Training for Teachers and Students of MTs Rodlotul Khuffadz Sorong in Using the Book Al-Miftah Lil Ulum for Nahwu and Sharaf Learning

Authors

  • Ulil Albab Al Jawad Sorong City Government, Indonesia
  • Fardan Abdillah M. IAIN Sorong, Indonesia
  • Fadli Hidayat UNIS Tangerang, Indonesia
  • Azkiya Mahmud UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Sumber Harto UPN Veteran Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.143

Keywords:

Nahwu, Sharaf, Al-Miftah Lil Ulum, training, madrasah

Abstract

This community service program aimed to enhance the competencies of teachers and students at MTs Rodlotul Khuffadz Sorong in using the classical book Al-Miftah Lil Ulum for Nahwu and Sharaf learning. The training adopted a participatory and practical approach, including theoretical sessions, guided practice, and group discussions. The program was implemented over three days and followed by evaluation through pre-test and post-test instruments. Results showed a significant improvement in participants' understanding, with average scores rising from 45% to 78%. In addition to cognitive gains, the training also shifted participants' attitudes toward Arabic grammar, transforming perceptions of Nahwu and Sharaf from difficult and monotonous subjects into engaging and meaningful learning experiences. The use of talaqqi and musyafahah methods, along with structured group activities, proved effective in fostering active learning and collaborative understanding. Despite challenges such as limited time and varied participant backgrounds, the training demonstrated that classical text-based learning can be successfully implemented in formal madrasah settings. The outcomes suggest strong potential for integrating Al-Miftah Lil Ulum into the Arabic language curriculum and call for continued training and support at institutional and policy levels.

Author Biography

Azkiya Mahmud, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia

 

 

References

Abdullah, M. A. (2016). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi dan Etika dalam Studi Islam. IRCiSoD.

Abdurrahman, M. (2017). Strategi Pembelajaran Bahasa Arab. Prenadamedia Group.

Ahmad, A. (2020). Classical Arabic grammar teaching in Indonesian pesantren. International Journal of Islamic Studies, 3(2), 45–60.

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the Metaphysics of Islam. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Jauhari, M. (2018). Penggunaan kitab kuning dalam pembelajaran di pesantren salaf. Jurnal Tarbiyatuna, 9(1), 21–34.

Arifin, Z. (2013). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Remaja Rosdakarya.

Asmuni. (2020). Problematika pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 dan alternatif solusinya. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(2), 129–138.

Azra, A. (2015). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Kencana Prenada Media Group.

Baswedan, A. R. (2019). Revitalisasi pembelajaran kitab kuning berbasis kontekstual. Jurnal Al-Fikrah, 7(2), 88–101.

Fauzi, A. (2016). Efektivitas metode musyafahah dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 221–234.

Hafidz, A. (2022). Inovasi pembelajaran Nahwu-Sharaf di madrasah berbasis digital. Jurnal Edukasi Islam, 4(1), 65–76.

Hamid, A. F. (2018). Peran kitab kuning dalam transformasi pendidikan pesantren. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 3(1), 55–67.

Harun, C. (2021). Teaching Arabic grammar through traditional texts in Indonesian Islamic schools. Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 8(2), 143–159.

Hidayat, D. (2019). Pembelajaran Nahwu-Sharaf berbasis kitab klasik: Studi pada pesantren salafiyah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2), 145–158.

Ilyas, M. (2015). Strategi pembelajaran kitab kuning untuk pemula. Jurnal Ta'dibuna, 8(1), 70–82.

Jalaluddin, R. (2022). Peran pesantren dalam pelestarian ilmu alat: Kajian kitab Nahwu klasik. Jurnal Ulumuddin, 14(1), 33–46.

Kamaruddin, K. (2018). Metodologi pengajaran bahasa Arab di pesantren. Jurnal Al-Ta'dib, 11(2), 102–115.

Karim, M. R. (2020). Tradisi talaqqi dalam pendidikan Islam klasik. Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 40–52.

Kasdi, A. (2016). Pendidikan Islam dan tantangan globalisasi. Jurnal Addin, 10(1), 1–22.

Khoiruddin, A. (2017). Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran kitab kuning. Jurnal Al-Fikrah, 6(1), 97–108.

Ma’arif, S. (2020). Kitab kuning sebagai media pembelajaran dalam pesantren: Antara teks dan konteks. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 11(1), 23–35.

Maulida, N. (2022). Analisis efektivitas pembelajaran Nahwu di MTs berbasis pesantren. Tadrib: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 112–125.

Miftah, M. (2013). Penerapan strategi pembelajaran aktif dalam pembelajaran Nahwu. Jurnal Pemikiran Islam, 15(2), 190–205.

Muhaimin. (2011). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi. Kencana.

Mulyadi, M. (2011). Penelitian kuantitatif dan kualitatif serta pemikiran dasar menggabungkannya. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 15(1), 127–138.

Munir, M. (2018). Pengembangan kurikulum pesantren berbasis kitab kuning. Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pendidikan Islam, 12(2), 115–130.

Muslich, M. (2010). Tata Bahasa Arab: Teori dan Praktik. UIN Press.

Musthafa, B. (2021). Implementasi metode musyafahah dalam pengajaran Nahwu-Sharaf. Arabiyât: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 13(1), 55–69.

Nasution, H. (2005). Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran. Mizan.

Qomar, M. (2007). Pesantren: Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Erlangga.

Rahman, F. (2015). Revitalisasi pengajaran kitab klasik di madrasah modern. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 3(2), 101–115.

Ridwan, A. (2017). Pendekatan kontekstual dalam pengajaran kitab kuning. Jurnal Tarbiyatuna, 9(2), 110–120.

Rohman, A. (2017). Strategi pembelajaran kitab kuning dalam meningkatkan kemampuan membaca teks Arab gundul. Al-Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 33–48.

Sauri, S. (2019). Peran kitab kuning dalam membentuk karakter santri. Jurnal Al-Murabbi, 5(2), 89–100.

Shihab, Q. (2002). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Mizan.

Sugiono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suharto, M. (2020). Efektivitas metode talaqqi dalam pengajaran kitab klasik. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 45–58.

Syamsuddin, A. (2018). Metode Talaqqi dalam Pendidikan Islam: Konsep dan Implementasi. LKiS.

Thohir, M. (2014). Problem pembelajaran bahasa Arab di madrasah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(2), 130–144.

Yusuf, M. (2021). Penguatan pembelajaran Nahwu di madrasah berbasis pesantren. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 52–64.

Downloads

Published

2025-06-10

How to Cite

Al Jawad, U. A., Abdillah M., F., Hidayat, F., Mahmud, A., & Harto, S. (2025). Training for Teachers and Students of MTs Rodlotul Khuffadz Sorong in Using the Book Al-Miftah Lil Ulum for Nahwu and Sharaf Learning. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 225–234. https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.143

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 90 Times || PDF Download : 108 Times