Menghidupkan Ingatan Budaya Melalui Inovasi Motif Batik Sritanjung Berbasis Relief Candi Penataran
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v5i1.1749Keywords:
batik, relief Candi Penataran, Sritanjung, warisan budayaAbstract
Warisan budaya lokal menghadapi tantangan akibat perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, dan kuatnya pengaruh budaya populer yang berpotensi mengurangi perhatian generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah. Banyuwangi memiliki kekayaan budaya berupa kisah Sritanjung yang memiliki nilai moral, historis, dan simbolik serta berkaitan dengan relief Candi Penataran. Pengintegrasian warisan tersebut ke dalam seni batik menjadi salah satu strategi kreatif untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus menghadirkan kembali ingatan kolektif masyarakat. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan mengembangkan motif batik Sritanjung yang terinspirasi dari relief Candi Penataran serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan apresiasi peserta terhadap sejarah dan budaya Banyuwangi. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara luring melalui empat tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan inovasi, serta pengembangan dan evaluasi. Pelatihan meliputi pengenalan sejarah Sritanjung, pengembangan sketsa, pencantingan, pewarnaan, finishing, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pameran hasil karya. Hasil: Kegiatan menghasilkan inovasi motif batik Sritanjung berbasis relief Candi Penataran dalam bentuk kain batik serta dokumentasi digital. Pelatihan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah unsur sejarah dan budaya menjadi karya batik yang bernilai estetis, edukatif, dan ekonomis. Pengembangan motif juga meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal, membuka peluang diversifikasi produk, serta memperkuat Sritanjung sebagai bagian dari Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Banyuwangi.
References
Adriyani, L. W., Rizki, N. A., Fakhriyyana, A. K., Febrianna, I. S., Nuresa, A. R., & Febriana, A. V. (2026). Pengembangan keterampilan masyarakat melalui pelatihan batik ecoprint di Kelurahan Mojorejo Kota Madiun. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(5), 2037–2043. https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i5.4643
Amirudin, A., dkk. (2026). Pengembangan motif batik berbasis kisah lokal untuk memperkuat identitas budaya masyarakat. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(3), 894–900. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25974
Andhisti, K. (2022). The transformation of Majapahit temple ornaments into batik motifs. ARTISTIC: International Journal of Creation and Innovation, 3(2), 177–191. https://doi.org/10.33153/artistic.v3i2.4524
Fakhrihun Na’am, M., Prasetyaningtyas, W., Syakir, Setyowati, E., Musdalifah, Prayitno, T., Miftahunnajah, N. A. P., Alfalah, S., Rahma, M. M., & Rahim, S. A. (2026). Penciptaan motif batik berbasis kearifan lokal di Desa Mangunsari untuk penguatan industri kreatif. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 7(2), 848–860. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v7i2.2841
Furqorina, R., Triandika, L. S., Agusalim, M., & Firdaus, M. I. (2025). Kreasi motif batik khas Malangan oleh Komunitas Preman Super. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 10(2), 275–280. https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v10i2.5804
Hadi, A., Romadloni, S., & Pradana, D. A. (2026). Etnohistoris Batik Gajah Oling pada Umah Batik Sayuwiwit Temenggungan Banyuwangi sebagai upaya ketahanan budaya. Jurnal Sangkala, 5(2), 111–124. https://doi.org/10.62734/js.v5i2.1023
Hakim, L., Rahmanto, H. R., Kristanto, S. P., & Yusuf, D. (2023). Klasifikasi citra motif Batik Banyuwangi menggunakan convolutional neural network. Jurnal Teknoinfo, 17(1). https://ejurnal.teknokrat.ac.id/index.php/teknoinfo/article/view/2342
Harlina, T., & Handayani, E. (2022). Klasifikasi motif batik Banyuwangi menggunakan metode K-Nearest Neighbor (K-NN) berbasis Android. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika), 7(1), 82–96. https://doi.org/10.29100/jipi.v7i1.2411
Harsanto, B., Kasumaningrum, Y., Mulyana, A., Faisal, Y. A., & Hadjielias, E. (2026). Sustainable innovation in craft-based SMEs: A mixed-method study of Indonesian batik communities. Small Business Economics, 67, 299–336. https://doi.org/10.1007/s11187-026-01201-y
Hidayat, N., Urei, M. M., Rahmi, N., Wulandari, E., Felisyashandi, F., Saptaputra, A. R., & Agung, K. (2025). Eksistensi tenun sebagai warisan budaya: Pengenalan dan pelestarian untuk generasi muda di Jl. Pangeran Diponegoro RT 23 RW 08, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah. Karya Nyata: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(4), 203–211. https://doi.org/10.62951/karyanyata.v2i4.2585
Inayah, F., Wulandari, S. R., Hamka, D. W., Kurniawan, R., & Izmi, S. A. (2023). Pelatihan batik tulis berbasis kearifan lokal untuk peningkatan keterampilan siswa SMA Negeri 4 Pare-Pare. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri (JPMM), 1(2), 1–7. https://doi.org/10.556442
Indiarti, W. (2025). Lontar Sri Tanjung: Narasi, simbol, dan ingatan. Manuskripta, 15(1), 31–57. https://doi.org/10.33656/manuskripta.v15i1.176
Made, N., & Parwati, L. (2025). Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Seni untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045. E-Journal Unmas, 2, 1–11. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.4395
Magdalena, L., Febima, M., Hatta, M., Fakhrudin, M. U., & Solihin, U. (2025). Development of skills and hand-drawn batik training based on local wisdom to foster independent and creative students. Journal of Sustainable Communities and Development, 3(2). https://doi.org/10.63158/SCD.v3i2.47
Marodiyah, I., Taurusta, C., Febriansah, R. E., Ramdhani, A. P., Fidayati, A., Ardiansyah, R., & Nurdin, M. T. J. (2024). Optimization of production and marketing of stamped batik based on local wisdom through digital marketing. Community Empowerment, 9(11), 1716–1723. https://doi.org/10.31603/ce.12355
Megasari, M., Anwar, A., Hasbullah, H., Alie, M. S. J., & Bakti, U. (2025). Pelatihan melukis batik. Community Development Journal, 6(1), 501–504. Doi:10.15408/jkv.v3i1.326.
