Edukasi Risiko Penggunaan Minyak Jelantah pada Tumbuh Kembang Anak di Dusun Olat Rarang Desa Labuhan Sumbawa

Authors

  • Nurlaila Agustikawati STIKes Griya Husada Sumbawa, Indonesia
  • Desy Fadilah Adina Putri STIKes Griya Husada Sumbawa, Indonesia
  • Lina Eta Safitri STIKes Griya Husada Sumbawa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1589

Keywords:

Edukasi Kesehatan, Kader Posyandu, Minyak Jelantah, Tumbuh Kembang Anak

Abstract

Kebiasaan menggunakan minyak goreng secara berulang (minyak jelantah) masih lumrah dijumpai di tingkat rumah tangga karena alasan efisiensi ekonomi dan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai risiko kesehatan. Padahal, konsumsi minyak jelantah memicu radikal bebas yang berisiko mengganggu absorpsi gizi dan menghambat tumbuh kembang anak (stunting). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap Kader Posyandu mengenai risiko penggunaan minyak jelantah pada tumbuh kembang anak.  Kegiatan dilaksanakan di Dusun Olat Rarang, Desa Labuhan Sumbawa dengan sasaran 16 orang Kader Posyandu. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif menggunakan media salindia (slide presentation) dan leaflet, yang dikombinasikan dengan demonstrasi fisik parameter kerusakan minyak. Evaluasi program menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas kader memiliki pengetahuan kategori kurang (56,25%) dan sikap kategori negatif (75,0%). Pasca-edukasi, terjadi peningkatan kapasitas yang signifikan, di mana 87,5% kader meraih kategori pengetahuan baik (skor meningkat dari 50,00 menjadi 95,00; p=0,000) dan 93,75% kader bergeser ke kategori sikap positif (skor meningkat dari 55,00 menjadi 85,00; p=0,000). Keunikan kegiatan ditunjukkan dengan tingginya antusiasme serta inisiatif kader melakukan demonstrasi mandiri (peer education). Sehingga dapat disimpulkan bahwa program edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif dan kesadaran afektif kader. Kader posyandu diharapkan dapat mengimplementasikan hasil edukasi ini sebagai materi penyuluhan rutin bagi ibu balita demi mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak di tingkat desa.

References

Aini, S. N., Lestari, P., & Ramadhan, G. (2024). Analisis pengaruh edukasi gizi interaktif terhadap pemahaman kader posyandu tentang pencegahan stunting di pedesaan [Interactive nutrition education analysis on posyandu cadres' understanding of stunting prevention in rural areas]. Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 45–53.

Alawiyah, T., & Fitriani, D. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga dengan perilaku penggunaan minyak goreng berulang (jelantah) [Correlation between housewives' knowledge level and repeated cooking oil usage behavior]. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 15(2), 74–82.

Artini, P. I. L. K. S., & Saryadi, A. (2023). Pemberdayaan kader kesehatan melalui pendekatan peer education untuk akselerasi pemahaman pola hidup bersih dan sehat (PHBS) [Health cadres empowerment through peer education approach to accelerate PHBS understanding]. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(2), 89–98. doi.org [1]

Budiman, A., & Wahyuni, S. (2024). Bahaya biokimia asam lemak trans dan senyawa peroksida minyak jelantah pada kesehatan pencernaan anak [Biochemical hazards of trans fatty acids and peroxide compounds in used cooking oil on children's digestive health]. Jurnal Teknologi dan Gizi Pangan, 5(1), 12–21.

Erviana, M., Pratama, R. A., & Hidayat, T. (2025). Determinants of health data utilization and nutrition screening behavior by Posyandu cadres [Faktor penentu pemanfaatan data kesehatan dan perilaku skrining gizi oleh kader Posyandu]. Journal of ICISTECH, 4(2), 190–198. https://icistech.org/index.php/icistech/article/download/272/194 [1]

Hamdy, M. F., Nugraheni, S. A., & Malik, A. (2023). Evaluating the knowledge, roles, and skills of health cadres in stunting prevention: A mixed-method review [Mengevaluasi pengetahuan, peran, dan keterampilan kader kesehatan dalam pencegahan stunting]. Journal of Primary Care and Public Health, 14(3), 112–120. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12107264/ [1]

Handayani, L., & Kurniawan, H. (2022). Karakteristik kimiawi minyak jelantah rumah tangga dan dampaknya terhadap hambatan absorpsi zat gizi mikro balita [Chemical characteristics of household used cooking oil and its impact on toddlers' micronutrient absorption inhibition]. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan, 10(2), 142–151.

