Psikoedukasi Art Therapy Melukis Bebas Sebagai Upaya Peningkatan Mood Pasien Rawat Inap Jiwa di Soerojo Hospital Magelang

Authors

  • Annisa Mufti Hapsari Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Sabila Azka Khairani Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Wahyu Chandra Ullifa Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Sri Wahyu Andayani Soerojo Hospital, Indonesia
  • Fikrotul Hanifah Universitas Negeri Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1597

Keywords:

Art Therapy, Melukis Bebas, Mood, Psikoedukasi, Pasien Rawat Inap Jiwa

Abstract

Gangguan jiwa merupakan permasalahan kesehatan global yang berdampak pada jutaan individu, termasuk pasien rawat inap di rumah sakit jiwa yang rentan mengalami penurunan mood dan keterbatasan dalam mengekspresikan emosi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan mood positif pasien rawat inap Bangsal Lily 11 Soerojo Hospital Magelang melalui psikoedukasi yang mengintegrasikan art therapy melukis bebas, sekaligus memfasilitasi ekspresi emosi dan memberikan pengalaman terapeutik yang relaksatif. Mitra pengabdian adalah empat pasien wanita dewasa (usia 18-50 tahun) yang berada dalam kondisi kooperatif. Kegiatan dilaksanakan pada 27 April 2026 selama ±50 menit, meliputi pembukaan, pre-test, psikoedukasi mengenai mood dan art therapy, praktik melukis bebas menggunakan kanvas dan cat air, post-test, serta penutupan. Perubahan mood diukur menggunakan alat ukur sederhana yang mengadaptasi dimensi dari Four Dimension Mood Scale (FDMS) dan diperkuat dengan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa tiga dari empat peserta mengalami perubahan mood ke arah yang lebih positif setelah intervensi, antara lain peningkatan semangat, munculnya perasaan optimis, serta kemampuan mengekspresikan emosi secara nonverbal melalui lukisan. Satu peserta belum menunjukkan perubahan mood yang signifikan, namun mampu duduk fokus selama proses melukis. Temuan ini menegaskan bahwa psikoedukasi art therapy melukis bebas berpotensi menjadi modalitas pendukung yang efektif dalam rehabilitasi psikososial pasien rawat inap jiwa, sehingga disarankan untuk diterapkan secara rutin dengan jumlah sesi dan peserta yang lebih banyak

References

Adinugroho, I. (2016). Memahami mood dalam konteks indonesia: Adaptasi dan uji validitas four dimensions mood scale. JP3I, 5(2), 127-152. https://doi.org/10.15408/jp3i.v5i2.10790

Ajayi, O. I., Sadiku, I. A., Akintoyese, O. A., Kolawole, P. O., Ajirotutu, O. F., Akinkumi, F., Ajayi, A. O., Shaba, A. A., Pillot, G. O., & Olusegun, J. O. (2025). Psychosocial factors as predictors of relapse rate among substance use disorders patients in a mental health facility in Nigeria. International Journal of Innovative Science and Research Technology, 10(6), 1454-1462. https://doi.org/10.38124/ijisrt/25jun902

Al-Rasheed, E. S., & Al-Rasheed, M. S. (2023). The value of painting as a therapeutic tool in the treatment of anxiety/depression mental disorders. Journal of Interprofessional Education & Practice, 32, 100636. https://doi.org/10.1016/j.xjep.2023.100636

Amalia, I., & Hermawati, E. (2022). Hubungan karakteristik pasien skizofrenia terhadap tingkat kekambuhan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak. Jurnal Cerebellum, 8(2), 1–6. https://doi.org/10.26418/jc.v8i2.55889

Anwar, I. C. (2023, October 10). Info data kesehatan mental masyarakat Indonesia tahun 2023. Tirto.id. https://tirto.id/info-data-kesehatan-mental-masyarakat-indonesia-tahun-2023-gQRT

Apriani, N., Anggraini, N., & Manurung, A. (2026). Penerapan art therapy melukis bebas pada pasien halusinasi pendengaran. Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1), 304–313. https://doi.org/10.62383/quwell.v3i1.2950

Azhari, N. K., & Lestari, A. I. D. (2023). Penerapan art therapy melukis bebas untuk meningkatkan kemampuan pasien mengontrol halusinasi di rumah sakit jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang. Jurnal Keperawatan Sisthana, 8(2), 71-76. https://doi.org/10.55606/sisthana.v8i2.596

Barun, I., Svetinović, D., Vuk Pisk, S., Grošić, V., & Filipčić, I. (2023). Hidden face of pandemic – Case study of an art therapy process during the pandemic of the virus COVID-19. European Psychiatry, 66(Suppl 1), S371–S372. https://doi.org/10.1192/j.eurpsy.2023.806

Damayanti, D., & Kurniawan, B. E. (2026). Aplikasi evidence based nursing art therapy terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien dengan gangguan jiwa di ruang perawatan UPT RSUD Madani Palu. Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan, 3(1), 1045–1051. https://doi.org/10.62379/jipk.v3i1.1951

Dekawaty, A. (2026). Upaya pemberdayaan klien gangguan persepsi sensori (halusinasi pendengaran) dengan art therapy: Melukis bebas. Khidmah, 8(1), 117–122. https://doi.org/10.52523/khidmah.v8i1.592

