Edukasi Bijak Menggunakan Antibiotik Pada Masyarakat Desa Pengundang, Kabupaten Bintan

Authors

  • Fifin Oktaviani Universitas Batam, Indonesia
  • Heldi Candra Universitas Batam, Indonesia
  • Hidayati Hidayati Universitas Batam, Indonesia
  • Aldhehita Ari Kusumawati Universitas Batam, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.268

Keywords:

edukasi antibiotik, resistensi, desa Pengundang

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat menimbulkan resistensi, yaitu kondisi ketika antibiotik tidak lagi efektif melawan infeksi bakteri. Program edukasi kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga Desa Pengundang, Kabupaten Bintan tentang penggunaan antibiotik yang tepat. Kegiatan dilakukan pada 27 Mei 2025 oleh Program Studi Farmasi, Universitas Batam dengan melibatkan 30 peserta. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi, dan evaluasi pre dan post test. Hasil menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang menggunakan antibiotik tanpa resep, tidak menghabiskan antibiotik sesuai anjuran, serta menyimpannya untuk penggunaan di masa mendatang. Setelah diberikan edukasi, pemahaman peserta meningkat, terutama dalam mengenali bahaya resistensi antibiotik. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi langsung kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan penggunaan antibiotik yang rasional, sehingga kegiatan serupa sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berkelanjutan

References

Astuty, E. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Desa Lero Dalam Bidang Kesehatan Melalui Penyuluhan Penggunaan Antibiotik. 2, 96–100.

Ellis H, T., M, T., & Pa., B. (2025). Upper Respiratory Tract Infections With Focus On The Common Cold. Statpearls Publishing. Https://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Books/Nbk532961/

Funsu, A., Irul, H., & Eva, A. (2020). Pendidikan Kesehatan Tentang Penggunaan Antibiotik Secara Tepat Dan Efektif Sebagai Upaya Mengatasi Resistensi Obat Funsu. Journal Of Community Engagement And Employment, 15–22.

Huda, N., Barus, R., Kusmawan, Z. A., & Sinaga, H. (2021). Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Yang Bijak Demi Mencegah Resistensi Antibiotik Di Arso Iii Kabupaten Keerom. 2(2), 18–22.

Ihsan, S., Solo, D. M., Kasmawati, H., Raqwan, C. F., Afiat, N., Ukkas, N., & Ramadhani, T. F. (2023). Edukasi Penggunaan Antibiotik Rasional Di Desa Pesisir Waworaha Kecamatan Soropia Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. 2(1), 45–50.

Irwanto, R., Widodo, D., Ariyani, A., & Adlani, H. (2019). Survei Persepsi Kebutuhan Dan Hambatan Rumah Sakit Dalam Menjalankan Fungsi Panitia Pengendalian Resistensi Antibiotik. The Journal Of Hospital Accreditation, 1(2), 36–40. Https://Doi.Org/10.35727/Jha.V1i2.40

Jabbar, A., Malik, F., Trinovitasari, N., Fauziyah, C., Haming, F. F., Saktiani, H. D., Siddiqah, N., Kirana, R. M., Amaluddin, S. M., & Sari, Y. A. (2023). Edukasi Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. 1(1), 25–30.

Kemenkes, R. (2015). Pemahaman Masyarakat Akan Penggunaan Obat Masih Rendah. Https://Kemkes.Go.Id/Id/Pemahaman-Masyarakat-Akan-Penggunaan-Obat-Masih-Rendah

Kemenkes, R. (2018). Pelatihan Bagi Pelatih Kader Kesehatan. Pusat Pelatihan Sdm Kesehatan.

Kemenko Pmk. (2024). Rencana Aksi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba. 7.

Lamsar, A., Samosir, R., Hilmi, I. L., Karawang, U. S., & Barat, J. (2023). Level Of Knowledge Of Antibiotic Use Against Resistance Tingkat. Journal Of Pharmaceutical And Sciences, 6(2), 515–520.

Muteeb, G., Rehman, T., Shahwan, M., & Aatif, M. (2023). Origin Of Antibiotics And Antibiotic Resistance , And Their Impacts On Drug Development : A Narrative Review. 1–54.

Pambudi, R. S., Farmasi, S., Surakarta, S., & Pambudi, R. S. (2022). Reswara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.

Preeti, P., Hr, W., & Calhoun C, Et Al. (2025). Antibiotics. Statpearls Publishing. Https://Doi.Org/Https://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Books/Nbk535443/

Rahmi, S., Kurniawati, D., Hidayah, N., Kesehatan, F., Mulia, U. S., Pramuka, J., Kesehatan, F., Mulia, U. S., Artikel, I., & Rahmi, S. (2020). Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Kelurahan. 1(1), 70–84.

Resha, R. (2025). Peningkatan Pengetahuan Siswa Tentang Bahaya Resistensi Antibiotik Terhadap Generasi Penerus Bangsa Di Sman 1 Sindangkasih. 1529–1544.

Rivaldi, M., Resvita, R., Gonibala, A. P., Farmasi, P. S., & Kesehatan, F. (2023). Sosialisasi Penggunaan Antibiotik yang Bijak untuk Mencegah Resistensi Obat. 4(2), 783–788.

Sharma, S., Chauhan, A., Ranjan, A., Mathkor, D. M., Haque, S., Ramniwas, S., Tuli, H. S., Jindal, T., & Yadav, V. (2024). Emerging challenges in antimicrobial resistance : implications for pathogenic microorganisms , novel antibiotics , and their impact on sustainability. April, 1–17. https://doi.org/10.3389/fmicb.2024.1403168

WHO. (2022). AWaRe antibiotic. WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240062382

Downloads

Published

2025-07-15

How to Cite

Oktaviani, F., Candra, H., Hidayati, H., & Kusumawati, A. A. (2025). Edukasi Bijak Menggunakan Antibiotik Pada Masyarakat Desa Pengundang, Kabupaten Bintan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 811–817. https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.268

Issue

Section

Articles
Abstract Views: 250 Times || PDF Download : 258 Times