Psikoedukasi Resiliensi Dalam Penyakit Kronis UPTD Puskesmas Maja Kabupaten Majalengka
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.136Keywords:
psikoedukasi, resiliensi, prolanis, kesejahteraan mental, emosionaAbstract
Di Indonesia, prevalensi penyakit kronis masih tinggi, dan stigma sering menyertai kondisi ini. Resiliensi, yaitu kemampuan untuk menghadapi kesulitan, menjadi penting bagi pasien dalam mengelola stres dan meningkatkan penerimaan terhadap penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat di UPTD Puskesmas Maja, Kabupaten Majalengka, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang resiliensi kepada 40 pasien prolanis. Melalui psikoedukasi, kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran pasien mengenai pentingnya resiliensi, yang berkontribusi pada kesejahteraan mental dan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman tentang pentingnya resiliensi dalam menghadapi penyakit, sehingga dapat membantu individu meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional mereka dalam proses pemulihan.
References
American Psychological Association. (2015). Faktor protektif dalam resiliensi.
Budiman, A. A., Prastiwi, F., Rahmad, M. N., & Rosida, N. A. (2024). Hubungan Resiliensi dengan Stres Lansia Penderita Hipertensi di Posyandu Lansia Sabar Hati Banyuanyar. Malahayati Nursing Journal, 6(3), 872-882.
Elica, C., & Mariyati, M. (2024). Hubungan Resiliensi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Penyakit Kronis. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(3), 1053-1062.
Febrianti. (2014). Hubungan antara resiliensi dengan stres pada pasien penyakit kronis di Rumah Sakit Advent Bandung [Skripsi tidak dipublikasikan]. Universitas Advent Indonesia.
Fitria, Ulfatul. Gambaran Resiliensi Lansia Selama Menjadi Spousal Caregiver Pasca Stroke. 2024. PhD Thesis. Universitas Airlangga.
Haryanto, A., & Hidayat, A. (2017). Penggunaan Resilience Scale for Adults (RSA) dalam Menilai Ketahanan Psikologis di Kalangan Dewasa Muda di Indonesia. Jurnal Psikologi Indonesia, 14(2), 135-142.
Hermansyah, D., & Said, K. (2024). Pembangunan resiliensi psikologis melalui program bimbingan dan konseling: Strategi dan evaluasi. Dalam Seminar Nasional LPPM UMMAT (Vol. 3, hal. xx-xx). Universitas Muhammadiyah Mataram. Mataram, Indonesia. ISSN 2964-6871. https://id.scribd.com/document/319614973/BAB-II
Humas UNEJ. (2023). Penderita penyakit kronis makin meningkat, perlu manajemen keperawatan yang tepat. Universitas Jember. Diakses dari (https://unej.ac.id/blog/2023/05/12/penderita-penyakit-kronis-makin-meningkat-perlu-manajemen-keperawatan-yang-tepat/)
Mustaqfiroh, S. A., & Tobing, D. L. (2022). Hubungan Self Compassion dengan Resiliensi Caregiver pada Lansia yang Memiliki Penyakit Kronis. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 10(4).
Nashori, H. F., & Saputro, I. S. (2021). Psikologi resiliensi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Nufus, D. H. (2022). Pengaruh dukungan sosial dan religiusitas terhadap resiliensi orangtua yang memiliki anak dengan penyakit kronis (Bachelor's thesis, Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Nuraini, L. A. P., Emilia, O., & Hidayat, A. (2025). Efektivitas Pemberian Psikoedukasi Pada Gangguan Psikologis Masa Postpartum: Systematic Review. Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, 7(2), 22-31.
Pradnyaswari, L. B., & Rustika, I. M. (2022). Resiliensi pada pasien dengan penyakit kronis: Tinjauan literatur. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 67–76. https://ojs.unud.ac.id/index.php/coping/article/download/95296/47769
Pratama, A., & Suryani, E. (2019). Validitas dan Reliabilitas Child and Youth Resilience Measure (CYRM-28) di Indonesia. Jurnal Psikologi Anak dan Remaja, 8(1)
Rahmanisa, R., Rahmat, H. K., Cahaya, I., Annisa, O., & Pratiwi, S. (2021). Strategi Mengembangkan Resiliensi Individu di Tengah Masa Pandemi COVID-19 Menggunakan Islamic Art Therapy [Strategy to Develop Individual Resilience in The Middle of The COVID-19 Pandemic using Islamic Art Therapy]. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 1(1), 39-52.
Relica, C., & Mariyati, M. (2024). Hubungan Resiliensi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Penyakit Kronis. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(3), 1053-1062.
Supriyadi, E., & Widani, N. L. (2023). Pengaruh psikoedukasi terhadap resiliensi dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik: Kajian literatur. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(3), 1027-1034. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i3.2479
Triesnawati, F. D., Nuryani, R., & Lindasari, S. W. (2023). Resilience berhubungan dengan stres pada pasien chronic kidney disease dengan hemodialisis. Jurnal Keperawatan, 15(2), 801-814.
Usman, J. (2017). Konsep kebahagian martin seligman. Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat, 13(2), 359-374.
World Health Organization. (2023).Noncommunicable diseases: Mortality. Diakses dari [https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/topic-details/GHO/ncd-mortality](https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/topic-details/GHO/ncd-mortality)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cici Meyyesti Purnamasari, Novianti Putri, Salwa Muawiyah, Sri Nurhayati, Ridha Habibah, Meina Shiamullaeli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















