Implementasi Project Based Learning dalam Meningkatkan Kompetensi Promosi Kesehatan Mahasiswa Keperawatan melalui Program Mata Sehat Petualangan Hebat

Authors

  • Wulan Pramadhani Universitas Awal Bros, Indonesia
  • Yulianti Wulandari Universitas Awal Bros, Indonesia
  • Indah Purnamasari Universitas Awal Bros, Indonesia
  • Elvi Murniasih Universitas Awal Bros, Indonesia
  • Nayla Mardhiyah Universitas Awal Bros, Indonesia
  • Kerry Angel Universitas Awal Bros, Indonesia
  • Dewi Aulia Septri H Universitas Awal Bros, Indonesia
  • Vira Selvi Amelya Universitas Awal Bros, Indonesia
  • Jacky Henderson Universitas Awal Bros, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1449

Keywords:

kesehatan mata, anak usia sekolah, gadget, edukasi kesehatan, Project Based Learning

Abstract

Penggunaan gadget yang semakin meningkat pada anak usia sekolah dasar berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mata, seperti mata lelah dan miopia. Kondisi ini memerlukan upaya promotif melalui edukasi kesehatan yang sesuai dengan karakteristik anak. Program edukasi kesehatan mata bertajuk Mata Sehat Petualangan Hebat dilaksanakan di SDS Apolos Batam sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa kelas III–IV sekolah dasar dalam menjaga kesehatan mata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pre-post yang meliputi tahapan penyuluhan interaktif melalui ceramah, pemutaran video animasi, diskusi, permainan edukatif (ice breaking), serta kampanye Sahabat Mata. Pengukuran pengetahuan siswa tentang kesehatan mata dilakukan menggunakan kuesioner pertanyaan sederhana yang mudah di pahami oleh siswa sekolah dasar sebanyak 10 item. Hasil menunjukan adanya peningkatan pengetahuan terhadap kesehatan mata dari paparan gadget. Rata-rata skor meningkat dari 51,6 pada pre-test menjadi 85 pada post- test yang menunjukan peningkatan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata, risiko penggunaan gadget yang berlebihan, serta penerapan perilaku sehat seperti aturan 20-20-20, menjaga jarak pandang yang tepat, dan mengonsumsi makanan bergizi untuk kesehatan mata. Program Mata Sehat Petualangan Hebat terbukti efektif sebagai media edukasi kesehatan mata pada anak usia sekolah dasar serta berpotensi menjadi model promotif dalam upaya pencegahan gangguan penglihatan sejak dini dengan dukungan guru dan mahasiswa pelaksana.

References

Aini, A. (2025). Pengetahuan remaja tentang dampak penggunaan gadget bagi kesehatan mental pada siswa SMA Negeri 4 Tuban. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 4(10), 301–310. https://doi.org/10.70570/jikmc.v4i10.1964

Anggraeni, S. (2019). Pengaruh Pengetahuan Tentang Dampak Gadget Pada Kesehatan Terhadap Perilaku Penggunaan Gadget Pada Siswa SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin. Faletehan Health Journal, 6, 64–68. https://doi.org/10.33746/fhj.v6i2.68

Aryani, A., & Khamid, A. (2024). Efektivitas mengistirahatkan mata dengan metode 20.20.20 terhadap penurunan gejala Computer Vision Syndrome (CVS) pada siswa di MTSN 24 Jakarta Timur. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(12), 5441–5449. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i12.16212

Aulia, F., & Samira, R. (2026). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Penggunaan Gadget Pada Anak Sekolah Di SDN 15 Ampalu Kota Pariaman. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8, 2771–2779. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.527

Guo, P., Saab, N., Post, L. S., & Admiraal, W. (2020). A review of project-based learning in higher education: Student outcomes and measures. International Journal of Educational Research, 102, 101586. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijer.2020.101586

Islam, K. F., Awal, A., Mazumder, H., Munni, U. R., Majumder, K., Afroz, K., Tabassum, M. N., & Hossain, M. M. (2023). Social cognitive theory-based health promotion in primary care practice: A scoping review. Heliyon, 9(4), e14889. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14889

