Berugak Belajar: Upaya Peningkatan Literasi dan Pengembangan Kreativitas Anak di Desa Pringgabaya

Authors

  • Ema Prawita Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Hulyatul Aulia Elmazkuri Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Siti Fitriah Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Nurbayani Saraswati Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Lutfan Khalif Nujmi Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Zahratul Fikni Universitas Hamzanwadi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1549

Keywords:

Berugak Belajar, Literasi, Pendidikan Nonformal, Kreativitas, Bahasa Inggris

Abstract

Program Berugak Belajar merupakan bentuk pendidikan nonformal yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai upaya meningkatkan literasi dan mengembangkan kreativitas anak di Desa Pringgabaya. Program ini memanfaatkan berugak sebagai ruang belajar yang nyaman, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada Mei–Juni 2026, dengan sasaran anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan learning by doing dan learning through play yang diterapkan melalui tiga program utama, yaitu Pojok Baca, English Fun Class, dan Sanggar Tari. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap tingkat partisipasi peserta, perkembangan minat baca, penguasaan kosakata bahasa Inggris, serta kreativitas dan kepercayaan diri anak selama mengikuti kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan minat literasi anak melalui kegiatan membaca bersama dan diskusi sederhana, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui permainan edukatif dan praktik komunikasi, serta mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan rasa percaya diri melalui kegiatan seni tari. Selain memberikan manfaat bagi peserta, program ini juga memperkuat keterlibatan masyarakat dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Dengan demikian, Berugak Belajar menjadi salah satu model pendidikan nonformal berbasis masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan kreativitas, serta mendukung pelestarian budaya lokal di Desa Pringgabaya.

References

Angelia, J. A., & Usiono, U. (2024). Problematika Budaya Membaca Di Idonesia. Journal Sains Student Research, 2(6), 146-151.

Aryani, K. A., Ardani, N. L. P. E., Dewi, N. M. C. K., Arisandi, N. M. A., Adriani, N. L. D., & Werang, B. R. (2024). Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Minat Literasi Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(03), 75-79.

Aulinda, I. F. (2020). Menanamkan Budaya Literasi Pada Anak Usia Dini Di Era Digital. Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(2), 148–172. Https://Doi.Org/10.36768/Abdau.V2i1.41

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Pendidikan Indonesia 2024. Jakarta: BPS.

Bus, Adriana G., A. G., & Mol, Suzanne E. (2011). To read or not to read: A meta-analysis of print exposure from infancy to early adulthood. Psychological Bulletin, 137(2), 267–296.

Dharma, K. B. (2020). Implementasi gerakan literasi sekolah dalam menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar. Jurnal edukasi nonformal, 1(1), 70-76.

Hidayat, R., Romadani, A. T. F., Rahmawati, Y., & Utomo, W. T. (2024). Investigasi Tingkat Literasi Membaca Mahasiswa: Studi Kasus di Perguruan Tinggi Swasta Yogyakarta. Journal of Education Research, 5(4), 6557-6567.

Huyen, N. T. T., & Nga, K. T. T. (2003). Learning vocabulary through games. Asian EFL journal, 5(4), 90-105.

Ideyani Vita, N., Agus Zainal, M., STIK Pembangunan Medan, D., & STIK Pembangunan Medan, A. (2020). Gerakan Literasi Membaca: Studi Fenomenologi tentang Gerakan Literasi Membaca Siswa SMA Negeri 2 Medan. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 3(1), 41-47. icle/view/41 https://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/art

Jean Piaget (1962). Play, Dreams and Imitation in Childhood. New York: W.W. Norton.

Jerome Bruner. (1966). Toward a Theory of Instruction. Cambridge: Harvard University Press.

John Dewey. (1938). Experience and Education. New York: Macmillan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Panduan Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Merdeka Belajar: Transformasi Pendidikan Indonesia. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Gerakan Literasi Nasional. Jakarta: Kemendikbudristek.

Lev Vygotsky. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.

OECD. (2019). PISA 2018 Results (Volume I): What Students Know and Can Do. Paris: OECD Publishing.

Pedagogy of the Oppressed. (1970). New York: Continuum.

Putrayasa, I. M., Suwindia, I. G., & Winangun, I. M. A. (2024). Transformasi literasi di era digital: tantangan dan peluang untuk generasi muda. Education and Social Sciences Review, 5(2), 156–165. https://doi.org/10.29210/07essr501400

Rahmadanita, A. (2022). Rendahnya literasi remaja di Indonesia: masalah dan solusi. Jurnal Pustaka Ilmiah, 8(2), 55-62.

Rina, N., Sari, N., & Saputra, D. Y. (2025). Analisis gerakan literasi dalam meningkatkan minat baca anak usia dini pada Kelompok Bermain Bustanul Wildan. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(1), 191-205.

Sari, C. P. (2018). Faktor-faktor penyebab rendahnya minat membaca siswa kelas IV. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(32), 3128-3137.

Sénéchal, Monique, M., & LeFevre, Jo-Anne (2002). Parental involvement in the development of children's reading skill: A five-year longitudinal study. Child Development, 73(2), 445–460.

Sulistyo Aji, A. S. Z., & Arsanti, M. (2024). Tantangan literasi di Indonesia: menghadapi minat literasi yang rendah. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 8(7), 819–822.

Tahmidaten, L., & Krismanto, W. (2020). Permasalahan Budaya Membaca di Indonesia (Studi Pustaka Tentang Problematika & Solusinya). Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 22-33.

The Power of Reading. (2004). Portsmouth, NH: Heinemann.

UNESCO. (2006). Road Map for Arts Education. Lisbon: UNESCO.

UNESCO. (2023). Global Education Monitoring Report 2023. Paris: UNESCO.

UNICEF. (2019). Learning through Play: Strengthening Learning through Play in Early Childhood Education Programmes. New York: UNICEF.

Winner, Ellen, E., Goldstein, Thalia R., T. R., & Vincent-Lancrin, Stéphan, S. (2013). Art for Art's Sake? The Impact of Arts Education. Paris: OECD Publishing.

World Bank. (2018). World Development Report 2018: Learning to Realize Education's Promise. Washington, DC: World Bank.

Wright, Andrew, A., Betteridge, David, D., & Buckby, Michael, M. (2006). Games for Language Learning (3rd ed.). Cambridge: Cambridge University Press. .Susanti, E., Mauluddin, A. A., & Amelia, L. (2023). Literasi Sebagai Praktik Budaya di Kalangan Mahasiswa. Ilmiah Jurnal https://doi.org/10.5281/zenodo.10307092 Multidisipline, 1(11), 466-470.

Zalukhu, B. S., & Zalukhu, R. P. S. (2024). Analisis Rendahnya Minat Baca dan Gerakan Literasi Sekolah. IDENTIK: Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik, 1(03), 38.

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Prawita, E., Elmazkuri, H. A., Fitriah, S., Saraswati, N., Nujmi, L. K., & Fikni, Z. (2026). Berugak Belajar: Upaya Peningkatan Literasi dan Pengembangan Kreativitas Anak di Desa Pringgabaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(4), 5968–5976. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1549

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 27 Times || PDF Download : 5 Times