Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membentuk konselor sebaya terlatih dengan membekali pengetahuan dan ketrampilan konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi remaja dan cara-cara menangani permasalahannya. Metode pelaksanaan adalah dengan membentuk konselor sebaya terlatih tentang kesehatan reproduksi. Konselor ini setelah mendapatkan pelatihan akan dikembalikan ke lingkungan sekolah dan diharapkan dapat menjadi Agent of Change untuk memberikan informasi tentang kesehatan resproduksi pada teman sebaya-nya di sekolah tersebut. Hasil ketercapaian kegiatan dapat dinilai dari peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi Kesehatan Reproduksi dari 74,62 menjadi 87,69 dengan P Value 0,005, keaktifan peer edukator dalam kegiatan dan adanya kepuasan mitra terhadap kegiatan. Kesimpulan kegiatan yaitu terbentuk duta siswa sebagai peer edukator dan adanya peningkatan pengetahuan peer edukator setelah penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Rekomendasi adalah pentingnya pemberdayaan siswa sebagai Peer Educator kesehatan reproduksi remaja dalam upaya peningkatan kualitas generasi sadar kesehatan
References
Askrening, Anwar, K. K., & Yustiari. (n.d.). JIPPM : POLTEKKES KENDARI Pelatihan Duta Remaja Sadar Reproduksi yang Sehat dalam. Jurnal Inovasi, Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat, 1–8.
Badan Pusat Statistik. (2020). Hasil sensus penduduk 2020. (Dipublikasikan secara online).
Chandra-Mouli, V.et al (2015). Twenty years after International Conference on Population and Development: Where are we with adolescent sexual and reproductive health and rights? Journal of Adolescent Health, 56(Supplement 1), S1–S6
Devi, S. S. (2022). Pengaruh edukasi kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan pada remaja pubertas di SMPN 1 Kapala Pitu tahun 2022. Jurnal Midwifery, 5(1), 1–8.
Hald, G. M., & Mulya, T. W. (2013). Pornography consumption and non-marital sexual behaviour in a sample of young Indonesian university students. Culture, Health & Sexuality: An International Journal for Research, Intervention and Care, 15(8), 981–999.
Hamidiyanti, B. Y. F., & Pratiwi, I. G. (2021). Peran teman sebaya dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pernikahan usia dini pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 3 (1), 9–14. https://doi.org/10.32807/jpms.v3i1.775
Hidayaningsih, P. S. (2014). Perilaku berisiko dan permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5(2), 75–82.
Isni, K., et al. (2020). Upaya penanggulangan masalah kesehatan reproduksi remaja di Kecamatan Jetis, Yogyakarta. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Kesehatan reproduksi remaja: Permasalahan dan upaya pencegahan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/29/kesehatan-reproduksi-remaja-permasalahan-dan-upaya-pencegahan
Lestari, G. I. et al. (2023). Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri. Amma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(8), 945–949.
Maliki. (2016). Bimbingan konseling di sekolah dasar: Suatu pendekatan imajinatif. Jakarta: Kencana.
Mediastuti, F., & Lestari, R. T. (2022). Efektivitas Pelatihan Peer Educator Berbasis Masyarakat terhadap Pengetahuan dan Sikap dalam Upaya Pencegahan Perilaku Berisiko pada Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 10(1), 49–56. https://doi.org/10.14710/jmki.10.1.2022.49-56
Pinandari, A. W., Wilopo, S. A., & Djauhar, I. (2015). Pendidikan kesehatan reproduksi formal dan hubungan seksual pranikah remaja Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 10(2), 44–49.
Rahma, M. (2018). The relation between sexuality knowledge and sexual behavior of adolescents at senior high school 1 Subang. Midwifery Journal, 5, 17–25.
Susanti, S., Rosjidi, C. H., & Verawati, M. (2019). Pemberdayaan siswa sebagai peer educator kesehatan reproduksi remaja. ADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 43–50.
Suharti, S., & Surmiasih, S. (2016). Rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi sebagai penyebab perilaku seks bebas pada remaja. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 56–60. https://doi.org/10.30604/jika.v1i1
Tanjaya. (2025). Pengaruh media edukasi berbasis video terhadap tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi di SMA Muhammadiyah Pontianak. Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 3(2).
World Health Organization. (2024). Adolescent and young adult health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescents-health-risks-and-solutions
World Health Organization, Child and Adolescent Health Unit. (2017). Adolescent health and development. SEARO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Idriani Idriani, Erni Rita, Awaliah Awaliah, Eni Widiastuti, Masmun Zuryati, Erwan Setiyono, Siti Rochanah, Febi Sukma, Putri Regina Fatihah, Enggar Ajeng Suwasti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















