Gemas Kece: Bangun Generasi Muda yang Sehat, Cerdas dan Berdaya di Dusun Sorosutan Kecemen Manisrenggo Kabupaten Klaten

Authors

  • Gunarmi Gunarmi STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Mia Dwi Agustina STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Zesika Intan Navelia STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Ni’ma Tri Faizah STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Novy Oktaviandri Kusuma STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Ariyana Noorhayati STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Agusnawati Agusnawati STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Arinda Wulandari STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Fatma Sari STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Gusti Sophia Maidawati STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Hartati Hartati STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Linda Purlina STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Masruhah Erwina STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Miswahyuni Miswahyuni STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Nurul Asma STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i1.375

Keywords:

edukasi kesehatan reproduksi, kehamilan remaja, pernikahan dini

Abstract

Kehamilan remaja dan pernikahan dini merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks dengan dampak multidimensional terhadap kesehatan, pendidikan, dan sosial ekonomi. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan reproduksi melalui program pengabdian masyarakat "Gemas Kece: Bangun Generasi Muda yang Sehat, Cerdas dan Berdaya" dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak kehamilan remaja dan pernikahan dini di Dusun Sorosutan, Desa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten. Kegiatan dilakukan dengan edukasi partisipatif, dilanjutkan dengan diskusi interaktif kepada 20 remaja peserta. Intervensi berupa edukasi kesehatan reproduksi selama 2 jam menggunakan metodologi multi-modal yang mengombinasikan ceramah interaktif, pembagian leaflet informatif, dan sesi tanya jawab intensif. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi pengetahuan yang signifikan dengan peningkatan peserta berpengetahuan baik dari 50% (10 orang) menjadi 90% (18 orang), penurunan pengetahuan cukup dari 15% (3 orang) menjadi 5% (1 orang), dan penurunan pengetahuan kurang dari 35% (7 orang) menjadi 5% (1 orang). Antusiasme peserta mencapai 100% dengan partisipasi aktif sepanjang kegiatan. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman remaja tentang risiko medis, dampak sosial ekonomi, dan hak-hak reproduksi, sehingga berpotensi menjadi katalis pencegahan kehamilan remaja dan pernikahan dini yang berkelanjutan.

References

Anggara, R., & Putri, D. M. (2024). Impact of reproductive health education on maternal and child health outcomes in rural Indonesia: A community-based intervention study. Journal of Community Health and Development, 12(3), 245-260. https://doi.org/10.1016/j.jchd.2024.03.012

Azzahra, F., Nurhayati, S., & Rahman, A. (2023). Gender-specific approaches in adolescent reproductive health education: Evidence from rural Java communities. Indonesian Journal of Public Health, 18(2), 156-171. https://doi.org/10.21109/ijph.2023.18.2.156

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2023). "Strategi nasional pencegahan pernikahan anak di Indonesia 2023-2030". Diakses dari: https://www.bkkbn.go.id/

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Survei sosial ekonomi nasional 2022: Profil anak dan remaja Indonesia. BPS Indonesia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. (2022). Profil kesehatan reproduksi remaja Kabupaten Klaten tahun 2021. Dinkes Klaten.

Hartono, B., & Susilo, W. (2023). Effectiveness of sexual and reproductive health education programs in reducing teenage pregnancy rates: A systematic review of Indonesian studies. Health Education Research, 38(4), 412-428. https://doi.org/10.1093/her/cyad035

Indrawati, L., & Soeharso, P. (2024). Cultural sensitivity in reproductive health interventions: Integrating local wisdom in community-based programs. Anthropology & Medicine, 31(1), 89-104. https://doi.org/10.1080/13648470.2024.2301245

Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. (2023). Laporan tahunan pencegahan pernikahan dini di Jawa Tengah tahun 2022. Kanwil Kemenag Jateng.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). "Pedoman teknis pelayanan kesehatan reproduksi remaja di fasilitas kesehatan tingkat pertama". Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2023). "Rencana aksi nasional pencegahan kawin anak (RANPEKA) 2023-2028". Jakarta: Kemen PPPA.