Du, S.-C., Li, C.-Y., Lo, Y.-Y., Hu, Y.-H., Hsu, C.-W., Cheng, C.-Y., Chen, T.-T., Hung, P.-H., Lin, P.-Y., & Chen, C.-R. (2024). Effects of visual art therapy on positive symptoms, negative symptoms, and emotions in individuals with schizophrenia: A systematic review and meta-analysis. Healthcare, 12(11), 1156. https://doi.org/10.3390/healthcare12111156

El Jabiry, S.-E., Bouazzaoui, M. A., Elghazouani, F., & Oneib, B. (2025). Stress, coping strategies, and relapse among schizophrenia patients at the psychiatric hospital of Oujda, Morocco. Pan African Medical Journal, 52(97), 1-8. https://doi.org/10.11604/pamj.2025.52.97.44612

Febriyanti, A., Devita, Y., Erlin, F., & Nita, Y. (2025). Asuhan keperawatan jiwa dengan penerapan art therapy terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. MEDICA NUTRICIA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 20(1). https://doi.org/10.5455/mnj.v1i2.64

Gerami, M. (2021). The effects of group art therapy on reducing psychological stress and improving the quality of life in Iranian newcomer children. Canadian Journal of Art Therapy, 34(1), 8–17. https://doi.org/10.1080/26907240.2021.1883856

Holmqvist, G., & Lundqvist-Persson, C. (2023). A structured observation framework for evaluating clients’ inner change during and after art therapy. Art Therapy: Journal of the American Art Therapy Association,, 41(2), 56-64. https://doi.org/10.1080/07421656.2023.2240681

Idulfilastri, R. M., & Franscois, F. (2024). Perubahan mood mahasiswa saat kuliah sudah mulai offline. Jurnal Syntax Admiration, 5(5), 1818–1829. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i5.1170

Latifah, R. A., Yolanda, Y., & Indriati, T. (2025). The application of art therapy in patients with hallucinations: A literature review. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(2), 985-992. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i5.7042

Lavenia, A., Febriana, M., Rahayu, S., Fadhila, M., Faridah, S., & Budianto, Z. (2023). Kegiatan melukis sebagai media rekreasional pada pasien rawat inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 27–36. https://doi.org/10.54082/ijpm.69

Lestariyanah, S. (2025). Penerapan art therapy menggambar dan mewarnai terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien gangguan persepsi sensori. Journal of Mental Health, 2(1), 42–48. https://doi.org/10.63425/ljmh.v2i1.103

Menon, J., & Kandasamy, A. (2018). Relapse prevention. Indian Journal of Psychiatry, 60(4), 473-478. https://doi.org/10.4103/psychiatry.IndianJPsychiatry_36_18

Prasasti, A. T. A., Oktaviana, W., & Nugroho, A. (2025). Efektivitas art therapy: Menggambar terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ners, 9(2), 2363-2368. https://doi.org/10.31004/jn.v9i2.43390

Pulungan, Z. S. A., Ahmad, M., Hardiyati, & Purnomo, E. (2022). Terapi psikoedukasi keluarga meningkatkan kemandirian klien gangguan jiwa. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 5(3), 614-621. https://doi.org/10.33096/woh.vi.45

Shella, T. A. (2017). Art therapy improves mood, and reduces pain and anxiety when offered at bedside during acute hospital treatment. The Arts in Psycotherapy, 57, 59-64. https://doi.org/10.1016/j.aip.2017.10.003

Shukla, A., Choudhari, S., Gaidhane, A., & Quazi Syed, Z. (2022). Role of art therapy in the promotion of mental health: A critical review. Cureus, 14. https://doi.org/10.7759/cureus.28026

Sianturi, R., Javalusia, A., Nazifah, H. N., Putri, L. A., Mubina, M. F., Prasetyo, M. R., Sari, N., Purnamasari, R., Putri, S. M., Hamdi, S. S., & Putri, V. W. (2025). Penerapan art therapy sebagai penanganan orang dengan gangguan jiwa: Literature review. JMK: Jurnal Mitra Kesehatan, 8(1), 51-60. https://doi.org/10.47522/jmk.v8i1.377

Soerojo Hospital (2025). Jumlah pasien psikiatri Rumah Sakit Prof. dr. Soerojo Kota Magelang per bulan. DataGo Kota Magelang. https://datago.magelangkota.go.id/frontend/item-dda/index?item=929

Susanti, Y., Virgo, G., Simatupang, T. (2024) Terapi menggambar bebas terhadap pasien halusinasi di Ruangan Mandau 1 Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Science: Indonesian Journal of Science, 1(3), 349-359. https://doi.org/10.31004/science.v1i3.91

Sutanto, T. P., & Saputra, B. R. A. (2023). Efektivitas intervensi psikoedukasi dalam meningkatkan pengendalian diri (self-control) pada remaja di MTSN 2 Surabaya. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 20(2), 171-187. https://doi.org/10.14421/hisbah.2023.202-05

World Health Organization. (2004). Prevention of mental disorders: Effective interventions and policy options. World Health Organization. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/43027/924159215X_eng.pdf

Zaenal, & Rosida. (2025). Efektivitas terapi seni (art therapy) terhadap ekspresi emosi pada pasien dengan gangguan jiwa. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 106-116. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.846

Downloads

Published

2026-08-11

How to Cite

Hapsari, A. M., Khairani, S. A., Ullifa, W. C., Andayani, S. W., & Hanifah, F. (2026). Psikoedukasi Art Therapy Melukis Bebas Sebagai Upaya Peningkatan Mood Pasien Rawat Inap Jiwa di Soerojo Hospital Magelang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 5(1), 26–34. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1597

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 1 Times || PDF Download : 0 Times