Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya): Penguatan Peran Posyandu Remaja di Puskesmas Andeo

Authors

  • Nurul Asma STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Cipta Pramana STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
  • Mia Dwi Agustiani STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.998

Keywords:

Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pernikahan dini, Remaja, Posyandu Remaja, CERDAS

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung upaya pencegahan pernikahan dini melalui penguatan peran Posyandu Remaja di wilayah kerja Puskesmas Andeo, Kabupaten Konawe Utara. Intervensi dilakukan melalui Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait risiko pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Pelaksanaan dilakukan dalam dua pertemuan berjarak satu bulan melalui edukasi interaktif, pelatihan kader sebaya (peer educator), aktivitas partisipatif, serta monitoring melalui grup WhatsApp untuk memperkuat pendampingan dan keberlanjutan proses belajar. Evaluasi keberhasilan program tidak hanya mengukur aspek kognitif (pengetahuan), tetapi juga domain afektif (sikap) dan psikomotor/konatif (perilaku). Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan bermakna: rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 5,20 menjadi 8,37, sikap bergeser dari mayoritas netral menjadi 100% positif dan sangat positif, serta perilaku pencegahan pernikahan dini meningkat dari 16,7% menjadi 66,7% kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan dua sesi berinterval dengan dukungan pemantauan daring efektif dalam mendorong internalisasi konsep, perubahan sikap, dan adopsi perilaku preventif. Program menghasilkan Buku Panduan Posyandu Remaja CERDAS sebagai luaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh Puskesmas dan kader.

 

References

Aini, F., & Dewi, R. (2021). Edukasi berbasis audiovisual untuk peningkatan literasi kesehatan reproduksi remaja di komunitas sekolah. Jurnal Pengabdian Kesehatan Reproduksi, 5(2), 45–52.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2023). Laporan Kinerja Program Bangga Kencana 2023. Jakarta: BKKBN.

Badan Pusat Statistik. (2024). Profil Statistik Daerah Kabupaten Konawe Utara 2024. Kendari: Badan Pusat Statistik Kabupaten Konawe Utara.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Pernikahan Usia Anak 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Bandura, A. (2004). Health promotion by social cognitive means. Health Education & Behavior, 31(2), 143–164.

Cepeda, N. J., Pashler, H., Vul, E., Wixted, J. T., & Rohrer, D. (2006). Distributed practice in learning: A review and quantitative synthesis. Psychological Bulletin, 132(3), 354–380.

Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara. (2024). Profil Kesehatan Daerah Konawe Utara Tahun 2024. Konawe Utara: Dinas Kesehatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara. (2025). Laporan Tahunan Puskesmas Andeo 2025. Konawe Utara: Dinas Kesehatan.

Field, A. (2020). Discovering Statistics Using SPSS (5th ed.). Sage Publications.

Fitriana, A., & Lestari, S. (2021). Pemberdayaan remaja melalui posyandu remaja dalam pencegahan pernikahan dini. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 3(2), 85–92.

Handayani, T., & Wulandari, D. (2022). Penguatan peran kader remaja dalam upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(1), 23–31.

Hapsari, D., & Aminah, S. (2021). Pemberdayaan remaja melalui pendekatan komunitas dalam pencegahan perilaku berisiko. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(3), 215–224.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelaksanaan Posyandu Remaja. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

Lestari, D., Putu, S., & Wulandari, N. (2022). Hubungan tingkat pendidikan dengan pemahaman kesehatan reproduksi remaja di wilayah pedesaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kebidanan, 4(1), 33–40.

Mardhiyah, U., & Putri, A. (2022). Efektivitas program edukasi kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(1), 51–60.

Ningsih, R., & Dewi, P. (2021). Pengembangan media edukasi kesehatan berbasis komunitas remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(3), 245–252.

Pallant, J. (2020). SPSS Survival Manual (8th ed.). McGraw-Hill Education.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2022). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Rahman, H., & Yuliana, E. (2020). Strategi komunikasi kesehatan dalam promosi kesehatan remaja di era digital. Jurnal Promosi Kesehatan, 8(1), 14–22.

Rahmawati, Y., & Suryani, E. (2021). The effectiveness of adolescent peer educator training in promoting reproductive health. International Journal of Community Health, 5(2), 77–84.

Rahmawati, T., & Handayani, S. (2021). Penguatan sikap remaja melalui edukasi kesehatan reproduksi untuk mencegah pernikahan usia dini. Jurnal Pengembangan Intervensi Kesehatan Remaja, 3(1), 21–28.

Roediger, H. L., & Karpicke, J. D. (2006). The power of testing memory: Basic research and implications for educational practice. Perspectives on Psychological Science, 1(3), 181–210.

Santoso, R., & Widodo, M. (2023). Evaluating youth-friendly health services in Indonesia: A qualitative study. Journal of Public Health Research, 12(4), 210–222.

Sari, W., Pratiwi, R., & Nirmala, I. (2020). Implementasi model edukasi interaktif pada peningkatan sikap remaja mengenai kesiapan reproduksi. Jurnal Edukasi dan Konseling Kesehatan, 8(1), 51–59.

Sari, D. P., & Handayani, R. (2023). Peningkatan kapasitas kader sebaya dalam edukasi kesehatan remaja di posyandu. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 54–63.

Sugiyono. (2021). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Oktaviani, M., & Nurhayati, S. (2021). Pendampingan kader sebaya dalam upaya pencegahan pernikahan dini melalui pendekatan posyandu remaja. Jurnal Promosi Kesehatan Komunitas, 6(3), 112–118.

UNICEF Indonesia. (2023). Child Marriage in Indonesia: Trends and Challenges. Jakarta: UNICEF.

World Health Organization. (2022). Adolescent Health: Key Facts. Geneva: WHO.

World Health Organization (WHO). (2022). Community-based health promotion and adolescent reproductive health guidance. Geneva: WHO Press.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Asma, N., Pramana, C., & Agustiani, M. D. (2026). Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya): Penguatan Peran Posyandu Remaja di Puskesmas Andeo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 3230–3237. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.998
Abstract Views: 19 Times || PDF Download : 17 Times