Pemberdayaan Kader Tuberkulosis untuk Meningkatkan Cakupan Investigasi Kontak dan Upaya Perbaikan Mutu Layanan Tuberkulosis
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i2.713Keywords:
Pemberdayaan, Kader Tuberkulosis, Investigasi KontakAbstract
Kejadian Tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Beru selama tiga tahun terakhir sejak 2022 (33 kasus) hingga 2024 (42 kasus) ditambah kasus putus obat dan kekambuhan tertinggi di tahun 2024 sebanyak 7 kasus. Kondisi ini berkaitan erat dengan sumber daya manusia. Permasalahan dalam memberantas penyakit tuberkulosis di UPT Puskesmas Beru adalah belum adanya kader tuberkulosis. Kurangnya tenaga kesehatan yang tersedia berdampak juga terhadap kesulitan mendeteksi dini gejala tuberkulosis atau kesulitan dalam penemuan kasus ditambah dengan beberapa desa yang sulit dijangkau. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas sumberdaya kesehatan, membentuk kader tuberkulosis, mengintegrasikan aspek pelayanan dengan mindfulness spiritual, memecahkan permasalahan kesehatan pasien tuberkulosis berbasis riset. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan cara sosialisasi pada tenaga kesehatan dan kader, pelatihan, dan pendampingan serta monitoring pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat bagi tenaga kesehatan dan kader kesehatan (peningkatan keterampilan teknis, efisiensi dalam penyusunan asuhan keperawatan, dan ketersediaan panduan pembelajaran), bagi kader tuberkulosis (legalitas formal, peningkatan kapasitas kader, kemampuan operasional yang mandiri, dan peningkatan empati dan spiritualitas). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah terlaksana dengan baik, kader tuberkulosis telah terbentuk, para tenaga kesehatan dan kader tuberkulosis telah memahami materi yang disampaikan. Para kader juga telah mampu melakukan deteksi dini masalah tuberkulosis. Program ini diharapkan dapat membekali kader agar mampu dan berpartisipasi aktif dalam upaya penanganan pasien tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Beru.
References
Astuti, S., & Wulandari, D. (2021). Peran kader dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di tingkat komunitas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 120–128.
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2024). Jumlah kasus penyakit menurut kabupaten atau kota dan penyakit jiwa, 2023–2024. Kupang: BPS Provinsi NTT. Retrieved April 8, 2025, from https://ntt.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ4NSMy/jumlah-kasus-penyakit-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-penyakit.html
Deswinda, D., Rasyid, R., & Firdawati, F. (2019). Evaluasi penanggulangan tuberkulosis paru di puskesmas dalam penemuan penderita tuberkulosis paru di Kabupaten Sijunjung. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2), 211–219. https://doi.org/10.25077/jka.v8i2.1012
Hidayat, M., Suryani, R., & Prasetyo, D. (2023). Pemberdayaan kader kesehatan dalam program penanggulangan tuberkulosis di wilayah pedesaan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 45–56.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Strategi nasional penanggulangan tuberkulosis di Indonesia 2020–2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Laporan situasi tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Jakarta.
Lestari, P., & Hartati, S. (2019). Peran kader kesehatan dalam meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis di masyarakat. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(2), 112–120.
Nasution, R., & Dewi, L. (2021). Community Empowerment in Tuberculosis Control Program: A Review of Kader Performance and Sustainability. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 110–118.
Putri, A. D. (2021). Pemberdayaan kader kesehatan dalam program penanggulangan tuberkulosis. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 9(1), 45–54. https://doi.org/10.20473/jpk.V9.I1.2021.45-54
Rahmawati, D., & Susilowati, E. (2022). Efektivitas pelatihan kader kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap dalam pencegahan tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 18(3), 225–233.
Rahmadani, L., Putra, A., & Handayani, N. (2023). Community engagement and its impact on tuberculosis contact investigation coverage in Indonesia. Public Health Journal of Indonesia, 9(1), 23–31.
Rudini, R., Helda, H., & Qomariah, M. (2023). The effect of cadres training on competence of tuberculosis health cadres at the Muntok Health Center in West Bangka Regency. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 56–64.
Sari, N., & Fitriani, A. (2021). Pelatihan kader kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Prima, 15(2), 178–187.
Siahaan, E., Simbolon, L., & Tumbelaka, M. (2022). Stigma terhadap penderita tuberkulosis dan dampaknya terhadap kepatuhan berobat di masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(3), 185–194.
Yanti, D., & Nurhaeni, N. (2020). Strategi sosialisasi kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tuberkulosis. Jurnal Keperawatan Komunitas, 8(1), 33–41
Yusuf, A., Handayani, R., & Ningsih, W. (2024). Strengthening Community-Based TB Services through Volunteer Empowerment: Lessons from Rural Indonesia. Public Health Frontiers, 12(1), 45–53.
Widodo, S., & Rahmawati, D. (2020). The Effectiveness of TB Cadre Empowerment in Improving Case Finding and Treatment Adherence. International Journal of Public Health Research, 9(4), 85–93.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Donatus Korbianus Sadipun, Maria Nona Nancy, Sudarwati Nababan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















