Terapi Bermain Puzzle untuk Meningkatkan Perkembangan Motoric Halus Anak Usia Dini di TK Tunas Harapan Mandiri Tanjung Anom Kabupaten Deli Serdang

Authors

  • Gryttha Tondang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Oktaviance Oktaviance Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Bernadetta Ambarita Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Lili Suryani Tumanggor Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Sri Martini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Jev Boris Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Nasipta Ginting Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Arjuna Ginting Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Amando Sinaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia
  • Magda Siringo Ringo SST Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1460

Keywords:

terapi bermain, puzzle, motoric halus

Abstract

Anak adalah individu yang berada pada tahap tumbuh kembang yang memiiliki kebutuhan fisik, psikis, serta sosial yang tidak sama dengan orang dewasa, Dimana anak usia dini merupakan usia yang polos serta memeiliki potensi yang masih harus di kembagkan menjadi manusia sutuhnya . anak memiliki  berbagai macam potensi yang harus di kembangkan, meskipun pada umumnya anak memilki pola perkembangan yang sama teteapi ritme perkemabngan akan berbeda satu sama lain karena pada dasarnya anak bersifat individual. Salah satu kemampuan anak yang sedang berkembang saat usia dini yaitu kemampuan motorik. Motorik halus merupakan Gerakan yang melibatkan otot- otok halus atau bagian tubuh tertentu, salah satu alat yang di gunakan untuk mendeteksi perkembangan motoric halus anak yaitu permain puzzle.alat permainan edukatif puzzle adalah alat peraminan yang dapat melatih anak mengenal bentuk dan mengenal ruang kosong Dimana potongan tersebut di butuhkan. Tujuan pengabdian masyrakat inu adalah untuk mengetahui Tingkat kemampuan motorik halus anak usia dini di TK. Tunas Harapan Mandiri Tanjung Anom Kabupaten Deli Serdang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan mengguanakn format DDST II yang terdiri dari 4 sektor yaitu motorik halus, motorik kasar,Bahasa, personal sosial . kegiatan ini di fokuskan pada bagian motoric halus dengan memberikan anak bermain puzzle selama 20 menit terhadap 18 anak- anak. Hasil dalam kegiatan ini adalah permainan puzzle dapat meningkat motorik halus yang berhubungan dengan dengan keterampilan gerak kedua tangan,mampu mengkkordinasikan indra mata dan tangan, melatih kelenturan dan otot jari, serta mampu melatih anak berpikir anak, memebentuk , membangun, memperkuat otot dan meningkatkan perkembangan emosi anak dalam beraktivitas. Kesimpulan dalam kegaitan ini adalah permainana puzzle dapat meningkat motrik halus anak dan meningkat perkembangan emosi anak saat beraktivitas.

References

Akbar, G. F., Karta, I. W., & Astawa, I. M. S. (2022). Pengaruh Permainan Puzzle Terhadap Perkembangan Kognitif, Motorik Halus dan Sosial Emosional Pada Anak Kelompok B di TK Aisyiyah Labuhan Haji. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b). https://doi.org/10.29303/jipp.v7i4b.1042

Darah, I., & Retno, M. Z. (2023). Faktor Perkembangan Motorik. Perpustakaan .Uns.Ac.Id. Diakses 23 November 2018, 11(3), 707–714.

Delfina, R., Sardaniah, S., & ... (2023). Upaya Penguatan Program Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (Sdidtk) Pada Anak Usia Pra Sekolah Dengan …. Community …, 5(2), 1842–1850. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/20470%0Ahttp://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/download/20470/15453

Harmila, H., Fetriyah, U. H., & Nito, P. J. B. (2023). Permainan Puzzle Mempengaruh Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(3), 581. https://doi.org/10.26714/jkj.11.3.2023.581-590

Kelrey, F., & Hatala, T. N. (2022). Buku Ajar Keperawatan Komunitas Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Prasekolah. Penerbit NEM. https://books.google.co.id/books?id=-1lcEAAAQBAJ

Mutiah, D. (2010). Psikologi Bermain Anak Usia Dini. بیماریهای داخلی, 101. https://books.google.com/books/about/Psikologi_Bermain_Anak_Usia_Dini.html?hl=id&id=-8e2DwAAQBAJ

Nabila, H. (2021). Pengaruh Permainan Puzzle Terhadap Usia Prasekolah Literatur Review. Repository Software, 1(1), 1–119. http://repository.stikesdrsoebandi.ac.id/115/1/17010094 Hana Nabila.pdf

Noraffandy Yahaya & Nur Fazila i Salleh. (2020). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title. 21(1), 1–9.

Oktaviyani, R. D., & Suri, O. I. (2019). Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah. Jurnal Kesehatan, 10(2), 112. https://doi.org/10.35730/jk.v10i2.406

Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). No Title 済無No Title No Title No Title. 2(1), 306–312.

Rohman, A. (2019). Bermain Anak Usia Prasekolah.

Saputri, U. A., Pangestuti, D. R., & Rahfiludin, M. Z. (2021). Pengetahuan Gizi dan Pola Asuh Ibu sebagai Faktor Risiko Stunting Usia 6-24 Bulan di Daerah Pertanian. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(6), 433–442. https://doi.org/10.14710/mkmi.20.6.433-442

Sitanggang, T. W., Anggraini, D., & Puspitasari, I. (2022). Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Prasekolah Usia 3-5 Tahun. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 9(1), 39–46. https://doi.org/10.36743/medikes.v9i1.326

Downloads

Published

2026-07-10

How to Cite

Tondang, G., Oktaviance, O., Ambarita, B., Tumanggor, L. S., Martini, S., Boris, J., Ginting, N., Ginting, A., Sinaga, A., & SST, M. S. R. (2026). Terapi Bermain Puzzle untuk Meningkatkan Perkembangan Motoric Halus Anak Usia Dini di TK Tunas Harapan Mandiri Tanjung Anom Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(4), 5709–5714. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1460

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 7 Times || PDF Download : 2 Times