Edukasi Higiene Diri dan Jajan Aman Sebagai Upaya Pencegahan Keracunan Pangan pada Siswa SDN 2 Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1485Keywords:
keracunan pangan, higiene, jajanan, edukasi, siswaAbstract
Kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi diindonesia, terutama pada anak usia sekolah dasar yang rentan terhadap pangan tidak aman dan memiliki perilaku hygiene yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas II SDN 2 Tilongkabila mengenai hygiene diri dan kebiasaan jajan aman sebagai Upaya pencegahan KLB keracunan pangan melalui program edukasi berbasis fun learning “Foodtective Academy”. Metode kegiatan menggunakan desain pretest dan posttest dengan jumlah 14 siswa kelas II SD. Intervensi dilakukan pada enam sesi edukatif yaitu edukasi interaktif, demonstrasi cuci tangan enam Langkah WHO, mini game sortir jajanan, dan roleplay. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang terdiri 10 soal pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa secara signifikan dari pretest (5,00) menjadi posttest (9,43), dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Peningkatan terjadi pada seluruh indikator pengetahuan yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada indikator higienitas diri dan kebiasaan mencuci tangan (51,7%), diikuti oleh pelaporan kejadian keracunan pangan (42,9%), dan keamanan jajanan (37,5%). Program Foodtective Academy terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa terkait hygiene diri, pemilihan jajanan aman, pengenalan gejala keracunan pangan, dan langkah pelaporan yang tepat. Pendekatan edukasi berbasis permainan, media visual, dan aktivitas interaktif mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa secara optimal.
References
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2021). Program pangan jajanan anak sekolah (PJAS) aman: Intervensi keamanan pangan 2021. BPOM RI.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan pengawasan pangan olahan 2023. BPOM RI.
Dahlberg, A. C., & Dahlberg, K. (2018). Narratives and metaphors about learning. Scandinavian Journal of Educational Research, 50(3), 253–271.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. Plenum Press.
Elan, Sumini, T., & Suhendra, A. (2022). Teori Jean Piaget vs Lev Vygotsky dalam perkembangan anak di sekolah. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 22(2), 45–58.
Food and Agriculture Organization, & World Health Organization. (2022). Sustainable food systems for healthy diets and improved nutrition. FAO & WHO.
Heriyanto, F., Nurdiana, N., & Imansari, A. (2024). Pengaruh pemberian media pop-up book terhadap tingkat pengetahuan keamanan pangan pada jajanan anak sekolah di SDN LIK Layana Indah. Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan Dan Kebidanan, 2(4), 65–77.
Iswati, S., Nurhaeni, N., & Soedjatmiko, S. (2020). Efektivitas edukasi kesehatan metode interaktif terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 45–53.
Juwantara, R. A. (2019). Analisis teori perkembangan kognitif Piaget pada tahap anak usia operasional konkret 7–12 tahun dalam pembelajaran matematika. Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 9(1), 27–34.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Data KLB keracunan pangan tahun 2018–2022. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Tren kejadian luar biasa keracunan pangan Indonesia 2021–2024. Kemenkes RI.
Kesuma, A. T., Putri, D. A., & Rahayu, W. (2021). Analisis keberadaan bahan berbahaya pada pangan jajanan anak sekolah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 310–318.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Kusuma, I. W., & Handayani, R. (2021). Pendekatan comprehensive dalam edukasi keamanan pangan untuk anak sekolah dasar. Indonesian Journal of Community Health, 8(1), 78–89.
Nur, A. V, Ningrum, W. A., Fajriyah, N. N., Prasojo, S., & Putri, M. A. (2025). Edukasi keamanan pangan jajanan anak sekolah dengan pola SAH menggunakan model biopsikososial. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, 7(2), 270–278. https://doi.org/10.33480/abdimas.v7i2.6772
Piaget, J. (1954). The construction of reality in the child. Basic Books.
Priawantiputri, W., Rahmat, M., & Purnawan, A. I. (2019). Efektivitas pendidikan gizi dengan media kartu edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku makanan jajanan anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan, 10(3), 374–381. https://doi.org/10.26630/jk.v10i3.1469
Puspitasari, R., & Astuti, D. (2024). Perilaku konsumsi jajan dan faktor risiko keracunan pangan pada anak sekolah dasar. Jurnal Gizi Dan Pangan, 19(1), 45–54.
Sanjaya, K., & Pitriani. (2024). Edukasi pangan jajanan anak sekolah (PJAS) dengan media belajar kreatif untuk peningkatan pengetahuan siswa di SDN Tondo Kota Palu. Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat, 4(2), 48–51.
Usmayanti, H. P., Haryanto, H., & Pratama, K. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 5 SD Negeri 21 Sungai Raya tentang jajanan sehat. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 11(1), 6–11. https://doi.org/10.54630/jk2.v11i1.113
World Health Organization. (2021). Food safety and hygiene in school environments. WHO.
World Health Organization. (2024). Food safety: Fact sheet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/food-safety
Wulandari, S., Aji, R. I., Izzah, N., & Permanasari, D. E. (2022). Perancangan e-booklet tentang pangan jajanan anak sekolah (PJAS) berbahaya untuk siswa SD. Ars: Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 25(1), 71–78. https://doi.org/10.24821/ars.v25i1.6423
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Novi Fitriyani, Sindriyati Adam, Vidya Avianti Hadju

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















