Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Mencegah DBD dan Kerja Bakti Kebersihan di Wilayah Gogagoman RT 14

Authors

  • Echa Effendy Siswanto Amir Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu, Indonesia
  • Gita Sandy Patonengan Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu, Indonesia
  • Injil Baptis Langi Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu, Indonesia
  • Sarman Sarman Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1515

Keywords:

Edukasi PHBS, Demam Berdarah Dengue, Kerja Bakti

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Gogagoman RT 14 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian warga terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam rangka pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), serta memperbaiki kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui kerja bakti. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan ceramah dan diskusi interaktif, serta gotong royong membersihkan lingkungan. Kegiatan ini berlangsung pada bulan Mei 2026 dan diikuti oleh 25 warga RT 14 Gogagoman. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai PHBS dan DBD sebesar 78,7% setelah mengikuti penyuluhan. Kegiatan kerja bakti berhasil membersihkan 2 lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk di lingkungan RT 14. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan DBD melalui penerapan PHBS.

References

Arsin, A. A. (2013). Epidemiologi Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Makassar: Masagena Press. Azwar, A. (2010). Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.

Departemen Kesehatan RI. (2010). Demam Berdarah Dengue. Bulletin Jendela Epidemiologi, Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kemenkes RI (Vol. 2). Jakarta: Kemenkes RI.

Fajar, N. A., Hasyim, H., & Purba, I. G. (2019). Edukasi Kesehatan dan Pengaruhnya terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Pencegahan DBD di Kota Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(1), 23-31.

Ginanjar, G. (2008). Demam Berdarah: A Survival Guide. Bandung: PT Mizan Publika.

Halim, N. A., & Trisnaini, I. (2020). Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan DBD di Kelurahan Sungai Buah Palembang. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 15(2), 85-92.

Hidayat, A. A. (2014). Metodologi Penelitian Keperawatan dan Teknis Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

Jakarta: Kemenkes RI.

Jendela Epidemiologi, 2, 1-4.

Kalangi, R., Engkeng, S., & Asrifuddin, A. (2017). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pelajar Tentang Penyakit Menular Seksual di SMK Trinita Manado. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(3), 1-11.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI. Kusriastuti, R. (2016). Kebijakan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Buletin

Lameshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (2010). Adequacy of Sample Size in Health Studies. Geneva: WHO.

Mahardika, W. (2009). Hubungan antara Perilaku Kesehatan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Cepiring Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Mubarak, W. I., & Chayatin, N. (2009). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Priesley, F., Reza, M., & Rusjdi, S. R. (2018). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN 3M Plus) terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(1), 124130.

Sari, N. P., & Adriani, M. (2019). Efektivitas Penyuluhan terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 45-52.

Soegijanto, S. (2006). Demam Berdarah Dengue: Tinjauan dan Temuan Baru di Era 2003. Surabaya: Airlangga University Press.

Suiraoka, I. P., & Supariasa, I. D. N. (2012). Media Pendidikan Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sukohar, A. (2014). Demam Berdarah Dengue (DBD). Medula Unila, 2(2), 1-15.

Susanto, L. (2011). Kiat Jitu Basmi Demam Berdarah. Yogyakarta: Andi Offset.

Wahyuningsih, N. E., Yuliawati, S., & Hestiningsih, R. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(3), 503-512.

WHO. (2021). Dengue and Severe Dengue. Diambil dari https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/dengue-and-severe-dengue

Widyastuti, E., Rahmat, A., & Sulistyowati, M. (2020). Pengaruh Kombinasi Penyuluhan dan Kerja Bakti terhadap Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 12-19.

Yudhastuti, R., & Vidiyani, A. (2015). Hubungan Kondisi Lingkungan, Kontainer, dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 7(2), 170-176.

Zulkoni, A. (2011). Parasitologi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Amir, E. E. S., Patonengan, G. S., Langi, I. B., & Sarman, S. (2026). Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Mencegah DBD dan Kerja Bakti Kebersihan di Wilayah Gogagoman RT 14. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(4), 5873–5880. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1515

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 22 Times || PDF Download : 13 Times