Inventarisasi Budaya Lokal Berbasis Quick Response Code di Waduk Cacaban Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.932Keywords:
Digitalisasi Budaya, QR Code, Waduk CacabanAbstract
Era digitalisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan Praktikum dengan tema Inventarisasi Budaya Lokal Berbasis QR Code yang dilaksanakan di Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Program ini bertujuan mendokumentasikan dan mendigitalisasi warisan budaya, khususnya tradisi Sedekah Bumi dan sejarah Waduk Cacaban, agar dapat diakses secara mudah melalui teknologi QR Code yang terhubung dengan laman digital. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat dalam proses pengumpulan data, penyusunan narasi, serta pembuatan media digital. Hasil kegiatan berupa website berisi informasi budaya lokal yang dapat diakses publik melalui QR Code yang dipasang di Balai Desa. Implementasi program ini tidak hanya mempermudah akses informasi budaya, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian kearifan lokal di tengah arus globalisasi. Selain itu, program ini memberikan manfaat edukatif dan ekonomi melalui penguatan identitas budaya serta potensi wisata berbasis teknologi. Dengan demikian, digitalisasi budaya melalui QR Code menjadi langkah inovatif untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal dan memperkenalkannya kepada generasi muda maupun wisatawan.
References
Agus Diana, B., & Sari, J. A. (2024). Digitalisasi terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat. 9(2), 88–96.
Agustinova, D. E. (2022). Strategy for Maintaining Cultural Heritage Objectives. ISTORIA: Jurnal Pendidikan Dan Sejarah, 18(2), 60–68.
Ardika, I. W. (2019). Pusaka Budaya dan Pariwisata: Refleksi dan Harapan di Tengah Dinamika Perubahan. Denpasar: Udayana University Press.
Bungin, B. (2020). Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi: Format-format Kuantitatif dan Kualitatif Untuk Studi Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen, dan Pemasaran Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Dwihantoro, P., Susanti, D., Sukmasetya, P., & Faizah, R. (2022). Digitalisasi Kesenian Njanen: Strategi Pelestarian Kebudayaan Melalui Platform Sosial Media. Madaniya, 4(1), 156–164.
Freire, P. (2005). Pendidikan Kaum Tertindas (Terj. Utomo Dananjaya). Jakarta: LP3ES.
Haryono, T. (2018). Pelestarian Budaya Lokal di Era Digital. Yogyakarta: Ombak.
Heldi, M., Harahap, M. A., Haikal, M., Adib, M., Usior, C. K., Andrian, J., Zalini, N., & Alqudsi, S. N. (2025). Digitalisasi Cagar Budaya Pulau Penyengat Berbasis Kode QR. 5(2).
Ichwanda, R. Y., Bukhori, M., & Karnawati, T. A. (2023). Jurnal Ilmiah Riset Aplikasi Manajemen ( JIRAM ). Jurnal Ilmiah Riset Aplikasi Manajemen(JIRAM), 1(1), 1–9.
Juli, V. N., & Karya, D. M. (2023). DIGITALISASI SEBAGAI SARANA PELESTARIAN KEBUDAYAAN LOKAL. 1(2), 25–28.
Maulana, D. F., & Hermansah, T. (2021). Pemberdayaan Berbasis Pariwisata Melalui Homestay Di Desa Wisata Batulayang Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Jawa Barat. Jurnal Kommunity Online, 2(1), 21–32. https://doi.org/10.15408/jko.v2i1.21889
Mertha, I. M. B., Adi Jaya, I. K. N., & Adi Wardana, I. P. M. (2024). Pemanfaatan Qr-Code Sebagai Media Digital Tatatertib Studi Kasus Di Pura Penataran Agung Gunung Rinjani. RESI : Jurnal Riset Sistem Informasi, 2(2), 189–194. https://doi.org/10.32795/resi.v2i2.4104
Musadad, N. A., Brata, Y. R., & Budiman, A. (2023). Nilai Nilai Kearifan Lokal Kesenian Sintren Di Desa Jadikarya Keamatan Langkap Lancar Kabupaten Pangandaran. J-KIP (Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), 4(1), 101. https://doi.org/10.25157/j-kip.v4i1.8871
Nurhidayah, A., Khadijah, U. L. S., & CMS, S. (2024). Upaya Pelestarian Budaya Lokal Upacara Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung Melalui Kegiatan Dokumentasi Budaya. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(04), 39–48. https://doi.org/10.56127/jukim.v3i04.1410
Rahmawati, M., Subroto, W., & Mardiani, F. (2025). Strategi Edukasi Cagar Budaya Kota Banjarmasin Melalui Digitalisasi Berbasis Flipbook. Jurnal Artefak, 12(1), 17. https://doi.org/10.25157/ja.v12i1.17825
Revianur, A. (2020). Digitalisasi Cagar Budaya di Indonesia: Sudut Pandang Baru Pelestarian Cagar Budaya Masa Hindu-Buddha di Kabupaten Semarang. Bakti Budaya, 3(1), 90. https://doi.org/10.22146/bb.55505
Sari, T. Y., Kurnia, H., Khasanah, I. L., & Ningtyas, D. N. (2022). Membangun Identitas Lokal Dalam Era Globalisasi Untuk Melestarikan Budaya dan Tradisi Yang Terancam Punah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 2(2), 76–84. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v2i2.1842
Soetomo. (2015). Pemberdayaan Masyarakat: Mungkinkah Tumbuh Dari Bawah? Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Utami, D. N., & Prabowo, A. (2020). Pemanfaatan QR Code sebagai Media Informasi Digital dalam Pelestarian Warisan Budaya. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 9(1), 33-41.
Widiatmaka, P. (2022). Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 2(2), 136–148. https://doi.org/10.52738/pjk.v2i2.84
Zoya, R. A., Ramadon, R., & Noviarita, H. (2024). PT. Media Akademik Publisher Dampak Globalisasi Terhadap Budaya Lokal Di Indonesia Oleh. Jma), 2(12), 3031–5220.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Afri Syaharani, Fhida Nabila Soliha, Ni’mah Fajriatul Nabila, Dendi Anugrah Pratama, Al Fuji Istiqomah, Muhammad Thariq Aziz, Muhammad Taufiq, Tantan Hermansah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















