Membangun Jiwa Nasionalisme dan Toleransi Melalui Kelas Kewarganegaraan di Pesantren Saadatul Muttaqien Seberang Muaro Jambi
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i2.685Keywords:
toleransi, kelas kewarganegaraan, nasionalismeAbstract
Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di beberapa sekolah terutama pada pesantren masih belum secara optimal memasukan materi yang berkaitan dengan keberagaman dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang berkaitan dengan keberagaman dan toleransi dalam kehidupan disampaikan cenderung bersifat normatif tanpa membahas permasalah aktual yang sering terjadi dalam masyarakat. Akibatnya, banyak siswa yang memahami konsep toleransi secara teoritis, tetapi tidak mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Kurangnya pendekatan berbasis pengalaman juga membuat siswa sulit memahami dampak dari sikap intoleran hingga rasisme yang masih banyak terjadi disekitar. Faktor di sekitar lingkungan juga turut menjadi tantangan dalam pembentukan sikap toleransi melalui pendidikan. Tidak semua sekolah memiliki budaya inklusif yangn mendorong interaksi positif antara siwa dari berbagai latar belakang. Di beberapa daerah, degrasi sosial masih terjadi di lingkungan sekolah, dimana siswa cenderung berkelompok berdasarkan kesamaan etnis atau agama. Hal ini menghambat mereka untuk berinteraksi dengan kelompok lain dan memahami keberagaman secara langsung, dan membuat munculnya sifat intoleran. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dan toleransi dalam pendidikan kewarganegaraan pada para santri di Pesantren Sa’datul Muttaqien Seberang Muaro Jambi, meningkatkan pemahaman dan penghagraan mereka terhadap adanya keberagaman, dan mendorong pembentukan karakter santri yang nasionalis dan toleran. Tahapan dalam pengabdian ini melalui sosialisasi, pelatihan, kemudian penerapan teknologi berupa media digital, pendampingan terakhir evaluasi dari keberlanjutan program. Pengabdian ini menghasilkan pemahaman mengenai keberagaman budaya dan sosial, kepedulian terhadap isu kewarganeagraan, penguatan sosial dalam ruang lingkut pesantrean khususnya santri dan juga guru asemakin meningkat.
References
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Logos Wacana Ilmu.
Asrori, A. (2020). “Moderasi Beragama di Pesantren: Model Pendidikan Islam yang Inklusif.” Jurnal Pendidikan Islam Al-Ittizaan, 8(1), 1–15.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. LP3ES
Dr. Hudaidah, M. Pd (2017). Pendidikan Kewarganegaraan Integrasi Nasional dalam mata kuliah Pengembangan Kepribadian, 22(1) -7
Echols dan Shadili, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, Hlm. 596;1996.
Hasbullah. (2010). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia: Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan. RajaGrafindo Persada.
Hasan, N. (2012). Islam in Indonesia: Modernism, Radicalism, and the Middle Path. Sungkonghoe University Press.
Hidayat, N. (2019). “Pendidikan Toleransi Berbasis Pesantren: Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Islam.” Jurnal Al-Qalam, 25(2), 233–248.
Kurniawan, D. (2018). “Transformasi Kurikulum Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional.” Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 55–70.
Latif, Y. (2019). Wawasan Pancasila: Bintang Penuntun untuk Pembudayaan. Mizan.
Lestari, J. (2020). Pluralisme Agama Di Indonesia Tantangan dan Peluang Bagi Keutuhan Bangsa. Diakses pada 10 Oktober 2023
Padilah, A. H. (2023). Wawasan Nusantara Dan Ketahanan Nasional Dalam Menjaga Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia, Antara Konsepsi Dan Implementasi Di Era Otonomi Daerah. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 1(2), 25-29
Madjid, N. (1997). Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Paramadina.
Mufid, A. (2021). “Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme di Era Digital.” Jurnal Pendidikan Karakter, 11(3), 415–428.
Mulyasa, E. (2014). Manajemen Pendidikan Karakter. Bumi Aksara
Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta, INIS, 1994
Nurhayati, Anin. Kurikulum inovasi telaah terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan pesantren. Yogyakarta. Teras. Hal 47; 2010.
Rahardjo, M. D. (1995). Pesantren dan Pembaharuan. LP3ES.
Steenbrink, K. (1994). Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. LP3ES.
Syamsuddin, A. (2016). “Pesantren dan Nasionalisme: Harmoni Pendidikan Islam dan Keindonesiaan.” Jurnal Pendidikan Agama Islam, 13(2), 87–102.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wahid, A. (2009). Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. The Wahid Institute.
Yasir, Muhammad. Makna Toleransi Dalam Al-Qur’an (Riau, Jurnal Ushuluddin Vol. XXII), hlm. 171; 2014.
Zuhdi, M. (2015). “Pesantren dan Upaya Deradikalisasi Agama di Indonesia.” Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 203–220.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Tiara Maulia, Alif Aditya Candra, Melisa Melisa, Muhammad Ichsan, Sundari Utami, Priazki Hajri, Ridwan Santoso, Thaufan Abiyuna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















