Optimalisasi Promosi Kesehatan tentang ANC Terpadu untuk Peningkatan Pencapaian K-1 di Puskesmas Adan – Adan Kabupaten Kediri
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.128Keywords:
K1, ANC Terpadu, Promosi KesehatanAbstract
Salah satu agenda utama SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan kematian Balita disamping penurunan kasus stunting. Pemeriksaan antenatal yang berkualitas dan teratur selama kehamilan akan menentukan status kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. K1 merupakan gambaran dari kualitas pelayanan ibu hamil, kementerian kesehatan mentargetkan K-1 sebesar 100%. Kabupaten Kediri pencapaian K1 ditahun 2022 sebesar 90,79% dan tahun 2023 sebesar 86,78%, disamping belum mencapai target Nasional juga terdapat penurunan capaian ditahun 2023. Pada Puskesmas Adan – Adan pencapaian K1 pada tahun 2022(91,77%), pada tahun 2023 (78,69%) dan tahun 2024 (66,95%), hal ini mengalami penurunan capaian. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab belum tercapaian target K-1 dan solusi terkait upaya peningkatan capaian K-1 di UPTD Puskesmas Adan -Adan Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan Urgency, Seriousness, Growth,(USG) dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan,diperoleh hasil kegiatan berupa penentuan masalah terkait pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sedini mungkin(K1) Solusi yang diajukan untuk mengatasi permasalahan tersebut berupa optimalisasi pemberian edukasi melalui pemanfaatan media promosi kesehatan di UPTD Puskemas Adan - Adan Kabupaten Kediri
References
Aisyah, I. L. S., Minarno, N. B., & Shubhan, M. H. (2018). Rancangan Model Peningkatan Pelayanan Prima Di Bidang Kesehatan Di Era Otonomi Daerah.
Amdadi, Z. A., Sabur, F., & Afriani, A. (2021). Edukasi Tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalate Makassar. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 16(1), 29.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri,(2924). Kabupaten Kediri Dalam Angka 2024. Volume 22,th.2024
Dewi, E. K., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi Dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 6-23 Bulan Correlation Between Iron and Zinc Adequacy Level With Stunting Incidence In Children Aged 6-23 Months. Amerta Nutrition, 1(4), 361-368.
Dwiwardani. (2017). Analisis Faktor Pola Pemberian Makan Pada Balita Stunting Berdasarkan Teori Transcultural Nursing. Skripsi. Surabaya: Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga
Ibrahim, I. A., Bujawati, E., Syahrir, S., & Adha, A. S. (2019). Analisis Dete rminan Kejadian Growth Failure ( Stunting ) Pada Anak Balita Usia 12-36 Bulan Di Wilayah Pegunungan Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Al-Sihah: The Public Health Science Journal, 11(1), 50–64.
Kemenkes R.I, (2023), Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023
Kemenkes R.I,(2022). Hasil Survey Status Gizi Indonesia(SSGI) 2022
Mitsha Ranatiwi Mulyana.(2018). Dampak Jejaring Kolaburatif dan kababilitas Inovasi terhadap Kinerja,Januari 2018,Vol 19, No.1
Mulyati, T., Munawaroh, M., & Herdiana, H. (2023). Pengaruh Pengetahuan Ibu, Sarana Dan Prasarana Serta Peran Keluarga Terhadap Antenatal Care Terpadu Di Desa Pakuncen Kec. Bojonegara Tahun 2022. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(6), 1883-1895.
Nugraheni, A. N. S., Nugraheni, S. A., & Lisnawati, N. (2020). Hubungan asupan zat gizi makro dan mineral dengan kejadian balita stunting di Indonesia: kajian pustaka. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(5), 322-330.
Nurjannah. (2019). Determinan Sosial Budaya Kejadian Stunting Pada Suku Makassar Di Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Makassar: Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar. Notoatmodjo, S. (2005). Promosi Kesehatan (S. Notoatmodjo, Ed.; Pertama). PT RINEKA CIPTA.
Permenkes R.I. No.21 tahun.2021. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah Melahirkan,Pelayanan Kontrasepsi dan Kesehatan Sexsual.Jakarta, 2021
Siwi, R. P. Y., & Saputro, H. (2020). Analisis faktor yang mempengaruhi rendahnya kunjungan Antenatal Care (ANC) terpadu pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukodono Kabupaten Lumajang. Journal for Quality in Women's Health, 3(1), 22-30.
Sundari, Ermawati, & Nuryanto Nuryanto. (2016). Hubungan Asupan Protein, Seng, Zat Besi, Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Z-Score Tb/U Pada Balita. Journal of Nutrition College 5 (4): 520–29.
Susiarno, H. (2024). Tata Laksana Persalinan Dan Bayi Baru Lahir Fisiologis Di Pelayanan Kesehatan Primer Sesuai Kewenangan Bidan. Penerbit NEM.
Umami, S., & Widyowati, A. (2023). Strategi Peningkatan Kunjungan Poli Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Ibu Hamil Saat ANC Terpadu di Puskesmas Sangkapura. Jurnal Pengabdian Komunitas, 2(02), 51-58.
Winasis, N., P. (2018). Analisis Faktor Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Berbasis Transcultural Nursing Di Desa Morombuh Kecamatan Kwanyar Bangkalan.
Wulandari, H., & Istiana. K, (2020). Peran Bidan, Peran Kader, Dukungan Keluarga dan Motivasi Ibu Terhadap Prilaku Ibu Dalam Pencegahan Stunting. Jurnal Ilmiah Kesehata, 19 (2), 73–80
Yuliana, W., & Hakim, B. N. (2019).Darurat Stunting dengan Melibatkan Keluarga (W. Yuliana & B. N. Hakim, Eds.; Pertama). Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Novita Ana Anggraini, Agustinus Nugroho Pudji Lestarjo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