Hasanah, U., & Sembiring, T. (2024). Health education lecture method combined with physical demonstration to increase posyandu cadres' knowledge about nutritional prevention [Metode ceramah edukasi kesehatan dikombinasikan dengan demonstrasi fisik untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan gizi]. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 13(1), 205–213. https://jurnal.edi.or.id/index.php/jiksh/article/view/416 [1]

Kartika, D., Agustine, D., & Sujana, D. (2022). Pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah rumah tangga sebagai upaya pencegahan risiko kesehatan dan pelestarian lingkungan [Training on household used cooking oil waste utilization as an effort to prevent health risks and environmental preservation]. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 452–459. [1, 2]

Lestari, W., & Rahmawati, E. (2025). Produksi pangan sehat bebas jelantah dan puding gizi berbasis pangan lokal untuk mendukung pola makan balita [Production of used-cooking-oil-free healthy food and local food-based nutritional pudding to support toddlers' diet]. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 105–114. https://ejournal.lumbungpare.org/index.php/jukemas/article/view/752 [1]

Manoppo, M. W., & Tarigan, A. (2026). Nutrition intervention and preventive education to reduce linear growth failure in children aged 6-59 months [Intervensi gizi dan edukasi preventif untuk mengurangi kegagalan pertumbuhan linier pada anak usia 6-59 bulan]. ResearchGate Publications, 12(1), 44–52. https://www.researchgate.net/publication/367065512_Nutrition_intervention_to_prevent_stunting_in_children_aged_6-59_months [1]

Marta, O. D., Ismarwati, I., & Suryani, L. (2022). Peran kader posyandu sebagai agen perubahan (agent of change) dalam edukasi kesehatan preventif di tingkat desa [The role of posyandu cadres as agents of change in preventive health education at the village level]. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(1), 115–122. doi.org [1]

Maulana, R., & Wati, L. (2026). Edukasi dampak penggunaan minyak jelantah bagi kesehatan anak dan pelatihan pemanfaatan limbah domestik [Education on the impact of used cooking oil usage on child health and training on domestic waste utilization]. Jurnal Abdi Masyarakat, 5(1), 76–85. https://abdi.ppj.unp.ac.id/index.php/abdi/article/view/1773 [1, 2]

Nugraheni, S., & Malik, R. (2023). Empowerment of Posyandu cadres in accelerating stunting reduction through primary healthcare interventions [Pemberdayaan kader Posyandu dalam mempercepat penurunan stunting melalui intervensi layanan kesehatan primer]. Atlantis Press Medical Sciences, 218, 302–310. https://www.atlantis-press.com/article/126023992.pdf [1, 2]

Purwaningsih, E., & Sukarsih, S. (2023). Analisis pembentukan senyawa akrolein pada minyak goreng berulang dan ancaman toksisitas jangka panjang bagi anak [Analysis of acrolein compound formation in repeatedly used cooking oil and long-term toxicity threats to children]. Jurnal Kimia Valensi, 9(2), 34–42.

Putri, M. S., & Utami, W. (2024). Overview of the level of knowledge and attitude of Posyandu cadres regarding toddler growth and child development monitoring [Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap kader Posyandu terkait pemantauan pertumbuhan balita dan tumbuh kembang anak]. Omni Health Journal, 6(1), 22–29. https://omnijournal.id/health/article/download/10/7 [1]

Rahayu, A., & Setiawan, B. (2024). Edukasi dan pemeriksaan kesehatan berkala sebagai strategi pencegahan akumulasi radikal bebas di masyarakat [Periodic health education and screening as a strategy to prevent free radical accumulation in the community]. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(4), 1102–1109. https://jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com/index.php/jpmba/article/download/2720/1967 [1]

Sari, N. L., Listari, N., & Herman, H. (2024). Edukasi bahaya dan tata cara disposal minyak jelantah berbasis keluarga sehat [Education on hazards and proper disposal methods of used cooking oil based on healthy families]. Jurnal Farmasi Asta, 5(2), 168–174. https://jurnalfarmasi.or.id/index.php/asta/article/view/546 [1]

Sukarsih, S., & Fitriani, D. (2020). Analisis pembentukan senyawa akrolein pada minyak goreng berulang dan dampaknya bagi kesehatan seluler anak. Jurnal Kimia Valensi, 6(1), 34–42. doi.org

Wani, A. L., Ara, A., & Usmani, J. A. (2015). Lead toxicity and oxidative stress: A comprehensive review. Interdisciplinary Toxicology, 8(2), 55–64. doi.org

Widhatama, B. S., Rifan, M., & Ardelia, V. (2025). Pemberdayaan masyarakat desa melalui edukasi pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna tinggi [Empowerment of village communities through education on used cooking oil processing into high-value functional products]. Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 711–722. https://centralpublisher.co.id/jurnalcentralpublisher/index.php/Publish/article/view/672 [1]

Yustina, I., & Siregar, F. (2026). Sosialisasi pengelolaan limbah minyak jelantah rumah tangga berbasis komunitas untuk pencegahan masalah gizi buruk [Community-based household used cooking oil waste management socialization to prevent malnutrition problems]. Jurnal Implementasi, 7(1), 15–24. https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/ji/article/view/1464

Downloads

Published

2026-07-27

How to Cite

Agustikawati, N., Putri, D. F. A., & Safitri, L. E. (2026). Edukasi Risiko Penggunaan Minyak Jelantah pada Tumbuh Kembang Anak di Dusun Olat Rarang Desa Labuhan Sumbawa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(4), 6193–6201. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1589

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 14 Times || PDF Download : 3 Times