Strategi Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Penyakit Demam Berdarah yang Terjadi di Kota Gunungsitoli

Authors

  • Hezkiel Mei Alsion Harefa Universitas Nias, Indonesia
  • Darman Iman Telaumbanua Universitas Nias, Indonesia
  • Dewi Novita Putri Zai Universitas Nias, Indonesia
  • Asmawati Tafonao Universitas Nias, Indonesia
  • Asindar Nazara Universitas Nias, Indonesia
  • Juniria Waruwu Universitas Nias, Indonesia
  • Brian Mitra Putra Halawa Universitas Nias, Indonesia
  • Yufentinus Gulo Universitas Nias, Indonesia
  • Faeri Putri Setia Telaumbanua Universitas Nias, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.245

Keywords:

kesadaran masyarakat, sosialisasi, fogging, Gunungsitoli, demam berdarah dengue

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk Kota Gunungsitoli. Angka kejadian DBD yang fluktuatif menunjukkan perlunya strategi komprehensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan. Pengabdian pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap DBD melalui kegiatan sosialisasi di sekolah dan desa, serta pelaksanaan fogging. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif di SMA Negeri 1 Gunungsitoli, SMA BNKP Gunungsitoli, dan SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli, serta beberapa desa di Kota Gunungsitoli. Selain itu, dilakukan pula kegiatan fogging massal di area yang diidentifikasi sebagai zona rawan DBD. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dan masyarakat desa tentang siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, gejala DBD, dan pentingnya Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3M Plus). Kegiatan fogging yang bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli turut mendukung upaya pengendalian vektor. Disimpulkan bahwa kombinasi edukasi dan intervensi fisik efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD.

References

Kemenkes, R. I. (2021). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Infeksi Dengue Anak dan Remaja. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: rineka cipta, 20.

Pengantar, Kata. (2020). “Kota Gunungsitoli.” Wikipedia.Org.

WHO. (2023). “Dengue and Severe Dengue.” Who (1):1–3.

Sari, T. W., & MS, Y. (2019). Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Rumah Tangga tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Collab Med J, 2(3), 144-52.

Widiastuti, I., & Widjanarko, B. (2021). Hubungan antara perilaku 3M Plus dengan kejadian DBD di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(2), 105–112.

Rahayu, S., & Permana, I. (2022). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan demam berdarah di RW 03 Kelurahan Sukamiskin. Jurnal Abdimas BSI, 5(1), 20–25.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Prabowo, R., & Sari, Y. (2020). Faktor risiko kejadian DBD di Kecamatan X Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 25–32.

Yusuf, M., & Utami, R. (2021). Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dalam pencegahan DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(1), 68–74.

Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. (2022). Situasi Penyakit Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lestari, P., & Wulandari, S. (2020). Strategi komunikasi kesehatan untuk peningkatan kesadaran pencegahan DBD. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 11(2), 145–154.

Susanto, H., & Nugroho, D. (2023). Efektivitas program pemberantasan sarang nyamuk dalam menurunkan kasus DBD di Surabaya. Jurnal Promkes, 11(1), 32–39.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Kemenkes RI.

Arief, F., & Wahyuni, S. (2022). Edukasi kesehatan berbasis masyarakat untuk pencegahan DBD di Kelurahan Karanganyar. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 12–18.

Sihombing, J., & Simanjuntak, T. (2019). Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat yang memengaruhi kejadian DBD. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 3(2), 56–62.

Pohan, I. S., & Sinaga, R. (2021). Pelaksanaan fogging terpadu untuk pengendalian vektor DBD di Medan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 45–51.

Putri, R. Y., & Andriani, H. (2023). Peran kader kesehatan dalam pemberantasan sarang nyamuk. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 17(2), 101–107.

Satgas DBD Kota Gunungsitoli. (2024). Laporan Tahunan Pengendalian Demam Berdarah Kota Gunungsitoli 2024. Gunungsitoli: Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli.

Nugroho, A., & Pratiwi, S. (2022). Analisis faktor determinan kejadian DBD pada anak-anak. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(2), 115–121.

WHO Regional Office for South-East Asia. (2022). Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever. New Delhi: WHO SEARO.

Downloads

Published

2025-07-11

How to Cite

Harefa, H. M. A., Telaumbanua, D. I., Zai, D. N. P., Tafonao, A., Nazara, A., Waruwu, J., Halawa, B. M. P., Gulo, Y., & Telaumbanua, F. P. S. (2025). Strategi Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Penyakit Demam Berdarah yang Terjadi di Kota Gunungsitoli . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 711–716. https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.245

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 188 Times || PDF Download : 196 Times