Pendampingan Rehabilitasi Lahan Pascabencana Berbasis Agroforestri untuk Pemulihan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Kabupaten Bandung Barat
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1380Keywords:
Agroforestri, Rehabilitasi Lahan, Pascabencana, Pemberdayaan Masyarakat, LongsorAbstract
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2024 menimbulkan kerusakan lingkungan, penurunan produktivitas lahan, serta gangguan terhadap penghidupan masyarakat. Kegiatan Pendampingan Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan (P4SDAL) dilaksanakan sebagai upaya rehabilitasi lahan pascabencana melalui pendekatan agroforestri berbasis partisipasi masyarakat. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program rehabilitasi lahan, strategi intervensi yang diterapkan, serta capaian kegiatan dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan sosial masyarakat terdampak di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan mixed-methods melalui survei lapangan, wawancara semi terstruktur, kuesioner, observasi, analisis deskriptif, dan metode skoring untuk menentukan lokasi prioritas intervensi. Program dilaksanakan melalui tahapan koordinasi lintas sektor, pembentukan kelompok masyarakat, penyusunan rencana intervensi, bimbingan teknis, penyerahan stimulan, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem agroforestri dengan kombinasi tanaman vetiver, bambu, alpukat, petai, dan nangka mampu mendukung stabilisasi lereng, meningkatkan kapasitas konservasi tanah dan air, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Pokmas Sadulur. Program juga berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi lahan dan membangun komitmen keberlanjutan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
References
Adriana, A., Wibisono, M. G., Karyanto, O., Figyantika, A., & Sadewo, W. (2024). Diversification of home garden with avocado trees planting in the karst area of Karangasem Village, Paliyan District, Gunungkidul Regency. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(4), 210–220.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat. (2024). Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Kabupaten Bandung Barat. Bandung Barat: BPBD Kabupaten Bandung Barat.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat. (2025). Kabupaten Bandung Barat dalam angka 2025. Bandung Barat: BPS Kabupaten Bandung Barat.
Bao, T., Liu, X., Zhang, M., & Wang, Y. (2024). Hydro-mechanical effects of vegetation on slope stability: A comprehensive review. Science of The Total Environment, 927, 171833
Bonface O. Manono & Boniface Mwami. 2026. Agroforestry and Soil Health: A Review of Impacts and Potential for Sustainable Agriculture. Earth, 7(1), 31
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Dwicakosno, A. (2023). Pengaruh pupuk NPK terhadap pertumbuhan vetiver. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 8(2), 55–62.
Fan, X., Scaringi, G., Korup, O., et al. (2019). Earthquake-induced chains of geologic hazards. Nature Geoscience, 12(8), 571–577.
FEMA. (2016). Post-disaster hazard mitigation and resilience strategies. Washington DC: Federal Emergency Management Agency.
Harris, L. R., & Brown, G. T. L. (2010). Mixing interview and questionnaire methods: Practical problems in aligning data. Practical Assessment, Research and Evaluation, 15(1), 1–19.
Hidayati, N., & Noviana, D. (2024). Community participation in post-landslide recovery in Samarinda. Jurnal Sosial Kebencanaan, 6(1), 22–31.
Jones, N., et al. (2021). Land use change and landslide vulnerability in tropical regions. Environmental Management, 68(3), 421–435.
Kardinan, A. (2011). Teknologi pupuk organik cair. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kusumasari, B., & Alam, Q. (2012). Community resilience in natural disasters: The case of Yogyakarta, Indonesia. Disaster Prevention and Management, 21(3), 351– 365.
Lin, B. (2019). Agroforestri and ecological resilience: Integrating sustainable land management approaches. Sustainability, 11(18), 4975.
Mainaki, R & Maliki, R.Z. (2020). Pemanfaatan Keanekaragaman Bambu Secara Hidrologis, Ekonomis, Sosial dan Pertahanan. Jurnal Kajian Ilmu dan Pendiidkan Geografi. 4(1). 44-54.
Malczewski, J. (1999). GIS and multicriteria decision analysis. New York: John Wiley & Sons.
May, P. H., et al. (2024). Community participation in post-disaster land rehabilitation and ecosystem restoration. Journal of Environmental Management, 355.
Melvani, K., et al. (2024). Agroforestry systems and post-disaster livelihood resilience in Sri Lanka. Sustainability, 16(4).
Melinda, M., et al. (2020). Community Based Natural Resource Management: Exploring The Benefits And Challenges. International Journal of Humanities, Art and Social Studies. 5(3). 33-44.
Musnamar, E. I. (2003). Pupuk organik cair dan aplikasinya. Jakarta: Penebar Swadaya.
Oktalina, S. N., et al. (2015). Contribution of agroforestry systems to rural livelihoods in Gunungkidul. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 22(3), 321–329.
Pakaya, P., et al. (2025).Efektivitas Sistem Agroforestri dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah dan Produktivitas Pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman, 2(2), 12-27.
Palinkas, L. A., et al. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544.
Pratiwi, D., et al. (2022). Landslide vulnerability in Indonesia. Jurnal Geografi Indonesia, 14(1), 45–56.
Pribadi, K., et al. (2014). Community-based disaster recovery in Indonesia: Lessons learned from post-disaster reconstruction. Procedia Environmental Sciences, 20, 563–572.
Pujiasmanto, B., et al. (2022). Budidaya dan produktivitas tanaman petai. Jurnal Hortikultura Tropika, 12(1), 66–75.
Raka, I. N., et al. (2011). Bamboo root systems and slope stabilization. Jurnal Kehutanan Tropis, 3(1), 11–19.
Saaty, T. L. (1980). The analytic hierarchy process. New York: McGraw-Hill.
Singh, R., et al. (2021). Agroforestri systems and sustainable land management. Agroforestri Systems, 95(6), 1181–1195.
Supriatna, A., et al. (2025). Laporan Akhir Kegiatan Pendampingan Pemulihan Dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Di Daerah Pascabnecana. Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam, BNPB.
Suwarno, A., et al. (2022). Bamboo for slope conservation and water retention. Jurnal Konservasi Lingkungan, 10(3), 210–219.
Thakadu, O. T. (2001). Community participation in natural resource management in Botswana. Natural Resources Forum, 25(2), 117–124.
Truong, P., et al. (2011). Vetiver system applications: Technical reference manual. Queensland: Vetiver Network International.
Wu, W. (2015). Root reinforcement in slope stability. Geotechnical Engineering Journal of the SEAGS & AGSSEA, 46(3), 37-44
Yogendra, H., et al. (2021). Vetiver grass growth and environmental adaptation. Journal of Environmental Agriculture, 11(2), 133–142.
Yunus, M., et al. (2019). Participatory reforestation and community welfare improvement. Jurnal Pengabdian Lingkungan, 4(1), 14–23.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asep Supriatna, Febby Nur Annisa, Elintia Elintia, Ratu Aam Amaliyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