Mozin, S. Y., Tantu, R., Pakaya, S. R., Fadillah, G. E., & Kadir, R. (2025). Pengaruh
globalisasi terhadap pelestarian budaya Indonesia. Journal of Innovative and
Creativity, 5(3), 29621–29627. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.4395
Ningsih, M., & Ramadhani, R. S. (2021). Pengembangan motif batik etno Majapahit pada komunitas pembatik Desa Lakardowo Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Prapanca: Jurnal Abdimas, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.37826/prapanca.v1i1.128
Nugraha, G., Adnyana, I. W., & Karja, W. (2022). Iconography of woman image in Sri Tanjung relief at Candi Surowono. Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.59997/jacam.v1i1.1591
Nurcahyanti, D., & Affanti, T. B. (2018). Pengembangan desain batik kontemporer berbasis potensi daerah dan kearifan lokal. Jurnal Sosioteknologi, 17(3), 391–402. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2018.17.3.7
Oktyajati, N., Mayasari, S., Khaerudin, A., Purnomo, I. A. D. W., & Purwati, S. (2023). Pelestarian warisan budaya batik Indonesia melalui workshop dan seminar pertukaran budaya dari empat negara Asia. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 340–349. https://doi.org/10.556442
Ongko, E. S., Syahrurridhani, A., & Sutrisno, A. A. K. (2022). Kajian motif Batik Gajah Oling dalam busana Tari Gandrung khas Banyuwangi dengan pendekatan etnosemiotika dan estetika. Jurnal Kajian Seni, 9(1). https://doi.org/10.22146/jksks.75661
Purwastuti, L. A. (2022). Batik as a craft teaching-learning medium to preserve values of local wisdom in elementary schools in Bantul, Indonesia. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 22(2). https://doi.org/10.21831/hum.v22i2.53888
Qiram, I., Buhani, & Rubiono, G. (2018). Batik Banyuwangi: Aesthetic and technical comparison of coastal batik. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 1(2), 79–85. https://doi.org/10.31091/lekesan.v1i2.407
Rosyada, M., & Tamamudin. (2020). Pengembangan ekonomi kreatif batik tulis Kota Pekalongan sebagai upaya pelestarian budaya dan peningkatan pendapatan masyarakat. Darmabakti: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 41–50. https://doi.org/10.31102/darmabakti.2020.1.2.41-50
Sabrina, A., Dewi, R., & Fitiana. (2022). Pelestarian motif batik Aceh pada usaha Hi Batik. Jurnal Busana dan Budaya, 2(2), 211–220. https://doi.org/10.24815/jbb.v2i2.32757
Utami, K. R., & Holis, M. N. (2023). Penggunaan informasi akuntansi manajemen dalam pengambilan keputusan pada ekonomi kreatif batik. Widya Amerta: Jurnal Manajemen Fakultas Ekonomi, 10(2), 60–74. https://doi.org/10.37637/wa.v10i2.1687
Widiastuti, F., Erida, E., Setiawati, R., Yuniarti, Y., & Hendriyaldi. (2024). Batik sebagai identitas lokal: Mengangkat kembali motif-motif khas daerah untuk peningkatan nilai jual melalui peningkatan mutu dan inovasi motif batik khas Pangkal Babu. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 4(6), 142–147. https://doi.org/10.59818/jpm.v4i6.913
Widiyahseno, B., Widaningrum, I., Djuwitaningsih, E. W., & Sugianti. (2020). PKM Batik: Pengembangan Potensi Batik Ponorogo. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 36–43. https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v5i1.1428
Wijaya, M. A., & Perdana, C. (2023). Perancangan Focus Group Discussion sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam membangun desa berbasis website. Jurnal Sistem Informasi Galuh, 1(2), 59–67. https://doi.org/10.25157/jsig.v1i2.3206
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agus Hermawan, Miftakhul Rohman, Ahmad Saifudin, Ahmad Sulthoni, Hervina Nurullita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















