Sinergi Tiga Pilar (Sekolah, Keluarga, Kepolisian) dalam Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja yang Tergabung dalam Geng di UPT SMP Negeri 2 Pasuruan
DOI:
https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i4.1270Keywords:
Sinergi Tiga Pilar, Upaya pencegahan, Kenakalan Remaja, GengAbstract
Kenakalan remaja yang terorganisir dalam bentuk geng menjadi masalah serius di UPT SMP Negeri 2 Pasuruan. Sebanyak 50 siswa terindikasi tergabung dalam geng, didorong oleh lemahnya pengawasan keluarga, sekolah, dan kurangnya peran preventif kepolisian. Penanganan parsial oleh sekolah dinilai tidak efektif, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan kepolisian. Kajian Praktik lapangan ini bertujuan : (1) Meningkatkan pengetahuan siswa dan orang tua tentang bahaya kenakalan remaja (2) Mengembangkan kerja sama sinergi dalam pembinaan peningkatan karakter siswa (3) Membentuk forum komunikasi 3 pilar dalam pemantauan berkelanjutan Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk kegiatan tatap muka meliputi: (1) sosialisasi dan pembinaan siswa oleh kepolisian dan penyuluh agama, (2) workshop pola asuh positif (parenting class) bagi orang tua, (3) pembuatan konten edukasi oleh siswa, serta (4) pembentukan forum komunikasi tiga pilar. Terjadi peningkatan pemahaman siswa tentang bahaya kenakalan remaja dari 77,3% (pretest) menjadi 82,2% (posttest). Orang tua menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pola asuh positif dan komunikasi efektif. Terbentuknya Tim Konseling Terpadu dan Forum Komunikasi Tiga Pilar sebagai wadah sinergi berkelanjutan. Sinergi tiga pilar (sekolah, keluarga, kepolisian) efektif dalam meningkatkan pemahaman, membangun kerja sama, dan menciptakan sistem pemantauan berkelanjutan untuk mencegah kenakalan remaja berbasis geng.
References
Afandi, A., Laily, N., Wahyudi, N., Umam, M. H., Kambau, R. A., Rahman, S. A., ... & Wahyudi, J. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.
Arifudin, O. (2022). Perkembangan peserta didik (tinjauan teori-teori dan praktis). Bandung: Widina Bhakti Persada.
Athifah Lajain, S. (2025). Peran Kepolisian dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja (Studi Kasus Wilayah Kepolisian Kota Cimahi). Universitas Pendidikan Indonesia.
Chairiyah, R., RA, M. Y., & Gustina, I. (2024). Membangun KarakterUntuk Mengatasi Kenakalan Remaja Melalui Pendidikan Dengan Pendekatan Teori Ekologi Bronfenbrenner. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 6, 50–58.
Hariani, L. S., Andayani, E., & Ain, N. (2023). Pelatihan dan Pendampingan Menyusun Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka bagi Guru. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 54-60.
Hirschi, T. (2021). Teori Kontrol Sosial (Edisi Revisi). Penerbit Akademi.
Irawati, G. S., Hidaya, W. A., & Mahmudah, M. (2024). Peran Kepolisian Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Tindak Pidana Tawuran Yang Dilakukan Oleh Anak. Judge: Jurnal Hukum, 5(02), 339-345.
Jannah, A., dkk. (2021). Peran Keluarga Dalam Mengatasi KenakalanRemaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam.
Kartono, Kartini. (Edisi Revisi/Terbaru 2021-2025). Patologi Sosial 2:Kenakalan Remaja. RajaGrafindo Persada.
Mulyadi, M. (2011). Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Pemikiran Dasar Menggabungkannya Mohammad Mulyadi. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 15(1), 127–138.
Nurjanah, S., & Rahmawati, D. (2023). Efektivitas Kelas Parenting dalam Meningkatkan Kontrol Orang Tua terhadap Perilaku Menyimpang Remaja. Jurnal Psikologi Keluarga, 11(2), 88-102.
Permatasari, R. F., Dewi, D. K., & Rusdi, H. H. (2024). Positive Parenting Dalam Mendidik Anak Masa Kini Perspektif Quraish Shihab. Cons-Iedu, 4(1), 139-146. DOI:10.51192/cons.v4i1.783.
Pranoto, Y. K. S., Khamidun, K., & Rosaria, R. (2018, January). Mendidik Generasi Z: MODEL Pengasuhan Positif Melalui Kelas Online. In Seminar Nasional Bimbingan Konseling 2017.
Pratama, R. B., & Wijaya, H. (2025). Transformasi Peran Bhabinkamtibmas sebagai Konselor Kamtibmas di Lingkungan Pendidikan. Jurnal Keamanan Masyarakat, 7(3), 145-159.
Purnomo, H. (2025). Peran Strategis Polri dalam Mencegah Kenakalan Remaja: Dir Binmas Polda Sumsel Tekankan Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Lingkungan. Tribratanews Sumatera Selatan.
Santrock, J. W. (2025). Perkembangan Remaja. Edisi ke-15. Erlangga.
Setyowati. (2021). Anak-anak Memerlukan Bimbingan dari Keluarga, Komunitas, sekolah, dan Pemerintah agar Dapat Berkembang dengan Baik dan Bertindak Sesuai dengan Norma Sosial.
Siswanto, N. D. W. (2024). Pentingnya edukasi orangtua dan masyarakat terhadap kenakalan remaja saat ini. Maliki Interdisciplinary Journal, 2(12), 1050-1056.
Soetomo, K. M. M. K. M. (2012). Untuk Berkembang Secara Mandiri. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.
Wardani, I. S., Formen, A., & Mulawarman, M. (2020). Perbandingan Konsepsi Thomas Lickona dan Ki Hadjar Dewantara dalam Nilai Karakter Pada Ranah Pendidikan Anak Usia Dini Serta Relevansinya di Era Globalisasi. In Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (Vol. 3, No. 1, pp. 459-470).
Zein, A., & Siregar, B. (2024). Peran Keluarga dalam Pencegahan Kenakalan Remaja. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 45-60
Zulkifli, Z., & Setiawan, A. (2024). Kolaborasi Stakeholder dalam Penanggulangan Kenakalan Remaja di Lingkungan Sekolah. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 13(1), 22-35. (Fokus pada pentingnya koordinasi antar lembaga).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Etik Wahyuni, Fitria Nilawati, Any Widayati, Yudha Andi Wibawa, Lilik Sri Hariani, Yuli Ifana Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















