Penguatan Ekonomi Lokal melalui Pendampingan UMKM Berbasis Wisata Edukasi Biogas dan Aman Bencana di Desa Karangpakis, Cilacap

Authors

  • Aprillia Findayani Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Juhadi Juhadi Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Rahma Hayati Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Ariyani Indrayati Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Wahyu Setyaningsih Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Khoirul Anwar Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Dian Purbo Utomo Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Nurfinda Ami Safina Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Rakhan Azzurry Yulianto Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Dwi Septiarini Nurfathonah Universitas Negeri Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1598

Keywords:

UMKM, Wisata Edukasi, Biogas, Mitigasi Bencana, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Karangpakis

Abstract

Desa Karangpakis, Kabupaten Cilacap, memiliki potensi pengembangan ekonomi lokal melalui pemanfaatan biogas yang berasal dari limbah peternakan. Potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata edukasi maupun sebagai penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, desa ini berada di kawasan pesisir selatan Jawa yang memiliki risiko terhadap ancaman gempa bumi megathrust dan tsunami, sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penguatan ekonomi dengan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha berbasis wisata edukasi biogas sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, kelompok peternak, perangkat desa, PKK, dan Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh aspek pelatihan, meliputi pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif (54% menjadi 88%), pengembangan wisata edukasi (49% menjadi 86%), pengemasan dan pemasaran produk UMKM (58% menjadi 90%), mitigasi gempa bumi dan tsunami (46% menjadi 87%), serta kesiapsiagaan bencana (51% menjadi 89%). Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini menghasilkan konsep pengembangan wisata edukasi biogas yang terintegrasi dengan edukasi mitigasi bencana serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa integrasi pemberdayaan UMKM, wisata edukasi, energi terbarukan, dan pengurangan risiko bencana dapat menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh terhadap bencana.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap. (2023). Kabupaten Cilacap dalam Angka 2023. Cilacap: BPS.

Bahri, A. S., Sugiarto, Hendratono, T., Palupi, S., Amelia, R., & Jason. (2024). Mitigating operational risk in community-based tourism: Evidence from Tugu Utara Tourism Village, Indonesia. Journal of Tourism Sustainability, 5(2).

BNPB. (2021). Pedoman Pengurangan Risiko Bencana di Kawasan Pesisir. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Cordova-Buiza, F., Medina-Viruel, M. J., & Pérez-Gálvez, J. C. (2025). Community-based rural tourism: A mapping technique analysis study from 2005 to 2023. Humanities and Social Sciences Communications, 12, 527.

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Cilacap. (2023). Laporan Pembinaan Industri Kecil dan Menengah. Cilacap.

Dioha, M. O., Kumar, A., & Igbokwe, P. K. (2022). Biogas technology adoption for sustainable rural development: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 158, 112111.

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-Based Tourism: A Success? ICRT Occasional Paper, 11, 1–37.

IRENA. (2021). Renewable Energy for Rural Development. Abu Dhabi: International Renewable Energy Agency.

Karim, T. Z., Siregar, H., Mulatsih, S., & Tjahjono, B. (2024). Bibliometric analysis of tourism development based on disaster mitigation through the Scopus database. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 14(4), 719–734.

Kementerian ESDM RI. (2020). Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kementerian Koperasi dan UKM RI. (2022). Perkembangan Data UMKM di Indonesia. Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (2021). Pedoman Pengembangan Desa Wisata. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

Kurniawan A, Prasetio JE. Environmental analysis and impact on green business strategy and performance in SMEs post the Covid-19 pandemic. Cogent Economics & Finance. 2024;12(1):1-25.

Lane, B. (2009). Rural tourism: An overview. The SAGE Handbook of Tourism Studies, pp. 354–370.

Manyara, G., & Jones, E. (2007). Community-based tourism enterprises development in Kenya: An exploration of their potential as avenues of poverty reduction. Journal of Sustainable Tourism, 15(6), 628–644.

Murphy, P. E. (1985). Tourism: A Community Approach. New York: Routledge.

Nuryanti, W. (1993). Concept, Perspective and Challenges of Heritage Tourism. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

OECD. (2020). Tourism Policy Responses to COVID-19. Paris: Organisation for Economic Co-operation and Development.

Pemerintah Kabupaten Cilacap. (2022). Program Pengembangan Industri dan UMKM. Cilacap.

Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. New York: Free Press.

Rasoolimanesh, S. M. (2022). Community participation and sustainable tourism development: A systematic literature review. Journal of Sustainable Tourism.

Sakir, Kusumasari, B., Suripto, & Abhipraya, F. A. (2024). Meta-analysis of tourism development aware disaster potential: Bibliographic analysis of disaster management on tourism scope. Journal of Governance and Public Policy, 12(2).

Sekretariat Kabinet RI. (2024). Arah Kebijakan Pembangunan Nasional (Asta Cita). Jakarta.

Suansri, P. (2003). Community Based Tourism Handbook. Bangkok: Responsible Ecological Social Tours (REST).

Suyatna, H., Indroyono, P., Yuda, T. K., & Firdaus, R. S. M. (2024). How community-based tourism improves community welfare? A practical case study of "Governing the Commons" in rural Nglanggeran, Indonesia. International Journal of Community and Social Development, 6(1), 77–96.

Tambunan, T. (2019). Development of Micro, Small and Medium Enterprises in Indonesia. Jakarta: LP3ES.

United Nations. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York: United Nations.

UNWTO. (2019). Tourism and Rural Development. Madrid: World Tourism Organization.

Wahyudi, J., Prasetyo, A., & Nugroho, S. (2020). Pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif di pedesaan. Jurnal Energi Terbarukan Indonesia, 9(2), 95–104.

Zielinski, S., Jeong, Y., Kim, S. I., & Milanés, C. B. (2020). Why community-based tourism and rural tourism in developing countries are failing to achieve sustainability. Sustainability, 12(4), 1596.

Downloads

Published

2026-07-27

How to Cite

Findayani, A., Juhadi, J., Hayati, R., Indrayati, A., Setyaningsih, W., Anwar, K., Utomo, D. P., Safina, N. A., Yulianto, R. A., & Nurfathonah, D. S. (2026). Penguatan Ekonomi Lokal melalui Pendampingan UMKM Berbasis Wisata Edukasi Biogas dan Aman Bencana di Desa Karangpakis, Cilacap. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(4), 6184–6192. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1598

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 19 Times || PDF Download : 0 Times