Pemberdayaan Komunitas Penghasil Dadiah Aie Dingin melalui Penguatan Branding dan Digitalisasi Pemasaran Produk Dadiah
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i2.731Keywords:
Dadiah, digital marketing, branding produk lokal, pemberdayaan masyarakat, Aie DinginAbstract
Kelompok pengolah dadiah di Nagari Aie Dingin memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk olahan berbasis susu kerbau khas Minangkabau. Namun, kelompok ini menghadapi berbagai persoalan, antara lain keterbatasan bahan baku susu kerbau, belum adanya standar sanitasi dan pengemasan, serta pemasaran yang masih tradisional dan terbatas pada pasar lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya saing produk dadiah melalui pengembangan branding, promosi digital, dan peningkatan kapasitas pemasaran.Metode pelaksanaan mencakup analisis fasilitas pendukung pemasaran online dan offline, pembuatan media promosi visual, serta pelatihan digital marketing sederhana bagi pengelola dadiah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan kelompok dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, tersedianya identitas visual produk berupa label dan logo baru, serta video profil yang memperkenalkan proses pembuatan dan nilai budaya dadiah. Dengan kegiatan ini, kelompok pengolah dadiah Aie Dingin telah memiliki pondasi kuat dalam membangun branding dan memperluas pasar secara berkelanjutan.
References
Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. Intermediate Technology Publications.
Hapsari, R., & Widagdo, A. K. (2020). Strategi branding UMKM berbasis kearifan lokal di era digital. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 22(1), 45–56.
Herlina, D. (2021). Strategi branding untuk meningkatkan daya saing UMKM pangan lokal. Jurnal Ekonomi Kreatif, 5(2), 115–128.
Hidayah, M., & Pramudita, M. (2020). Peran konten digital berbasis budaya dalam penguatan citra destinasi wisata lokal. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 8(1), 55–66.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2022). Panduan Pengembangan Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal. Kemenparekraf RI.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2021). Marketing Management (16th ed.). Pearson Education.
Lindawati, L., & Salim, U. (2019). Pemberdayaan perempuan dalam usaha pangan lokal melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 1(2), 112–120.
Mulyadi, M. (2011). Penelitian kuantitatif dan kualitatif serta pemikiran dasar menggabungkannya. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 15(1), 127–138.
Mulyani, S., & Hidayat, R. (2021). Analisis rantai pasok susu kerbau untuk produksi dadiah. Jurnal Peternakan Nusantara, 7(1), 33–42.
Nugroho, Y., & Syarief, R. (2021). Digital marketing UMKM: Tantangan dan peluang di era transformasi digital. Jurnal Administrasi Bisnis, 17(2), 89–98.
Prasetyo, B., & Kurniawan, A. (2021). Penguatan identitas produk lokal melalui pemasaran digital berbasis budaya. Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia, 3(1), 51–63.
Pratiwi, A. (2023). Pemasaran digital sebagai strategi peningkatan penjualan UMKM pangan tradisional. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 12(1), 45–57.
Rahman, A., & Fitriani, D. (2020). Digitalisasi pemasaran produk lokal untuk peningkatan daya saing UMKM. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 9(1), 33–41.
Rahman, A., & Fitriani, D. (2020). Digitalisasi UMKM berbasis media sosial dalam meningkatkan daya saing produk lokal di Kabupaten Malang. Jurnal Abdimas Nusantara, 3(1), 45–55.
Ramdhan, F., & Septiani, M. (2022). Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran UMKM. Jurnal Teknologi Informasi dan Bisnis, 8(3), 201–210.
Saragih, B. (2019). Ekonomi kreatif berbasis budaya lokal dalam pengembangan desa wisata. Jurnal Pariwisata Indonesia, 15(3), 123–135.
Setiawan, A., & Utami, R. (2021). Efektivitas media promosi berbasis video dalam meningkatkan minat wisatawan. Jurnal Pariwisata Nusantara, 9(2), 77–89.
Sumarwan, U., & Jauhari, M. (2020). Literasi digital dan dampaknya terhadap perluasan pasar UMKM di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 35(2), 98–110.
Suryani, L. (2020). Strategi pengembangan desa wisata melalui produk budaya lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 211–225.
Sutanto, E., & Rahayu, S. (2021). Pengaruh desain kemasan dan branding terhadap keputusan pembelian produk tradisional. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Indonesia, 7(3), 212–222.
Sutanto, H., & Rahayu, D. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui branding produk UMKM di era digital. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Kreatif, 3(2), 85–94.Sutrisno. (2018). Pelestarian kuliner tradisional sebagai identitas budaya lokal. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 10(1), 77–88.
Wulandari, D. (2020). Pengaruh identitas budaya dalam pemasaran produk lokal. Jurnal Komunikasi dan Media, 14(2), 101–115.
Yuliani, D., & Prasetyo, R. (2021). Penguatan desain visual dan branding UMKM kuliner di Jawa Tengah. Jurnal Kreatif: Inovasi dan Kewirausahaan, 9(1), 65–74.
Yuliani, N., Syofyan, E., & Musa, R. (2020). Standarisasi proses produksi olahan susu tradisional Minangkabau. Jurnal Agroindustri Indonesia, 10(2), 121–130.
Yuliani, S., & Prasetyo, R. (2021). Penguatan branding produk pangan tradisional melalui media sosial. Jurnal Abdimas Kreatif, 5(1), 45–52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yulistriani Yulistriani, Yuerlita Yuerlita, Maulia Usni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