Maharani, D., & Dewi, R. K. (2022). Community engagement strategies in adolescent health education: Lessons from successful interventions in Central Java. Community Development Journal, 57(3), 478-494. https://doi.org/10.1093/cdj/bsab028

Maharani, S., Putri, A., & Sari, L. (2024). Digital media utilization for adolescent health education in Indonesia: A cross-sectional study on information seeking behavior. Telemedicine and e-Health, 30(5), 278-285. https://doi.org/10.1089/tmj.2023.0456

Nasution, R., Wijaya, M., & Kusuma, D. (2022). Multifactorial determinants of early marriage in rural Indonesia: A mixed-methods analysis. Journal of Marriage and Family, 84(4), 1123-1140. https://doi.org/10.1111/jomf.12845

Nugroho, A., Sari, P., & Wulandari, T. (2024). Knowledge gaps in adolescent reproductive health: A comprehensive assessment of rural communities in Indonesia. Global Health Action, 17(1), 2301456. https://doi.org/10.1080/16549716.2024.2301456

Pemerintah Desa Kecemen. (2024). Data demografi Dusun Sorosutan tahun 2023. Kantor Desa Kecemen, Manisrenggo, Klaten.

Permatasari, I., & Nugroho, H. (2023). Digital communication strategies for adolescent reproductive health promotion: Social media platform effectiveness in Indonesia. Health Communication, 38(12), 2567-2576. https://doi.org/10.1080/10410236.2022.2128638

Pratiwi, N., Rahman, S., & Kusuma, A. (2024). Multi-modal education approaches in community health interventions: Evidence from reproductive health programs in Java. Health Education & Behavior, 51(2), 234-248. https://doi.org/10.1177/10901981231201234

Puskesmas Manisrenggo. (2023). Laporan program kesehatan reproduksi remaja wilayah kerja Puskesmas Manisrenggo. Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten.

Rahman, A., & Kumar, V. (2024). Statistical evaluation of health education program effectiveness: Methodological considerations for community-based interventions. Evaluation and Program Planning, 102, 102345. https://doi.org/10.1016/j.evalprogplan.2023.102345

Rahman, D., & Putri, S. (2023). Social-ecological model application in adolescent reproductive health interventions: A systematic framework for community programs. Health Promotion International, 38(4), daac156. https://doi.org/10.1093/heapro/daac156

Sari, M., & Rahmatika, D. (2023). Urban-rural disparities in adolescent access to reproductive health information: A comparative study in Indonesian communities. Rural and Remote Health, 23(2), 7456. https://doi.org/10.22605/RRH7456

Sari, P., & Wijaya, R. (2023). Peer education effectiveness in community-based reproductive health interventions: Evidence from Indonesian adolescent programs. Health Education Research Theory & Practice, 38(3), 289-302. https://doi.org/10.1093/her/cyac078

Suhendra, A., & Fitriani, L. (2024). Curriculum integration strategies for reproductive health education in Indonesian secondary schools: A policy analysis. Educational Policy, 38(3), 567-589. https://doi.org/10.1177/08959048221134567

UNICEF. (2020). Adolescent demographics in Indonesia: A statistical profile. UNICEF Indonesia Country Office.

United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia. (2024). "State of world population 2024: Indonesia country profile". Diakses dari: https://indonesia.unfpa.org/

Widiastuti, R., & Maharani, P. (2023). Gender empowerment through reproductive health education: Impact on adolescent decision-making autonomy in rural Indonesia. Women's Studies International Forum, 98, 102712. https://doi.org/10.1016/j.wsif.2023.102712

World Health Organization (WHO). (2021). Global adolescent health statistics and trends: Focus on Southeast Asia region. WHO Press.

Wulandari, S., & Sejati, A. (2023). Media effectiveness in adolescent reproductive health education: Comparative analysis of video and modular approaches. International Journal of Health Education, 26(4), 312-327. https://doi.org/10.1177/1757975923112345

Downloads

Published

2025-08-11

How to Cite

Gunarmi, G., Agustina, M. D., Navelia, Z. I., Faizah, N. T., Kusuma, N. O., Noorhayati, A., Agusnawati, A., Wulandari, A., Sari, F., Maidawati, G. S., Hartati, H., Purlina, L., Erwina, M., Miswahyuni, M., & Asma, N. (2025). Gemas Kece: Bangun Generasi Muda yang Sehat, Cerdas dan Berdaya di Dusun Sorosutan Kecemen Manisrenggo Kabupaten Klaten. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(1), 56–65. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i1.375
Abstract Views: 160 Times || PDF Download : 123 Times