Kaur, K., Gurnani, B., Nayak, S., Deori, N., Kaur, S., Jethani, J., Singh, D., Agarkar, S., Hussaindeen, J. R., Sukhija, J., & Mishra, D. (2022). Digital Eye Strain- A Comprehensive Review. Ophthalmology and Therapy, 11(5), 1655–1680. https://doi.org/10.1007/s40123-022-00540-9

Lanca, C., & Saw, S.-M. (2020). The association between digital screen time and myopia: A systematic review. Ophthalmic & Physiological Optics : The Journal of the British College of Ophthalmic Opticians (Optometrists), 40(2), 216–229. https://doi.org/10.1111/opo.12657

Mardiah, R. L., Ariyanto, A., & Irfan, M. (2025). Perbedaan pengaruh teknik 20.20.20 exercise dengan teknik 20.20.20 exercise dan kompres hangat terhadap risiko astenopia pada siswa SMK Ma'arif 1 Yogyakarta. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(4), 2928–2937. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i4.1580

Ma'rifat, R. A., Suraharta, I. M., & Jannah, I. I. (2024). Media promosi kesehatan. Eureka Media Aksara. https://doi.org/10.62985/978-623-487-470-3

Nanda, G. A. D., & Sari, I. M. (2023). Behavioral Portrayal of Gadgets in School-age Children in Integrated Islamic Elementary School. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 3(2), 162–172. https://doi.org/10.58545/jkki.v3i2.124

Nurjanah, A., Al Muhasibi, A., Daffa, Insan Zinda, F., Yuliana, G. R., Raubun, H. S., Setiawan, R. A.-Z., Fauziah, R., & Aini, S. Z. (2024). Mengatasi kesulitan-kesulitan penilaian portofolio: Solusi atas keterbatasan waktu, sarana, dan pemahaman. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2(2), 3094–3102. https://doi.org/10.61132/jppi.v2i2.1170

Rahmawati, M., & Latifah, M. (2020). Penggunaan Gawai, Interaksi Ibu-Anak, Dan Perkembangan Sosial-Emosional Anak Prasekolah. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 13(1), 75–86. https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.1.75

Saputra, A., Maidartati, & Khasanah, U. (2025). Lindungi matamu dari layar: Bijak pakai gadget, sehatkan penglihatan. Jurnal Masyarakat Mandiri dan Berdaya, 4(3), 135–140.

Scott, W. D., Cervone, D., & Ebiringah, O. U. (2024). The social-cognitive clinician: On the implications of social cognitive theory for psychotherapy and assessment. International Journal of Psychology : Journal International de Psychologie, 59(5), 616–623. https://doi.org/10.1002/ijop.13125

Sheppard, A. L., & Wolffsohn, J. S. (2018). Digital eye strain: Prevalence, measurement and amelioration. BMJ Open Ophthalmology, 3(1). https://doi.org/10.1136/bmjophth-2018-000146

Sudirman, A. A., Modjo, D., & Naduwo, N. (2023). Efek penggunaan gadget terhadap perkembangan personal sosial anak usia prasekolah berbasis teori. Journal of Health and Science Gorontalo Journal Health & Science Community, 7(1), 1–13.

Syamsiah, R. I., Farkhah, L., & Saptyani, P. M. (2025). Edukasi Pencegahan Digital Eye Strain Dan Pemeriksaan Visus Pada Remaja. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 8(8), 2004.

WHO. (2021). WHO guideline on school health services.Geneva:World health Organization ;2021. 73. https://www.who.int/publications/i/item/9789240029392

Wulandari, A. A., Subekti, T., Simanjuntak, H. P., & Witjaksono, A. (2023). Tingkat pengetahuan siswa/i tentang metode 20-20-20 pada saat menggunakan gadget di SMP Surya Kencana Bakti Bandung tahun 2023. Jurnal Sehat Masada, 17(2), 46–53.

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Pramadhani, W., Wulandari, Y., Purnamasari, I., Murniasih, E., Mardhiyah, N., Angel, K., Septri H, D. A., Amelya, V. S., & Henderson, J. (2026). Implementasi Project Based Learning dalam Meningkatkan Kompetensi Promosi Kesehatan Mahasiswa Keperawatan melalui Program Mata Sehat Petualangan Hebat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(4), 5793–5799. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1449

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 1 Times || PDF Download : 0 Times