Pengenalan Permainan Tradisional sebagai Upaya Melestarikan Budaya pada Anak Sekolah Menengah Pertama Pusaka Bandar Klippa
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1481Keywords:
permainan tradisional, pelestarian budaya, siswa sekolah menengah pertama, pendidikan karakter, pengabdian kepada masyarakatAbstract
Permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan karakter yang penting bagi perkembangan anak. Namun, perkembangan teknologi digital telah menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap permainan tradisional, khususnya pada siswa sekolah menengah pertama. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pengetahuan dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa sekolah menengah pertama sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus mengembangkan keterampilan sosial, motorik, dan karakter. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi dan edukasi, demonstrasi permainan, praktik langsung (learning by playing), serta evaluasi melalui pretest, posttest, observasi, dan angket. Permainan yang diperkenalkan meliputi congklak, engklek, gobak sodor, dan lompat tali dengan dukungan media pembelajaran berbasis teknologi berupa video edukatif, presentasi interaktif, dan modul digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 67 pada pretest menjadi 89 pada posttest. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi selama kegiatan berlangsung, serta mengalami peningkatan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi sosial melalui aktivitas permainan kelompok. Pemanfaatan media berbasis teknologi turut meningkatkan ketertarikan siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap permainan tradisional sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter di era digital.
References
Anitra, R., Mertika, Hendriana, E. C., & Sulistri, E. (2026). Penguatan karakter dan pelestarian budaya lokal melalui permainan tradisional. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 7(1), 457–464.
Azzahra, S., Farhanu, R. F., Kurnianto, A., Septiyanto, A., & Sutirto. (2026). Implementasi demonstrasi permainan tradisional sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi sosial dan kultural siswa. Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia, 2(1).
Faozi, F., Setiani, I., & Revaldi, S. (2024). Sosialisasi aktivitas fisik melalui permainan olahraga tradisional. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma, 4(2). https://doi.org/10.33557/pengabdian.v4i2.3034
Hartinawanti, H., Nurdin, D. F., & Dino, L. (2026). Penyuluhan permainan tradisional sebagai revitalisasi budaya lokal di SD Negeri 2 Jayabakti. Ruang Komunitas: Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Ilahi, R., Tunru, A. A., Pratiwi, Y. I., Mutmainah, S., & Hidayat, R. (2025). Pelatihan permainan tradisional pada peserta didik dalam upaya melestarikan budaya lokal. Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan, 1(2), 74–88. https://doi.org/10.71049/tej0tr55
Kaloka, P. T., Nopembri, S., Mulyawan, R., Saryono, Mustofa, A., & Tanimoto, H. (2026). Menjembatani budaya melalui permainan: Permainan tradisional untuk pembentukan karakter dan keberagaman di SMP Yogyakarta dan Osaka. Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 576–585. https://doi.org/10.55081/jbpkm.v6i2.6088
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Penguatan pendidikan karakter. Jakarta: Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Panduan program kreativitas mahasiswa (PKM). Jakarta: Kemendikbudristek.
Khodari, R., & Nurhidayah, S. (2025). Pemberdayaan kearifan lokal: Permainan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara serta sarana interaksi sosial masyarakat. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2). https://doi.org/10.53299/bajpm.v5i2.2029
Kurniati, E. (2016). Permainan tradisional dan perannya dalam mengembangkan keterampilan sosial anak. Jakarta: Kencana.
Novita, R., Saputra, D. A. M., Fauzi, M. I., Wibisana, D. J., & Firdausi, R. A. (2025). Upaya pelestarian budaya lokal melalui lomba permainan tradisional di wilayah Mulyorejo. GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1). https://doi.org/10.36728/ganesha.v6i1.5389
Samani, M., & Hariyanto. (2013). Pendidikan karakter: Konsep dan model. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sari, Z. N., Chodori, M. A. I., Junaidi, J., & Ardiansyah, I. (2025). Pelestarian permainan tradisional sebagai sarana edukasi dan penguatan karakter anak pada lembaga pendidikan formal. Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat, 6(3).
Sudjana, N. (2010). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujiono, Y. N. (2012). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: Indeks.
Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. Paris: UNESCO.
Zahnnisa, U. H., Herlambang, T., Hadi, H., Fahmi, D. A., Rohmansyah, N. A., & Setiawan, A. (2023). PKM pelestarian permainan tradisional. Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat, 4(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurlia Ginting, Frida Dian Handini Lubis, Oratna Ndepa Sari Br Barus, Bella Sabrina Br Purba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















