Edukasi Meminum Obat Cacing dan Tablet Tambah Darah pada Anak Sekolah Dasar Negeri Tatah Belayung Baru Desa Tatah Belayung Baru
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v5i1.1682Keywords:
anak sekolah, obat cacing, penyuluhan, SDN Tatah Belayung BaruAbstract
Latar Belakang : Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan regulasi pencegahan penyakit infeksi parasit melalui Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Kecacingan. Implementasi operasional dari kebijakan ini diwujudkan melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan. Berdasarkan survey awal wawancara dengan kurang lebih 5 murid setiap perwakilan kelas rata-rata murid menyatakan menerima obat cacing tersebut namun tidak meminumnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi tentang meminum obat cacing dan TTD yang dibagikan. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan anak tentang manfaat obat cacing dan TTD yang dibagikan rutin pada bulan Februari dan Agustus serta meningkatkan motivasi anak untuk mengkonsumsi obat cacing dan TTD. Hasil : Penilaian akhir melalui post test setelah pemberian materi menunjukkan meningkatnya pemahaman yang sangat signifikan di antara seluruh peserta. Murid dengan tingkat pengetahuan kategori kurang berhasil ditekan hingga tidak ada sama sekali (0%), sementara kategori cukup menjadi 37%, dan kategori baik meningkat drastis hingga mencapai 63%. Kesimpulan: Keberhasilan peningkatan pengetahuan lebih dari dua kali lipat ini membuktikan efektivitas metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, penggunaan media visual, serta pembagian buku saku dalam membantu siswa memahami informasi secara optimal.
References
Adyani, K., Apriliana, S. D., & Susilowati, E. (2024). Pengaruh Media Edukasi terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia : Literature Review The Effects of Educational Media on Female Adolescent Knowledge of Anemia : Literature Review. Faletehan Health Journal, 11(2), 126– 134. https://doi.org/10.33746/fhj.v11i02.683.
Agustin, S. K., Ramadhani, A., Herlina, M. I., Imafluchah, I. K., Putri, N. S. D., & Atmadani, R. N. (2023). Penyuluhan bahaya cacingan bagi siswa sekolah dasar sebagai upaya mewujudkan anak Indonesia sehat dan berprestasi. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 4(1), 257–263. https://doi.org/10.33394/jpu.v4i1.5743
Asrori, A., Edyansyah, E., Nurhayati, N., Mutolib, A., Karwiti, W., & Dani, H. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi Soil Transmitted Helminth pada siswa sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(1), 24–29. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol10.Iss1.1411
Balqis, N., Fadhly, Z. And Az, M. (2021) ‘Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (Sipd) Pada Dinas Transmigrasi Dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Barat’, Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 11(1), Pp. 146–161. Available At: Https://Doi.Org/10.33701/Jiwbp.V11i1.1953.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. (2017). Sosialisasi program pemberian obat pencegahan kecacingan pada pertemuan lokmin linsek. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. https://kesehatan.jogjakota.go.id/berita/id/178/
Errisya, M. K. (2025). Pelaksanaan program pemberian obat cacing pada anak sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Promotif Preventif, 8(1), 460-466. http://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP
Gunawan, S. P. A. K., Dwipayanti, N. M. U., & Sujaya, I. N. (2023). Hubungan Perilaku Higiene Dan Sanitasi Perorangan Serta Prevalensi Kecacingan Terhadap Status Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Kubu. Archive of Community Health, 10(2), 373. https://doi.org/10.24843/ach.2023.v10.i02.p16
Hastuti, D., & Yulfatussa’diyah. (2022). Pengaruh intervensi penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit kecacingan di Posyandu Baleagung, Grabag, Magelang. Pharmanaja: Pharmaceutical Journal of UNAJA, 1(2), 44–53. https://doi.org/10.35141/pharm.v1i2.397
Irianto, F. S., Azahra, S., & Makkadafi, S. P. (2023). Analisis kadar hemoglobin pada anak terinfeksi kecacingan di Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 10(11), 3335-3341. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i11.10867
Jabbar, A., Nasrudin, N., Halik, H., Wahyuni, W., Malik, F., Akib, N. I., Suryani, S., Solo, D. M., Sida, N. A., Mubarak, M., & Y, M. I. (2024). Pencegahan stunting pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurul Magfirah Kendari dengan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM). Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 3(1), 16-20. https://doi.org/10.55681/devote.v3i1.2502
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Kecacingan. Kementerian Kesehatan RI.
