Pemberdayaan Masyarakat Bukit Lawang dalam Upaya Penghijauan melalui Penanaman Pohon Buah Lokal
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i2.757Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Bukit Lawang, Penghijauan, Pohon Buah Lokal, Konservasi, EkowisataAbstract
Upaya penghijauan menjadi strategi penting dalam mengatasi degradasi lingkungan, perubahan iklim, serta hilangnya keanekaragaman hayati di Indonesia. Pemberdayaan masyarakat lokal memegang peran strategis dalam keberhasilan program konservasi, termasuk kegiatan penanaman pohon pada kawasan permukiman dan ruang terbuka desa. Bukit Lawang, sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi di tepi Taman Nasional Gunung Leuser, memiliki potensi besar untuk mengembangkan praktik penghijauan berkelanjutan yang terintegrasi dengan aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemberdayaan masyarakat Bukit Lawang dalam program penghijauan melalui penanaman pohon buah lokal, tingkat partisipasi warga, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaan program. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman pohon buah lokal tidak hanya berkontribusi pada perbaikan ekologi kawasan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dukungan lembaga lokal, komunitas konservasi, serta adanya kesadaran lingkungan menjadi faktor pendorong utama keberhasilan program. Sementara itu, keterbatasan bibit, kurangnya pendampingan berkelanjutan, dan minimnya fasilitas penyiraman menjadi kendala yang masih ditemui. Penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui penanaman pohon buah lokal merupakan strategi penghijauan yang efektif, multifungsi, dan berpotensi direplikasi pada kawasan ekowisata lainnya.
References
Antara News. (2023). Pembangunan taman kota dan ruang terbuka hijau untuk peningkatan kualitas lingkungan perkotaan. Antara News Indonesia.
Basuki, T., Putra, B. A., & Wicaksono, A. (2022). Forest restoration and carbon sequestration potential in Indonesia: Implications for climate policy. Journal of Environmental Sustainability, 14(3), 122–135.
FAO. (2024). goKUPS: Platform pemantauan perhutanan sosial di Indonesia. Food and Agriculture Organization.
Fitri, N., & Sari, M. D. (2025). Gerakan penghijauan komunitas di kampung kota: Peran kolektif warga dalam membangun lingkungan berkelanjutan. Jurnal Perkotaan Berkelanjutan, 7(1), 45–59.
Hasanah, U., & Karim, A. (2020). Revitalisasi tanaman buah lokal sebagai identitas agroekologi masyarakat. Jurnal Agroteknologi Nusantara, 3(3), 101–112.
Hendrawan, B., & Wibowo, T. (2021). Evaluasi keberlanjutan ruang terbuka hijau di kawasan wisata alam. Jurnal Riset Pariwisata Indonesia, 2(1), 19–29.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Laporan kinerja penurunan deforestasi dan rehabilitasi hutan Indonesia. KLHK Press.
Lestari, P., & Hidayat, M. (2025). Analisis partisipasi masyarakat dalam program lingkungan hijau desa wisata. Jurnal Pengembangan Desa Wisata, 6(1), 49–62.
Linking commoning with social forestry in Indonesia. (2024). Forest and Society, 8(2), 201–215.
Maulana, R., & Fadhilah, S. (2023). Peran agroforestri dalam ketahanan pangan masyarakat lokal pada era perubahan iklim. Jurnal Ketahanan Lingkungan, 4(2), 55–68.
Perdana, M., & Yuniarti, D. (2022). Pendampingan masyarakat dalam rehabilitasi lahan kritis berbasis tanaman endemik. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 10(1), 87–98.
Putri, A. & Nugraha, H. (2020). Analisis keberhasilan program penghijauan berbasis masyarakat di wilayah pedesaan. Jurnal Ekologi Tropis, 12(1), 11–20.
Rahmawati, S., & Ardiansyah, M. (2023). Model pemberdayaan komunitas dalam menjaga kualitas lingkungan di daerah aliran sungai. Jurnal Sosial & Lingkungan, 4(1), 21–30.
Sahide, M. A. K., Supratman, S., & Maryudi, A. (2022). Social forestry in Indonesia: Community empowerment, tenure reform, and environmental sustainability. Asia Pacific Journal of Rural Development, 32(1), 67–89.
Santosa, E., Wirawan, H., & Gunawan, A. (2021). Diversifikasi tanaman buah lokal sebagai strategi konservasi dan penguatan ekonomi masyarakat. Jurnal Agroforestri Indonesia, 9(2), 55–68.
Siregar, N., & Manurung, F. (2024). Dampak ekowisata terhadap konservasi dan kesejahteraan masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Leuser. Jurnal Konservasi Alam Indonesia, 8(1), 72–85.
Sudomo, S., Nugroho, D., & Kusuma, R. (2023). Agroforestry practices and livelihood resilience of smallholder farmers in Indonesia under climate variability. International Journal of Agroforestry Studies, 5(2), 87–101.
Suwardi, A., Harun, M., & Fitriana, Y. (2025). Wild edible fruit species in household agroforestry systems: Ecological, social, and economic significance in Central Kalimantan. Journal of Tropical Biodiversity and Conservation, 18(1), 25–38.
Tropenbos Indonesia. (2023). Penerapan agroforestri di Indonesia: Peluang dan tantangan. Tropenbos International.
Wahana Riset Indonesia (WRI). (2023). Ruang terbuka hijau produktif dan adaptasi iklim di wilayah urban. WRI Indonesia.
Yuliani, L., & Setiawan, R. (2021). Pemberdayaan masyarakat dalam konservasi hutan desa melalui penanaman tanaman produktif. Jurnal Pemberdayaan Lingkungan, 5(2), 33–44.
Yusuf, M., & Alamsyah, R. (2024). Inovasi penghijauan partisipatif melalui penanaman tanaman produktif di kawasan wisata. Jurnal Ekowisata Indonesia, 5(2), 90–104.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Budi Antoro, Sabrina Aulia Rahmah, Dwi Tika Afriani, Suhariyanti Suhariyanti, Ratna Dina Marviana, Sarah Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















