Edukasi Terapi Komplementer Kunyit Asam terhadap Keluhan Haid Tidak Teratur pada Akseptor KB Hormonal di Desa Matali Baru
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.898Keywords:
KB hormonal, efek samping, kunyit asam, edukasi, terapi komplementerAbstract
Penggunaan alat kontrasepsi hormonal merupakan metode yang paling banyak digunakan oleh wanita usia subur di Desa Matali Baru Kecamatan Lolayan. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah haid tidak teratur, perubahan berat badan, serta perubahan mood. Kurangnya pemahaman akseptor mengenai efek samping KB hormonal menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran, bahkan menimbulkan keinginan untuk menghentikan penggunaan KB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akseptor KB mengenai efek samping KB hormonal dan memperkenalkan minuman herbal kunyit asam sebagai komplementer alami untuk membantu melancarkan haid. Metode kegiatan meliputi kunjungan rumah, penyuluhan, pembagian leaflet, diskusi, dan pemberian minuman herbal kunyit asam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman akseptor KB tentang efek samping KB hormonal serta adanya respon positif masyarakat terhadap penggunaan kunyit asam sebagai komplementer.
References
Adriani, M. (2022). Peran kunyit asam sebagai terapi komplementer pada ketidakseimbangan hormon estrogen. Jurnal Endokrinologi Herbal, 3(1), 55–63.
Anggraini, M. (2024). Penerapan edukasi herbal komplementer dalam menurunkan keluhan akseptor KB. Jurnal Pengabdian dan Promosi Kesehatan, 2(1), 15–26.
Astuti, N. (2021). Efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal pada akseptor KB suntik di puskesmas. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(2), 115–122.
Aulia, S. (2023). Khasiat Curcuma domestica pada gangguan menstruasi akibat ketidakseimbangan hormon. Jurnal Biomedik Herbal, 8(1), 14–22.
Fatmawati, L. (2020). Efektivitas minuman kunyit asam dalam melancarkan menstruasi. Journal of Herbal Nursing, 3(2), 76–85.
Fatmawati, L., Syaiful, Y., & Nikmah, K. (n.d.). Kunyit asam (Curcuma domestica Val) menurunkan intensitas nyeri haid. Journals of Ners Community, 11(1).
Handayani, D. (2019). Kandungan kurkumin dan manfaatnya untuk keseimbangan hormon wanita. Jurnal Fitokimia Kesehatan, 4(3), 99–108.
Herawati, L. (2021). Pola gangguan menstruasi pada pengguna KB suntik: Studi lapangan di wilayah pedesaan. Jurnal Medika Reproduksi, 7(2), 120–127.
Maharani, P. (2022). Minuman herbal kunyit asam dalam menunjang kesehatan hormonal wanita. Jurnal Kesehatan Alternatif dan Tradisional, 7(1), 54–62.
Mariani, S. (2020). Edukasi berbasis konseling bidan untuk mengurangi kekhawatiran efek samping KB hormonal. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(1), 33–41.
Nirmala, D. (2020). Penggunaan tanaman berbasis kurkumin untuk mengatasi ketidakteraturan haid. Jurnal Fitokimia Klinik, 3(2), 60–68.
Ramadhani, N. (2023). Pengaruh anti-inflamasi kunyit terhadap regulasi prostaglandin menstruasi. Jurnal Sains Kesehatan Indonesia, 12(1), 71–79.
Rosmala, T. (2021). Pengaruh minuman kunyit asam terhadap regulasi hormon reproduksi. Jurnal Biomedis Herbal, 9(1), 41–49.
Safitri, M. (2018). Efektivitas minuman kunyit asam dalam penurunan skala nyeri haid. Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan, 11(2), 47–53.
Sulastri, D. (2018). Penggunaan obat tradisional dalam mengatasi gangguan haid. Jurnal Kebidanan Terapan, 6(1), 12–19.
Susilowati, A. (2023). Pemberdayaan akseptor KB melalui edukasi terstruktur tentang efek samping KB hormonal. Jurnal Kebidanan Komunitas, 8(1), 12–20.
Syafitri, L. (2019). Efektivitas kunyit asam dalam menurunkan keluhan menstruasi tidak teratur. Jurnal Kesehatan Wanita, 4(3), 120–128.
Widodo, A. (2017). Aktivitas fitokimia Curcuma domestica terhadap sistem endokrin. Jurnal Herbal dan Tanaman Obat, 5(2), 88–95.
Wijayanti, D., & Ambarwati, N. (2019). Penggunaan terapi komplementer herbal dalam kesehatan reproduksi wanita. Jurnal Herbal dan Fitoterapi, 2(1), 21–27.
Yuliani, R. (2021). Pengaruh seduhan kunyit terhadap perbaikan siklus menstruasi. Jurnal Fitoterapi Indonesia, 6(1), 14–22
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alhidayah R Mallorong, Revalna Potabuga, Nur Aini Yuniarti Abdullah, Leony Safitri Mamonto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















