Health Education Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Seksual Pra nikah di SMA N 2 Kotamobagu
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.208Keywords:
health education, kesehatan reproduksi, remajaAbstract
Di Indonesia, data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa sekitar 28% remaja pernah melakukan aktivitas seksual sebelum menikah. Ironisnya, sebagian besar dari mereka mengaku tidak memiliki informasi yang cukup mengenai konsekuensi dari perilaku tersebut. Riset Kementerian Kesehatan tahun 2021 yang menyebutkan bahwa rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi berdampak langsung pada tingginya angka kehamilan remaja, penyebaran IMS, dan gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi. Tujuan penyuluhan kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan remaja di SMA N 2 Kotamobagu. Metode kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap remaja tentang seksual pra nikah ini di lakukan dengan metode ceramah interaktif dan sesi tanya jawab pada tahap evaluasi melalui pre-test dan post-test disertai dengan pembagaian leaflet. Hasil penyuluhan yang didapatkan yaitu adanya perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan, ketercapaian jumlah peserta kegiatan, antusiasme peserta bertanya dalam sesi tanya jawab. Kesimpulan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat menumbuhkan ketertarikan remaja dalam mengkaji pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap remaja tentang seksual pra nikah serta meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa-siswi SMA N 2 Kotamobagu tentang Bahaya seksual pra nikah.
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2022). Laporan Tahunan BKKBN 2022. BKKBN.
CDC. (2017). Youth Risk Behavior Surveillance — United States, 2017. Centers for Disease Control and Prevention.
Departemen Kesehatan RI. (2010). Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill. https://www.who.int
Kalangi, R. S., Mangkey, E. M., & Kandowangko, N. Y. (2017). Penyuluhan kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit menular seksual pada remaja. Jurnal Keperawatan, 5(2), 60–67.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). (2021).
Loho, S., Langi, H. C., & Rompas, R. D. G. (2020). Peran penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan seksual remaja. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Komunitas, 8(1), 45–52.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka Cipta.
Nuryana, Z., Lestari, D., & Hidayat, A. (2022). Kesehatan remaja dan pendidikan seksual: Perspektif perkembangan. Yogyakarta: Deepublish.
Panduan Pencegahan Perkawinan Anak.
Puspita, A. (2017). Tantangan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(3), 225–234.
Rodiyah, N. (2022). Peran keluarga dalam membentuk sikap remaja terhadap seksualitas. Jurnal Sosial dan Pendidikan, 10(2), 123–130.
Santrock, J. W. (2014). Adolescence (15th ed.). McGraw-Hill Education.
Tuhuteru, H., Rehalat, N., & Manuputty, M. (2021). Pendidikan kesehatan dan perubahan perilaku siswa tentang seksualitas. Jurnal Promkes, 9(1), 33–40.
UNICEF. (2020). Comprehensive Sexuality Education: The Challenges and Opportunities. https://www.unicef.org/education/comprehensive-sexuality-education
Usia, M., Damayanti, R., & Sari, P. (2020). Pengaruh media sosial terhadap pengetahuan remaja tentang seksualitas. Jurnal Komunikasi dan Kesehatan, 12(4), 198–204.
Wahyuni, S., & Nurjanah, S. (2019). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Berbasis Sekolah. Jurnal Promosi Kesehatan, 7(1), 30–38.
WHO. (2011). Guidelines on Preventing Early Pregnancy and Poor Reproductive Outcomes Among Adolescents in Developing Countries.
World Health Organization. (2018). Global Accelerated Action for the Health of Adolescents (AA-HA!): Guidance to support country implementation. WHO.
World Health Organization. (2022). Sexually transmitted infections (STIs). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)Mustika, S., & Hasanah, D. (2018).
Zulkarnain, I. (2018). Remaja dan Seksualitas: Tantangan dalam Era Digital. Jurnal Psikologi Sosial, 16(2), 150–160.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gita Sandy Patonengan, Suci Rahayu Ningsih, Siska Sibua, Sarman Sarman, Dewa Bintang Mokoginta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