Lailatusyifa, N., Sartika, R. A. D., & Nuryati, T. (2022). Determinan kejadian kecacingan pada siswa SD. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1), 57–67. https://doi.org/10.33221/jikm.v11i01.1007
Meilani, I. L., Mamuroh, L., & Shalahuddin, I. (2023). Pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak usia 1–4 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4073–4080. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4880
Permatasari, C., & Huda, N. (2022). Analisis kualitas pelayanan lembaga amil zakat terhadap loyalitas muzaki. As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal, 1(1), 39–56. https://doi.org/10.56672/syirkah.v1i1.8
Puskesmas Batang Peranap. (2021). Pemberian obat cacing pada anak sekolah. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu. https://dinkes.inhukab.go.id/batangperanap/2021/04/07/pemberian-obat-cacing-pada-anak-sekolah/
Rahma, N. A., Zanaria, T. M., Nurjannah, N., Husna, F., & Putra, T. R. I. (2020). Faktor risiko terjadinya kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 29–33. https://doi.org/10.26714/jkmi.15.2.2020.29-33
Rahma, N. A., Zanaria, T. M., Nurjannah, N., Husna, F., & Putra, T. R. I. (2020). Faktor risiko terjadinya kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 29–33. https://doi.org/10.26714/jkmi.15.2.2020.29-33
Riyanto, R., Oktaviani, I., Sariyanto, I., & Mulyani, R. (2024). Edukasi Peningkatan Pengetahuan tentang Stunting , Skrining Anemia dan Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri. Journal of Human And Education, 4(2), 306–315. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jh.v4i2.1159.
Sari, G. K., Masriah, M. R., & Wulandari, D. (2023). Sosialisasi mengenai kepatuhan minum obat cacing bagi anak-anak SD. JPKM Cahaya Negeriku, 3(1).
Shofi, M., Munawaroh, S., & Malasari, T. N. (2022). Prevalensi infeksi Soil Transmitted Helminths pada feses siswa SDN Plosokerep 2 Kota Blitar setelah pengobatan albendazole. Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya, 3(1), 8–15. https://doi.org/10.56399/jst.v3i1.26
Siampa, I. T. A., Hasan, W., Aulia, F., Ernalifia, E., Saputri, S., Rustam, S. N., Fuad, M., Ikhsan, M., Syam, A., Asrianti, T., & Rachmat, M. (2022). Upaya Pencegahan Stunting Melalui Edukasi dan Pemberian Tablet Tambah Darah pada Sasaran Kunci di Desa. Poltekita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 174–183. https://doi.org/https://doi.org/10.33860/pjpm.v3i2.914.
Sofiana, L., Gustina, E., & Pratiwi, L. L. (2019). Hubungan antara kecacingan dengan anemia pada siswa-siswi Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Moyudan, Sleman. Medika Respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(2), 95-102. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/
Suriani, E., Irawati, N., & Lestari, Y. (2020). Analisis faktor penyebab kejadian kecacingan pada anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang tahun 2017. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4), 81–88. https://doi.org/10.25077/jka.v8i4.1121
Syaffikka, S., Jafriati, & Handayani, L. (2025). Faktor yang berhubungan dengan infeksi telur cacing Soil Transmitted Helminths pada siswa TK Wulele Sanggula II Kecamatan Kambu Kota Kendari. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo, 6(1), 99–104. https://doi.org/10.37887/jkl-uho.v6i1.21
Syahnuddin, M., Gunawan, G., Sumolang, P. P. F., & Lobo, L. T. (2017). Hubungan anemia gizi dengan infeksi kecacingan pada remaja putri di beberapa SLTA di Kota Palu. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 27(4), 223-228. https://doi.org/10.22435/mpk.v27i4.5607.223-228
Triana, D., Fadhurrohman, G. R., Karima, N., Sinuhaji, B., & Sudarsono, W. (2022). Soil-transmitted helminths infection: The severity levels of anemia and concentration levels in Bengkulu City. Unnes Journal of Public Health, 11(2), 113–121. https://doi.org/10.15294/ujph.v11i2.42472
Trisasmita, L., Nur, S., Dwiana, A., Sari, V. I., Putra, V. A., Pitra, P., Basri, I. W., & Lambang, A. (2025). Edukasi dan Suplementasi Tablet Tambah Darah untuk Pencegahan Anemia Remaja di SMPN 2 Labakkang, Kabupaten Pangkep. Jurnal Pengabdian Gizi Dan Kesehatan MasyarakatIndonesia, 2(2), 136–146. https://doi.org/https://doi.org/10.53823/jpgkm.v2i2.114
Tumiwa, M. J., Kandou, G. D., & Kepel, B. J. (2021). Aspek nonfarmakologis pengobatan albendazol pada cacingan: Review sistematis. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 2(2), 1–13. https://doi.org/10.35801/ijphcm.v2i2.34540
Us, H., Fitriani, A., Fatiyani, F., & Friscila, I. (2024). Pelatihan Kader Peduli Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Putri Di SMP Dan SMA Training For Tablet Blood Booster Cadres For Teenage Girls In Junior High School And High School. Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal, 2(2), 7–14. https://doi.org/https://doi.org/10.57213/compromisejournal.v2i2.246
World Health Organization. (2023). Guidelines on deworming and helminth control in at-risk populations.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurhadiah Nurhadiah, Juda Julia Kristiarini, Gunarmi Gunarmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















