Sosialisasi URIP (Ubah Resapan Bio-Slurry Menjadi Pupuk) Guna Optimalisasi Limbah Peternakan Desa Pagersari Kabupaten Malang

Authors

  • Andiny Trie Oktavia Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Rima Dewi Febriana Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Ericko Dewangga Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Shakila Salim Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Setyawan Budi Universitas Negeri Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i2.715

Keywords:

Peternak, Bio-Slurry, URIP, Pupuk Organik, Pencemaran Lingkungan

Abstract

Desa Pagersari yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, merupakan wilayah pedesaan dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai peternak sapi perah. Desa ini terdiri atas empat dusun, yaitu Dusun Pagersari, Gombong, Celaket, dan Sumbersari. Tiga dusun pertama didominasi oleh masyarakat yang bekerja sebagai peternak sapi, sedangkan sebagian besar warga Dusun Celaket berprofesi sebagai petani. Berdasarkan hasil wawancara dengan perangkat desa, tercatat sekitar 484 peternak dengan total 3.428 ekor sapi yang menghasilkan kurang lebih 20 ton kotoran setiap hari. Sebagian masyarakat telah memanfaatkan limbah ternak tersebut sebagai bahan biogas, namun residu hasil proses biogas atau bio-slurry belum dimanfaatkan secara optimal dan sering menimbulkan pencemaran di sekitar area peternakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi pengolahan bio-slurry menjadi pupuk organik melalui kegiatan Sosialisasi URIP (Ubah Resapan Bio-Slurry menjadi Pupuk). Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, observasi lapangan, dan diskusi partisipatif yang melibatkan perangkat desa, petani, peternak, serta perwakilan koperasi setempat.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap manfaat bio-slurry serta munculnya inisiatif lokal untuk mulai mengembangkan pengolahan pupuk organik secara mandiri. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan limbah peternakan berbasis masyarakat menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

References

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. (2022). Laporan kinerja Balittas 2022. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2013). A review of scientific literature on the co-product of biogas production. FAO.

Gunawan, A., Cornelia, A., Nugroho, B. M. B., Hastiawan, I. F., Tolanda, I., Leunupun, M. S., Budisusanto, P. K., Christy, R. T. A., Asri, T. A. M., Johana, W., Adipratama, Y. W. P., & Andika, I. P. (2022). Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan Desa Segoroyoso. Jurnal Atma Inovasia, 2(4), 382–386. https://doi.org/10.24002/jai.v2i4.5216

Junaidi, M. R., Rahma, A., Ayu, S., & Marcello, C. (2023). Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 4(1), 300–306.

Kebede, T., Keneni, Y. G., Senbeta, A. F., & Sime, G. (2023). Effect of bioslurry and chemical fertilizer on the agronomic performances of maize. Heliyon, 9(e13000).

Kumar, R., Chauhan, R., Kumar, A., Singh, J., & Sharma, S. (2023). Bio-slurry optimization for circular agriculture: Characteristics, benefits, challenges, and opportunities. Agronomy, 15(7), 1683. https://doi.org/10.3390/agronomy15071683

Maulana, M. (2019). Asset-based community development: Strategi pengembangan masyarakat. Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 4(2), 259–270. https://doi.org/10.24235/empower.v4i2.4572

Misbahhudin, M., Maulana, R., Jamiludin, J., Hidayat, M., Dedah, A., & Kartini, T. (2024). Optimalisasi pemanfaatan limbah rumah tangga melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair di Desa Selasari. Society: Community Engagement and Sustainable Development, 1(2), 193–210.

Mukhtiar, A., Mahmood, A., Zia, M. A., Ameen, M., Dong, R., Shoujun, Y., Javaid, M. M., Khan, B. A., & Nadeem, M. A. (2024). Role of biogas slurry to reclaim soil properties providing an eco-friendly approach for crop productivity. Bioresource Technology Reports, 25, 101716. https://doi.org/10.1016/j.biteb.2023.101716

Nagdev, R., Khan, A. S., & Khan, S. A. (2023). Bioslurry: A sustainable approach for agriculture and environment. Just Agriculture, 3(8), 43–47.

Nyang’au, J., Gatebe, E., Nyagah, C., & Ahenda, S. (2016). Evaluation of biogas slurry as an alternative organic fertilizer: A case study in Kenya. International Journal of Extension Research, 9, 10–14.

Purnamasari, I., Ristiyana, S., Wijayanto, Y., & Saputra, T. W. (2022). Pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik untuk perbaikan kualitas lingkungan Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1), 161–168. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i1.1357

Rachmah, M. A., Darwanto, D. H., & Mulyo, J. H. (2021). Farmers’ perception for bio-slurry fertilizer in Central Java. Agriekonomika, 10(2), 217–227. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v10i2.11495

Ratnawati, R., Jaya, K., & Sudewi, S. (2025). Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Organik: Solusi Hijau bagi Kelompok Tani Taruna Mas di Kelurahan Poboya Kota Palu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 6(1), 243–252

Saidi, D., Maryana, & Widiarti, I. W. (2022). Pengelolaan Limbah Ternak Sapi: Mengatasi Masalah Limbah Ternak Sapi dengan Mengolahnya Menjadi Biogas dan Pupuk Organik. Yogyakarta: LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta.

Sudana, I. M., Raka, G. N., & Arta Jaya, D. P. (2019). Utilization of biogas reactor waste (bio-slurry) to control club root disease on cabbage plants (Brassica oleracea L.). International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 8(9), 415–421. https://doi.org/10.20546/ijcmas.2019.809.050

Sugiarti, S., & Yulandari, A. (2023). Pemanfaatan dan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bulurejo, Gondangrejo, Karanganyar. JUPADAI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 45–52. https://jurnal-adaikepri.or.id/index.php/JUPADAI

Thohiroh, M., Ali, M., Hendrasarie, N., & Rosariawari, F. (2023). Pengelolaan limbah cair peternakan sapi dengan intervensi oxidation pond untuk menyelesaikan permasalahan bau dan risiko kontaminasi badan air. Envirous: Jurnal Teknik Lingkungan UPN “Veteran” Jawa Timur, 1(2), 102–109. https://doi.org/10.33005/envirous.v1i2.44

Warnars, M., Oppenoorth, H., & SNV Netherlands Development Organisation. (2014). A study on bioslurry results and uses. SNV/Our Energy Policy. https://www.ourenergypolicy.org/wp-content/uploads/2014/05/bioslurry.pdf

Yadav, R., Sudhishri, S., Khanna, M., Lal, K., Dass, A., Kushwaha, H. L., Bandyopadhyay, K., Dey, A., Kushwah, A., & Nag, R. H. (2023). Temporal characterization of biogas slurry: A pre-requisite for sustainable nutrigation in crop production. Frontiers in Sustainable Food Systems.

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Oktavia, A. T., Febriana, R. D., Dewangga, E., Salim, S., & Budi, S. (2025). Sosialisasi URIP (Ubah Resapan Bio-Slurry Menjadi Pupuk) Guna Optimalisasi Limbah Peternakan Desa Pagersari Kabupaten Malang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(2), 2187–2193. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i2.715
Abstract Views: 98 Times || PDF Download : 69 Times