Digitalisasi Cerita Rakyat: Pengembangan Cerita Inklusif Ki Ageng Gribig untuk Literasi Budaya di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.1150Keywords:
literasi budaya, cerita rakyat, Ki Ageng Gribig, media digitalAbstract
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendigitalisasi cerita rakyat Ki Ageng Gribig sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus peningkatan literasi budaya pada generasi muda di Kabupaten Malang. Analisis situasi menunjukkan bahwa rendahnya akses terhadap cerita rakyat dalam format menarik, inklusif, dan ramah anak menjadi tantangan utama dalam pembelajaran budaya. Kegiatan dilakukan melalui lima tahapan: observasi dan pengumpulan data, pengembangan naskah cerita inklusif, produksi media digital, implementasi serta diseminasi, dan evaluasi. Media yang dihasilkan memuat prinsip Universal Design for Learning (UDL) sehingga dapat diakses oleh berbagai kelompok termasuk penyandang disabilitas. Hasil evaluasi ahli menunjukkan bahwa media layak digunakan meskipun masih diperlukan penyempurnaan pada konsistensi visual dan alur materi. Program ini terbukti berkontribusi pada peningkatan literasi budaya, pelestarian cerita rakyat, penguatan pendidikan karakter, pemberdayaan komunitas, serta dukungan terhadap SDG 4 dan SDG 11. Dengan memadukan unsur visual, narasi, dan teknologi, digitalisasi cerita rakyat Ki Ageng Gribig dinilai efektif sebagai strategi pelestarian budaya yang relevan di era digital.
References
Aisyah, S. (2020). Pemanfaatan teknologi digital dalam pelestarian cerita rakyat Indonesia. Jurnal Kebudayaan, 5(2), 42–56.
Asmara, A., Ahmad, N., & Situmorang, R. (2023). Fostering digital literacy awareness in support of SDGs 2030 among elementary school students. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 11(2), 144–156.
Bukit, I. D., Simorangkir, A., & Pratama, S. (2023). Cultural heritage for sustainable education amidst digitalisation. Sustainability, 16(4), 1540.
Degeng, P., Unsiah, F., Kusumawardani, I., & Isnaini, M. (2019). Development of Short Movie as Instructional Media to Teach Present Tenses. ICEL 2019: First International Conference on Advances in Education. https://doi.org/10.4108/eai.23-3-2019.2284946
Hadi, W., Tansliova, L., Hutagalung, T., & S, K. S. (2025). Augmented Reality as an Innovative tool for Digitizing North Sumatran Folklore: Enhancing educational tourism media literacy for children with Special needs in Indonesia. Theory and Practice in Language Studies, 15(6), 2009–2020. https://doi.org/10.17507/tpls.1506.29
Johan, R. C., Rullyana, G., Ardiansah, Hanoum, N., Fathoni, T., & Wulandari, Y. (2019). Cultural Literacy: Getting to Know Digital-Based Folklore. 2019 5th International Conference on Education and Technology (ICET), 66–71. https://doi.org/10.1109/icet48172.2019.8987204
Juita, H. R., Widiyarto, S., Apriliyani, N. Y. A., Megayanti, W., Ati, A. P., & Sumadyo, B. (2025). Literature learning to instill local culture using digital flipbooks for elementary school students. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 6(2), 420–426. https://doi.org/10.46843/jiecr.v6i2.1583
Madi, V. A., & Zalmi, F. N. H. (2025). Digital Storytelling Sebagai Metode Capture Pengetahuan Adat Minang: Peluang Dan Tantangan Di Era 5.0. Jurnal Al- Ma Arif Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam, 5(1), 87–102. https://doi.org/10.37108/almaarif.v5i1.2317
Mulyani, A. (2021). Pengabdian masyarakat dalam pelestarian cerita rakyat dengan pendekatan digital. Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat, 3(1), 109–117.
Muliyah, P. (2021). Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan: peluang literasi digital dalam SDGs 2030. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(1), 12–22.
Nurdin, A. (2017). Peran media sosial dalam meningkatkan literasi budaya pada generasi muda. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 9(3), 88–97.
Orphanidou, Y., Efthymiou, L., & Panayiotou, G. (2024). Cultural heritage for sustainable education amidst digitalisation. Sustainability, 16(4), 1540. https://doi.org/10.3390/su16041540
Sastrawan, I. G. (2024). Digital cultural preservation and sustainable development values in Indonesian education. Journal of Cultural and Heritage Studies, 5(1), 33–49.
Setiartin, T., Hidayat, E. W., Mustofa, R. F., & Putra, A. W. (2024). Transformasi Cerita Rakyat ke Multimedia Interaktif: Inovasi Digital sebagai Bahan Ajar. Diksa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(2), 93–105. https://doi.org/10.33369/diksa.v10i2.37344
Sikapa, L. L., Dialo, H., Ndi, V. N., Neindefoh, L. S., Nkemchap, C. D., & Cockburn, L. (2024). Digital storytelling to promote disability-inclusive research in Africa. African Journal of Disability, 13, 1495. https://doi.org/10.4102/ajod.v13i0.1495
Soetomo, D. (2018). Literasi budaya dalam konteks globalisasi dan digitalisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 7(1), 101–115.
Suhendro, A., & Subroto, T. Y. W. (2023). Ruang Budaya dalam Tradisi Sebaran APEM ya Qowiyyu Desa Jatinom, Klaten. Arsitekta Jurnal Arsitektur Dan Kota Berkelanjutan, 5(01), 31–43. https://doi.org/10.47970/arsitekta.v5i01.392
Syafrudin, M. (2019). Digitalisasi cerita rakyat sebagai upaya pelestarian budaya lisan. Jurnal Pengembangan Budaya, 4(2), 23–34.
Tarchi, C., Zaccoletti, S., & Mason, L. (2020). Learning from text, video, or subtitles: A comparative analysis. Computers & Education, 160, 104034. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.104034
Underberg, N. M. (2006). Virtual and Reciprocal ethnography on the Internet: The East MIMS Oral History Project website. Journal of American Folklore, 119(473), 301–311. https://doi.org/10.2307/4137639
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frida Unsiah, Putu Dian Danayanti Degeng, Moh Hasbullah Isnaini, Sugeng Susilo Adi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















