Manfaat Rebusan Daun Salam Bagi Lansia Dengan Tekanan Darah Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1253Keywords:
Hipertensi, Lansia, Daun Salam, Penyuluhan Kesehatan, Pengabdian Kepada MasyarakatAbstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada kelompok lanjut usia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan secara optimal. Pengendalian hipertensi dapat didukung melalui pendekatan nonfarmakologis, salah satunya edukasi kesehatan dan pemanfaatan tanaman herbal. Daun salam (Syzygium polyanthum) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi membantu pengendalian tekanan darah. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan mengenai manfaat rebusan daun salam bagi lansia dengan tekanan darah tinggi. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Dusun 2 Bulurejo pada Januari 2026 dengan metode penyuluhan dan demonstrasi pengolahan rebusan daun salam yang benar dan aman. Peserta berjumlah 20 orang lansia. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan melalui tanya jawab terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia dari 45% kategori baik sebelum penyuluhan menjadi 85% setelah penyuluhan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis pemanfaatan sumber daya lokal efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia dan mendukung upaya promotif serta preventif pengendalian hipertensi di tingkat komunitas.
References
Alfaini, M. N., Danismaya, I., & Andriani, R. (2023). Pengaruh air rebusan daun salam terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 4536–4543.
Astuti, A. P., Sunarjo, L., & Darwis. (2023). Effect of bay leaf decoction on blood pressure in elderly women with hypertension. Jurnal Riset Kesehatan, 17(2), 120–127.
Hartono, B., Hartiningsih, S. N., & Setyawan, A. (2024). Pengaruh rebusan daun salam terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi derajat I. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 16(2), 88–95.
Mukarromah, A., Aulya, Y., & Suciawati, A. (2023). Pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada wanita lansia. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 14(2).
Musmuliadin, M., & Pusvita, S. D. (2023). Pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jurnal Kesehatan Jompa, 3(1).
Kafi, A., & Musniati, N. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 12(2), 89–98.
Kumalasari, I. (2024). Analisis epidemiologi prevalensi dan faktor risiko hipertensi di Kota Palembang Journal: Seh. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 112–120.
Mukarromah, A., Aulya, Y., & Suciawati, A. (2025). Pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada wanita lansia. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 16(1), 55–63.
Nurtanti, S., & Sulistiyoningsih. (2022). Efektivitas rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan, 11(2).
Erman, I., Febriani, I., Athiutama, A., & Sunu, G. (2021). Pengaruh pemberian air rebusan daun salam pada penderita hipertensi di panti sosial lansia. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel, 16(2).
Eryta, E. (2025). Efek daun salam (Syzygium polyanthum) dan seledri terhadap hipertensi: Systematic review dan meta-analisis. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 3(2).
Febriani, D. H., Pujiastuti, T. T., & Kurniastuti, M. (2024). Pemanfaatan daun salam sebagai terapi komplemen pada hipertensi di masyarakat. Dedikasi PKM, 5(2).
Yulion, R., Evendi, A., Kurniawati, A., & Perawati, S. (2022). Edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga dengan daun salam sebagai obat antihipertensi. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(4).
Putri, R., & Lestari, W. (2024). Edukasi kesehatan dalam pencegahan hipertensi pada masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan, 12(1), 15–23.
Rahman, A., & Fitriani, S. (2021). Pengaruh pola makan terhadap kejadian hipertensi pada usia dewasa. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(2), 75–82.
Sari, N., & Hidayati, D. (2022). Faktor risiko hipertensi pada lansia di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(2), 87–95.
Mulyasari, R., Rahmawati, D., & Prasetyo, A. (2023). Hubungan riwayat hipertensi keluarga dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 210–219.
Wulandari, D., & Arifin, Z. (2022). Hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(1), 44–50.
Mulyasari, Rahmawati, D., & Prasetyo, A. (2023). Hubungan riwayat hipertensi keluarga, merokok, dan konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada dewasa usia 35–59 tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 210–219.
Hidayati, N., & Lestari, D. (2021). Media leaflet sebagai sarana edukasi keluarga berencana pada wanita usia subur. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(1), 45–52.
WHO, W. H. O. (2021). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Komalasari Komalasari , Swari Syarah, Inda Zonalentera, Mira Winanti, Arintan Nirmalah, Indah Sularseh, Dendi Noval Dio, Juwita Angraini, Nasihkhatul Rosidah, Adel Fika Finanda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















