Peningkatan Personal Hygiene dan Pemenuhan Alat Pelindung Diri Bagi Nelayan Pukat di Kampung Muaro IV Koto Hilie Kabupaten Pesisir Selatan
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i2.771Keywords:
Sanitasi, APD, Personal hygieneAbstract
Rendahnya penerapan personal higiene dan Ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang berdampak pada tingginya keluhan penyakit kulit pada nelayan pukat di Kampung Muaro Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2025. Banyak nelayan yang belum menjaga kebersihan diri dengan baik, seperti tidak mencuci tangan, kaki, atau pakaian bekerja setelahnya, sementara sebagian besar juga enggan menggunakan APD lengkap (sarung tangan, sepatu boot, pelampung, dan pakaian pelindung) karena dianggap mengganggu kenyamanan saat bekerja. Kondisi ini diperburuk oleh paparan lingkungan laut seperti garam udara, sinar matahari, serta organisme laut seperti ubur-ubur dan jamur yang memicu dermatitis, gatal-gatal, bercak, kulit bersisik, dan gelembung kecil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Personal Hygiene, Ketersediaan Alat Pelindung Diri Pada Nelayan Pukat jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Agustus 2025 teknik pengambilan sampel Penelitian ini adalah total sampling pada 35 orang nelayan di Kampung Muaro IV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas dengan teknik pengumpulan data melalui alat ukur dan diolah menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan memiliki kategori personal higiene buruk sebesar 51,4%, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara tidak lengkap sebesar 88,6%. Temuan menunjukkan bahwa terdapat personal higiene yang kurang baik dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang belum optimal berkontribusi terhadap tingginya angka keluhan penyakit kulit. Saran yang diberikan, diharapkan diharapkan peningkatan pemahaman terkait pentingnya kebersihan, penyediaan fasilitas sanitasi, serta pengawasan dan dukungan penggunaan APD secara lengkap agar dapat menurunkan risiko penyakit kulit dan ilmu bagi nelayan.
References
Annisa, & Annisa, F. (2023). Hubungan personal hygiene dengan keluhan penyakit kulit pada pekerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 112–120.
Baringbing, F., & Willia, R. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene pada pekerja sektor informal. Jurnal Kesmas Indonesia, 12(1), 45–53.
BPJS Ketenagakerjaan. (2023). Statistik kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja 2017-2023. Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan.
Corvus Pharmaceuticals, Inc. (2025). Soquelitinib Phase 1 Clinical Trial Data on Atopic Dermatitis. SEC Filings.
Darwin, M. dkk (2021). Metode Penelitia Pendekatan Kuantitatif. Jawa barat: CV Media Sains Indonesia
Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan. (2023). Laporan surveilans penyakit akibat kerja. Pesisir Selatan: Dinkes Pessel.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. (2024). Laporan surveilans penyakit akibat kerja di sektor perikanan Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(2), 78-85.
Fadilah, R., & Putra, Y. (2024). The Role of Individual Characteristics and Personal Hygiene with Dermatitis Complaints in Fishermen at Pulau Buluh, Batam. Health Sciences Journal, 5(1), 21–30.
Fauzi, A., & Purwaningsih, S. (2025). Gambaran Faktor Risiko Terhadap Keluhan Gangguan Otot Rangka Pekerja. Jutin: Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 8(2), 1689-1697.
Harfika, M., & Suryani, N. (2023). Penggunaan APD dan Personal Hygiene Berhubungan dengan Keluhan Subjektif Dermatitis pada Nelayan di TPI Blanakan Subang Jawa Barat. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 207-211.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2023 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kelautan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2024). Laporan Tahunan BPJS Ketenagakerjaan 2021-2023. Jakarta: Kemnaker RI.
Kumayas, M., Dotulong, F. Z., & Kobis, I. W. (2025). Gambaran Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Nelayan di Desa Tandengan Satu. Watson Journal of Nursing, 3(1), 1–6.
