Edukasi Pencegahan dan Perawatan Pendukung DBD pada Anak melalui Terapi Komplementer Jus Jambu Merah di Desa Padelegan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1339Keywords:
Jambu Merah, Trombosit, Demam Berdarah, Pencegahan DBD, Virus DengueAbstract
Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia terutama pada balita karena tubuh anak memang rentan terkena penyakit. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia, dan tingkat penyebarannya di Indonesia termasuk yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Nyamuk Aedes aegypti umumnya berukuran kecil dengan tubuh berwarna hitam pekat, memiliki dua garis vertikal putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kaki. Nyamuk ini aktif terutama pada pagi hingga sore hari, meskipun kadang-kadang mereka juga menggigit pada malam hari. Mereka lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk dibandingkan di luar rumah yang panas. sudah banyak yang mengetahui bahwa terdapat obat tradisional yang mampu meningkatkan trombosit pada pasien demam berdarah, obat herbal tersebut berasal dari tanaman buah jambu. Di dalam jambu tersebut terdapat komponen senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak jambu merah yang dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. kesimpulannya jambu merah dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Tujuan dari kegiatan pengabdian tersebut yaitu untuk mencegah terjadinya DBD di desa padelegan. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu menggunakan metode pendidikan kesehatan melalui kegiatan Penyuluhan mengenai demam berdarah, dan minuman jus jambu biji yang dapat meningkatkan trombosit yang ada di dalam tubuh. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat akhirnya masyarakat desa padelegan sadar betapa pentingnya untuk mencegah terjadinya DBD. Dampak yang diterima oleh mitra yaitu meningkatnya pengetahuan tentang DBD, peningkatan kesadaran serta perubahan sikap dan perilaku.
References
Al Jihad, M. & Az-Zahra, N. (2022). Edukasi pencegahan demam berdarah dengue berbasis masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 120–128.
Daud, S., & Fitriani, N. (2015). Karakteristik dan penyebab hemorrhagic post partum yang dialami oleh ibu di RSUD Palembang Bari periode 2010–2012. Syifa’ MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 5(2), 73. https://doi.org/10.32502/sm.v5i2.1396
Dhianawaty, D., Pratama, R., & Sari, L. (2022). Efektivitas ekstrak jambu biji terhadap peningkatan trombosit pada pasien DBD. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(1), 45–52.
Handayani, L.&Fitriani, Y. (2021). Efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan ibu. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(1), 55–63.
Hermawati, E., Nugroho, A.&Lestari, D. (2018). Aktivitas flavonoid sebagai imunomodulator dalam terapi dengue. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 16(2), 89–96.
Hoffmann, J. e. al. (2017). Phytochemical composition of guava fruit. Food Chemistry Journal, 221, 123–130.
Jayanti, N. E. (2020). Penyuluhan kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat. Abdimas Medika, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.35728/pengmas.v1i1.138
Kartini, K., &Sofia, R. (2022). Uji efektivitas ekstrak jambu biji merah terhadap trombosit. Jurnal Farmasi Sains dan Terapan, 9(1), 60–67.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil kesehatan Indonesia. Jurnal Data dan Informasi Kesehatan, 5(1), 1–50.
Kusuma, R., &Andika, F. (2022). Pengaruh jus jambu biji terhadap peningkatan trombosit. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(1), 22–29.
Lestari, N., &Dewi, R. (2019). Pencegahan DBD melalui pemberdayaan masyarakat. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(2), 88–94.
Leyva-López, N., et al. (2016). Quercetin as an anti-inflammatory agent. International Journal of Molecular Sciences, 17(6), 1–12.
Organization, W. H. (2021). Dengue and severe dengue. WHO Journal Report, 1–10.
Prabowo, T., &Arifin, Z. (2019). Peran flavonoid dalam sistem imun tubuh. Jurnal Biologi Medik, 11(2), 70–78.
Putri, A., &Hidayat, R. (2020). Terapi herbal pada penyakit infeksi virus. Jurnal Kedokteran Integratif, 6(1), 40–48.
Rahmawati, R., Sari, M., &Hidayat, T. (2023). Pemanfaatan tanaman herbal dalam pengobatan tradisional di Indonesia. Jurnal Herbal Indonesia, 8(1), 33–41.
Safitri, A., Wulandari, S., &Putra, Y. (2023). Terapi komplementer pada pasien demam berdarah dengue. Jurnal Keperawatan Klinis, 6(2), 77–85.
Santi, E. N., Kusuma, D., &Andini, P. (2023). Peran edukasi dalam meningkatkan pencegahan DBD. Jurnal Promosi Kesehatan, 10(2), 101–110.
Suryani, E., &Nugraha, D. (2018). Faktor risiko demam berdarah dengue pada anak. Jurnal Pediatri Indonesia, 58(3), 120–127.
Timur, F., Handayani, S., &Prasetyo, B. (2025). Mekanisme kerja kuersetin sebagai antivirus dengue. Jurnal Biomedika, 14(1), 15–23.
Wibowo, A., &Prasetya, H. (2019). Hubungan lingkungan dengan kejadian DBD. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 3(1), 25–32.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anis Zailul Jannah, Kinanatul Qomariyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















