Edukasi Pencegahan Kehamilan Pada Remaja di Desa Kakara dan Tagalaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1269Keywords:
Kehamilan Tidak Diinginkan, Kesehatan, RemajaAbstract
Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja merupakan salah satu dampak dari perilaku seks bebas. Kehamilan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang belakangan ini semakin meningkat terjadi di lingkungan masyarakat. Faktor utama yang menyebabkan KTD adalah gaya hidup remaja yang semakin bebas. Gaya hidup remaja yang bebas ini menimbulkan banyak remaja terlibat dalam hubungan seks pranikah. Kehamilan yang tidak diinginkan pada usia remaja bukan hanya merupakan masalah biologis, tetapi juga merupakan isu sosial, ekonomi, dan kesehatan yang kompleks. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial remaja serta dapat memengaruhi masa depan mereka secara keseluruhan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja antara lain kurangnya pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi. Edukasi Pencegahan Kehamilan Pada Remaja dalam bentuk pre-test dan post-test ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kehamilan tidak diinginkan. Peserta edukasi adalah para remaja di Desa Kakara dan Tagalaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang kehamilan tidak diharapkan.
References
Amalia Salfadila, Emi Sutrisminah, & Endang Susilowati. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pencegahan Kehamilan tidak diinginkan pada Remaja Putri di SekolahMenengah Pertama : Literature Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(8), 1527–1537. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i8.3550
Arini, D., Fatimawati, I., Hastuti, P., Ernawati, D., & Budiarti, A. (2023). Health Education To Increase Adolescents'knowledge About Preventing Pregnancy. Community Service Journal of Indonesia, 5(2), 78-86.
Ayuni, I. D., Islami, D., Jannah, M., & Putri, A. (2022). Hubungan pengetahuan remaja putri terhadap bahaya kehamilan pada usia remaja. Indonesia Journal of Midwifery Sciences, 1(2), 47-52.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Kesehatan Reproduksi. Jakarta: BPS.
BKKBN. (2014). Kajian Profil Penduduk Remaja (10-24 tahun): Ada apa dengan remaja?. BKKBN.
Desmita, D. (2015). Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fadilah, A. N., Surani, E., & Susiloningtyas, I. (2024). Hubungan Pengetahuan Remaja Terhadap Kehamilan Remaja. Jurnal Kesehatan Tambusai,[online], 5(3), 6368-6378.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Laporan Hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kemenkes.
Laksono, A. D., Wulandari, R. D., Rohmah, N., & Matahari, R. (2023). Unmarried women and unintended pregnancy: An Indonesian cross-sectional study. Indian Journal of Community Medicine, 48(2), 361-363. https://doi.org/10.4103/ijcm.ijcm_325_22
Li, H., Pu, Y., Li, Z., Jin, Z., & Jiang, Y. (2023). Socioeconomic inequality in teenage pregnancy inPapua New Guinea: a decomposition analysis. BMC Public Health, 23(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12889-023-17067-8
Matui, L. T., Dwilda, E., & Prasetyo, B. (2024). Hubungan Peran Tenaga Kesehatan Terkait Ksehatan Reproduksi dengan Perilaku Pencegahan Seksual Pranikah pada Remaja Putri di SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi Seruikabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua. Malahayati Nursing Journal, 6(10), 4004-4014. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i10.13893
Meriyani, D. A., Kurniati, D. Y., Januraga, P. P., Meriyani, D. A., Kurniati, D. P. Y., Januraga, P. P., & Bangli, K. (2016). Faktor Risiko Kehamilan Usia Remaja di Bali: Penelitian Case Control. Public Health and Preventive Medicine Archive, 4(2), 160. http://dx.doi.org/10.15562/phpma.v4i2.75
Mufti, I. R. (2018). Dukungan Berbagai Pihak dan Pengetahuan Terhadap Perilaku Remaja dalam Pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan Di SMK 9 Bandung. Jurnal Bidan, 4(1), 234014.
Nisariati, N., & Kusumaningrum, T. A. I. (2022). Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Self Efficacy Dengan Sexual Abstinence Pada Remaja. Jurnal Kesehatan, 15(2), 214-223.
Nurhayati, S., et al. (2021). Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil melalui Edukasi Reproduksi. Jurnal Kebidanan, 10(2), 45–5
Patonengan, G. S., Ningsih, S. R., Sibua, S., Sarman, S., & Mokoginta, D. B. (2025). Health EducationMeningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Seksual Pra nikah di SMA N 2 Kotamobagu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 535–542. https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.208
Pratiwi, W. D., & Sudaryanto, A. (2024). Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja: Studi literatur. Jurnal Keperawatan Malang, 9(1), 20-27. https://doi.org/10.36916/jkm.v9i1.239
Rahmawati, D., & Suryana, I. (2021). Pemahaman Remaja tentang Kesehatan Reproduksi danPengaruh Lingkungan terhadap Kehamilan Dini. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Reproduksi, 5(2), 45–53.
Simanjuntak, P., Surbakti, I., Sembiring, I., Marliani, M., Barus, E. B. B., & Pretty, C. M. (2024). Pemberdayaan Anak Remaja Melalui Edukasi Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Dini Di Puskesmas Bestari Tahun 2024. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi IPTEKS, 2(4), 1315-1319. https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i4.1169
UNICEF. (2022). Laporan Tentang Kehamilan Remaja di Indonesia. Jakarta: UNICEF
Winarni, W. (2016). Efektifitas Ceramah dan Audio Visual Dalam Peningkatan Pengetahuan Dismenorea Pada Siswi SMA. Gaster, 14 (2), 90-99
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Febi Sukma, Yuni Istiananingsih, Norftriana Tan, Rina Astutiasih, Hastuti Hastuti, Lelyan Sadow

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















