Mass Blood Survey (MBS) di Desa Minanga Raya dan Tatengesan Raya Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara

Authors

  • Ersian Rani Gratia Wongkar Universitas Mega Buana Palopo, Indonesia
  • Zamli Zamli Universitas Mega Buana Palopo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i1.403

Keywords:

mass blood survey, malaria, RDT, deteksi dini, Minahasa Tenggara, pengabdian

Abstract

Mass Blood Survey (MBS) Malaria merupakan program screening kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini kasus malaria melalui pemeriksaan darah massal pada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Minanga Raya (terdiri dari 5 desa: Minanga, Minanga Satu, Minanga Dua, Minanga Tiga, dan Minanga Timur) dan Desa Tatengesan Raya (terdiri dari 4 desa: Tatengesan, Tatengesan Satu, Makalu, dan Makalu Selatan), Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap 9 kasus malaria yang terjadi pada semester 1 tahun 2025 (Juni-Juli) di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Malaria pada 110 sampel masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2025 di Balai Desa Minanga Timur dan 18 Juli 2025 di Balai Desa Tatengesan. Hasil pemeriksaan menunjukkan semua sampel non-reaktif terhadap malaria. Temuan ini mengindikasikan efektivitas upaya pencegahan yang telah dilakukan masyarakat dan pemerintah desa melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus pasca terjadinya kasus malaria sebelumnya. Program ini berhasil memberikan kepastian status kesehatan masyarakat dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini malaria.

References

Baidjoe, A. Y., et al. (2016). "Factors associated with high heterogeneity of malaria at fine spatial scale in the Kenyan highlands." Nature Communications, 7, 10641. https://doi.org/10.1038/ncomms10641

Bousema, T., Okell, L., Felger, I., & Drakeley, C. (2013). Asymptomatic malaria infections: detectability, transmissibility and public health relevance. Nature Reviews Microbiology, 12(12), 833–840. https://doi.org/10.1038/nrmicro3364

Herlina, D., & Sulistyowati, M. (2021). Evaluasi Program Pencegahan Malaria di Wilayah Endemis: Studi Kasus di Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(2), 94–101. https://doi.org/10.25077/jka.v15i2.912

Hermawan, A., & Hananto, M. (2020). Faktor sosiodemografi dan perilaku pencegahan gigitan nyamuk terhadap perilaku pemberantasan sarang nyamuk di Indonesia: Analisis lanjut data Riskesdas 2018. Jurnal Ekologi Kesehatan, 19(2). https://doi.org/10.22435/jek.v19i2.3085

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Annual report 2022 – Malaria. https://p2p.kemkes.go.id/.../FINAL_231123.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan program eliminasi malaria Indonesia tahun 2022. Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman eliminasi malaria di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2022 – Bab Surveilans Malaria. Jakarta: Kemenkes RI.

Mawaddah, N., Rachmah, S., & June, M. S. A. (2023). The Implementation of Eradication of Mosquito Nest PSN 3M Plus Program in Jember Region. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 3(2), 151–161. https://doi.org/10.58545/jkki.v3i2.128

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia. (2023, September 20). Overcoming challenges on the path to malaria elimination (lessons from Java and Bali). WHO Indonesia.

Pramono, D., & Wahyuni, S. (2022). Pengabdian Masyarakat: Implementasi PSN dan 3M Plus dalam Pencegahan Malaria di Daerah Endemis. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 8(1), 27–34. https://doi.org/10.22146/jpkm.67891

Purnama, A., et al. (2020). "Community-based malaria education and its impact on malaria prevention behavior in rural Indonesia." Malaria Journal, 19, 19. https://doi.org/10.1186/s12936-020-03565-4

Rencana Aksi Nasional Eliminasi Malaria 2020–2024. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI.

Riskesdas. (2018). Hasil utama riset kesehatan dasar tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Sattler, M. A., Mtasiwa, D., Kiama, M., Premji, Z., Tanner, M., Killeen, G. F., & Lengeler, C. (2005). Habitat characterization and spatial distribution of Anopheles sp. mosquito larvae in Dar es Salaam (Tanzania) during an extended dry period. Malaria Journal, 4(1), 4. https://doi.org/10.1186/1475-2875-4-4

Simanjuntak, R., & Tarigan, R. (2020). Hubungan Pengetahuan Masyarakat dengan Pencegahan Malaria di Daerah Endemis. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 45–52. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.45-52

Sutanto, I., et al. (2018). "Detection of asymptomatic malaria in low transmission settings in Indonesia: implications for elimination." Malaria Journal, 17, Article number: 259. https://doi.org/10.1186/s12936-018-2412-z

Widawati, M., Ipa, M., Astuti, E. P., Wahono, T., & Yuliasih, Y. (2022). The activities on prevention of malaria and filariasis vector bites among Indonesian society: A nationwide disease prevention survey. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 10(2), 104–112. https://doi.org/10.20473/ijtid.v10i2.36053

World Health Organization. (2023). World malaria report 2023. Geneva: World Health Organization

Downloads

Published

2025-08-13

How to Cite

Wongkar, E. R. G., & Zamli, Z. (2025). Mass Blood Survey (MBS) di Desa Minanga Raya dan Tatengesan Raya Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(1), 177–183. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i1.403
Abstract Views: 179 Times || PDF Download : 100 Times