Kurniawidjaja, F., & Ramdhan, M. (2024). Analisis Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja di Area Stockpile Pelabuhan. National Journal of Occupational Health and Safety, 5(2), 78-84.
Kusuma, R., Santoso, B., & Lestari, P. (2024). Tantangan pelaksanaan SMK3 di Indonesia. Jurnal Manajemen Kesehatan Kerja, 9(2), 75-85.
Medicus Pharma Ltd. (2025). Clinical Development of D-MNA: Skin Irritation and Toxicity Study. SEC Filings.
Nashrullah, M. (2023). Metodologi Penelitian Pendidikan.Umsida press
Nasution, M., & Dewi, R. (2024). Prevalensi gangguan muskuloskeletal dan pernapasan pada pekerja di Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Regional, 8(2), 88-96.
Putra, A., & Yuliana, S. (2024). Risiko kesehatan pekerja nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Kesehatan Andalas, 13(1), 45-53.
Putri, A., & Nugroho, W. (2022). Personal hygiene dan pencegahan penyakit akibat kerja pada nelayan. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 10(2), 78–85.
Rahman, A., Susilo, H., & Pratama, R. (2023). Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada nelayan tradisional di Kabupaten Indramayu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 87–96.
Rahman, F., Sari, M., & Wibowo, T. (2023). Pengaruh perilaku pekerja terhadap kejadian penyakit akibat kerja di sektor manufaktur. Jurnal K3 Indonesia, 10(3), 100-110.
Rahman, F., Sari, M., & Wibowo, T. (2023). Risiko dan pencegahan penyakit kulit pada nelayan pukat di pesisir Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 11(1), 33-42.
Rahmawati, D., & Andriani, S. (2023). Personal Hygiene Practices and Their Impact on Skin Health Among Coastal Fishermen Communities. International Journal of Public Health and Clinical Research, 7(4), 88–96.
Sari, D. (2021). Hubungan personal hygiene dan penggunaan APD dengan keluhan penyakit kulit pada nelayan di Desa Pasar Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 9(1), 55–64.
Sari, D., Hidayat, R., & Putri, L. (2023). Diagnosis dan penanganan penyakit akibat kerja di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), 150-160.
Septiani, L., Yusri, R., & Ernawati, D. (2023). Hubungan Personal Hygiene dengan Keluhan Penyakit Kulit pada Nelayan Tradisional di Pesisir Sumatera Barat. Jurnal Sehat Mandiri, 18(1), 12–20.
Sirait, R. A., & Samura, Z. A. P. (2021). Penyuluhan Kesehatan Tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri Untuk Mencegah Penyakit Dermatitis Pada Nelayan. Jurnal Pengmas Kestra (Jpk), 1(1), 53–59. https://doi.org/10.35451/jpk.v1i1.720
Sutanto, E., & Lestari, D. (2025). Epidemiologi penyakit akibat kerja: Interaksi host-agent-environment. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Kerja, 11(1), 12-22.
Wibisono, G. N., Kawatu, P. A. ., & Kolibu, F. K. (2018). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Timbulnya Gangguan Kulit pada Nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Jurnal Kesmas, 7(5), 1–9.
Widyanti, Nia. 2024. Diagnosis Penyakit Akibat Kerja
Wijaya, H., & Hartono, S. (2023). Faktor psikososial dan ergonomi dalam penyakit akibat kerja. Jurnal Ergonomi dan Kesehatan Kerja, 7(1), 25-33.
World Health Organization. (2023). Occupational health: Preventing disease and injury from work. WHO Journal of Occupational Health, 45(1), 12-20.
World Health Organization. (2023). Occupational skin diseases in the fisheries sector: A global perspective. Journal of Occupational Health, 65(1), 45-53.
Yuliani, N., & Syafrizal, A. (2025). Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Hubungannya dengan Keluhan Penyakit Kulit pada Nelayan Pesisir di Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Kesmas Indonesia, 19(1), 55–64.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Khaira Ilma, Indah Rahayu, Rahmiwati Rahmiwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















