Revitalisasi Bobango Sebagai Sanksi Hukum Dalam Tradisi Masyarakat Desa Wayaua Kabupaten Halmahera Selatan

Authors

  • Rahmat Hi Abdullah Institut Agama Islam Negeri Ternate, Indonesia
  • Abdul Mutalib Institut Agama Islam Negeri Ternate, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.1149

Keywords:

Bobango, revitalisasi, hukum adat, sanksi tradisional, Desa Wayaua

Abstract

giatan ini bertujuan untuk merevitalisasi Bobango sebagai sanksi hukum dalam tradisi masyarakat Desa Wayaua Kabupaten Halmahera Selatan yang mengalami degradasi pasca-konflik horizontal 1999-2000. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu survei pendahuluan dan Focus Group Discussion untuk mengidentifikasi kondisi eksisting praktik Bobango, penyuluhan hukum partisipatif dan lokakarya untuk melatih tokoh adat dalam mengelola prosesi Bobango secara terstruktur serta pendampingan penyusunan Peraturan Desa, dan evaluasi berkelanjutan berbasis komunitas untuk mengukur efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa revitalisasi Bobango berhasil memulihkan kharisma lembaga adat, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat khususnya generasi muda, serta menciptakan draft Peraturan Desa yang memberikan legitimasi formal bagi mekanisme penyelesaian sengketa berbasis kearifan lokal. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi hukum adat ke dalam kebijakan desa mampu menciptakan stabilitas sosial berkelanjutan dan menawarkan paradigma baru penyelesaian konflik yang lebih kultural, humanis, dan berkeadilan di tingkat akar rumput.

References

Aini, N. (2012). Domestifikasi Etnisitas: Pemekaran Wilayah Rutinisasi Kekerasan Antar Etnis di Maluku Utara. Jurnal Pemikiran Sosiologi 1(1), 103-116. https://doi.org/10.22146/jps.v1i1.23434

Andries, F.F. (2021). Dualism in the South Halmaher Goverment’s Policy on Managing Diversity in the Bacan Sultanate. Humaniora, 33(1), 17-25. https://doi.org/10.22146/jh.61715

Bachtiar, N.K., Fariz, M., Arif, M.S. (2024). Conducting a Focus Group Discussion in Qualitative Research. Innovation, Technology, and Entrepreneurship Journal, 1(2), 94-101. https://doi.org/10.31603/itej.11466

Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Selatan. (2020). Kabupaten Halmahera Selatan Dalam Angka 2020. Labuha: BPS Halsel. Diakses dari: https://halmaheraselatankab.bps.go.id/id/publication/2020/05/20/10ed5e8686e1d700fd56c68a/kabupaten-halmahera-selatan-dalam-angka-2020.html

Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Selatan. (2024). Kecamatan Bacan Timur Selatan Dalam Angka 2024. Labuha: BPS Halsel. Diakses dari: https://halmaheraselatankab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/5e61240a3400204a6b6ce053/bacan-timur-selatan-district-in-figures-2024.html

Elu, A., Yuwono, T., Yuningsih, T., Afrizal, T. (2021). Partisipasi Masyarakat Dalam Implementasi Kebijakan Desentralisasi Adminstratif di Sub Distrik Pante-Makassar. Journal of Education, Humaniora and Social Scinece (JEHSS), 4(2), 968-973.

Firdaus Puji Istiqomah, N. (2025). Legitimasi Putusan Lembaga Adat dalam Sistem Hukum Nasional: Studi terhadap Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(3), 1-13. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i3.840

Fitria, I. (2020). Recognizing Adat Law: Problem and Challenges in Modern Law System in Indonesia. The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education, 2(4), 503-516. https://doi.org/10.15294/iccle.v2i4.36472

Gautama, T., Firdau, F.M.W., Taufiq, M.S. (2024). Sultan Ground: Dialektika Pluralisme Hukum Dalam Pengelolaan Hukum Pertanahan Nasional. Muhammadiyah Law Review 8(2), 1-14. http://dx.doi.org/10.24127/mlr.v8i2.3562

Hasim, R. (2019). Dari Monopoli Hingga Pelabuhan Bebas: Aktivitas Perdagangan di Keresidenan Ternate 1854-1930. Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities, 3(2), 151-179. https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.50351

Kahar, S., Bailussy, W., Bahry, S. (2020). Konstruksi Sosial Masyarakat Desa Terhadap Peran Imam Masjid dalam Melakukan Rekonsiliasi Konflik Sosial antara Kepala Desa dan Masyarakat di Desa Tabalema (Studi Kasus di Desa Tabalema kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara. Aristo (Social, Politic, Humaniora), 8(2), 369-380. https://doi.org/10.24269/ars.v8i2.2157

Laha, M.S., Sudarman, F., Nutfa, M. (2021). Kehidupan Pasca Konflik dan Ketegangan Relasi Sosial: Suatu Ancaman Kehancuran Social Capital Trust. Predestination: Jorunal of Society and Culture, 1(2), 109-118, https://doi.org/10.26858/prd.v1i2.18549

Murid, M. (2019). Demokrasi dalam Ruang Khayal Bangsawan dan Birokrat-Politisi Maluku Utara. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 4(2), 111-124. https://doi.org/10.14710/jscl.v4i2.24875

Mutalib, A., Hi. Abdullah, R., & Talib, A. B. H. (2025). Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Galo-Galo Kecamatan Morotai Selatan Dalam Ber-Media Sosial. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa, 4(1), 42–48.

Rahmasari B., Umami A., Gautama T. (2023). Pengaruh Hukum Adat dalam Pengaturan Pemerintahan Desa: Perspektif Normatif. Muhammadiyah Law Review, 7(2), 60-77, DOI: 10.24127/mlr.v7i2.2767

Simarmata, R. (2021). Kedudukan dan Peran Peradilan Adat Pasca-Unifikasi Sistem Peradilan Formal. Undang: Jurnal Hukum, 4(2), 281-308. DOI: 10.22437/ujh.4.2.281-308

Suartina, Tine. (2020). Between Control and Empowerment: Local Government and Acknowledgement of Adat Villages in Indonesia. Indonesia Law Review, 10(3), 340-359, https://doi.org/10.15742/ilrev.v10n3.679

Subrata, R. (2023). Can Alternative Dispute Resolution Mechanisms Revolusionize Conflict and Dispute Resolution in Indonesia?. Jurnal Litigasi, 24(1), 151-164, https://doi.org/10.23969/litigasi.v24i1.7198

Umar, M.A. (2018). Potensi Ekowisata Bahari Pada Pulau-Pulau Kecil di Halmahera Selatan. Jurnal Geografi, 10(2), 117-128.

Wiratraman, H.P. (2022). Adat Court in Indonesia’s Judiciary System: A Socio-Legal Inquiry. Jurnal of Asian Social Science Research, 4(1), 43-62.

Zunaidi, A. (2024). Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat Pendekatan Praktis untuk Memberdayakan Komunitas. Bekasi: Yayasan Putra Adi Dharma (YPAD).

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

Abdullah, R. H., & Mutalib, A. (2026). Revitalisasi Bobango Sebagai Sanksi Hukum Dalam Tradisi Masyarakat Desa Wayaua Kabupaten Halmahera Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 3998–4003. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.1149
Abstract Views: 36 Times || PDF Download : 24 Times