Edukasi Pemanfaatan Gula Aren Sebagai Pemanis Alami Sehat Berbasis Budaya Lokal untuk Meningkatkan Kesehatan Keluarga dan Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1217Keywords:
gula aren, pemanis alami, budaya lokal, literasi gizi, kesehatan anak usia dini, SDGsAbstract
Pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif sehat merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan anak usia dini serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu produk pangan tradisional Indonesia yang memiliki potensi besar adalah gula aren (Arenga pinnata). Gula aren merupakan pemanis alami yang mengandung mineral seperti zat besi, kalium, dan magnesium, serta memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan gula rafinasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi pemanfaatan gula aren berbasis budaya lokal dalam meningkatkan literasi gizi keluarga dan praktik konsumsi sehat pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) melalui kegiatan edukasi partisipatif berbasis keluarga yang dilaksanakan di Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor selama periode KKN-TMTK 14 Januari–14 Februari 2026. Subjek penelitian berjumlah 40 keluarga dengan anak usia 4–6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan tentang bahaya gula rafinasi, manfaat gula aren, pemahaman indeks glikemik, serta praktik penggunaan gula aren dalam konsumsi harian. Edukasi berbasis budaya lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pemilihan pemanis alami yang lebih sehat. Pemanfaatan gula aren secara bijak berkontribusi pada stabilitas energi anak, pencegahan konsumsi gula berlebih, serta pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini. Program ini juga relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
References
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Tanaman Perkebunan Indonesia. Jakarta: BPS.
Direktorat Gizi Masyarakat. (2020). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Food and Agriculture Organization (FAO). (2018). The State of Food Security and Nutrition in the World. Rome: FAO.
Gibson, R. S. (2005). Principles of Nutritional Assessment. New York: Oxford University Press.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. California: SAGE Publications.
Putri, A., & Suryani, D. (2021). Pemanfaatan gula aren sebagai alternatif pemanis alami dalam pola konsumsi sehat keluarga. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(2), 85–92.
World Health Organization. (2015). Guideline: Sugars Intake for Adults and Children. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2020). Healthy Diet Fact Sheet. Geneva: WHO.
United Nations. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York: United Nations.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lucky Dewanti, Aulia Maldini, Ai Nuryani, Santika Santika, Siva Silvia, Siti Wiwin Nurjanah, Yeni Farida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















