Pemberdayaan Mayarakat Melalui Pembuatan Keripik Nasi Tempe All Season di Desa Bonea Timur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar

Authors

  • Andi Batary Citta STIM Lasharan Jaya Makassar, Indonesia
  • Hernita STIM Lasharan Jaya Makassar, Indonesia
  • Hikmah STIM Lasharan Jaya Makassar, Indonesia
  • Mukhtar Ghalib STIM Lasharan Jaya Makassar, Indonesia
  • Arief Mashuri STIM Lasharan Jaya Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58266/jpmb.v1i2.26

Keywords:

Pemberdayaan, pembuatan kripik, Nilai jual

Abstract

Salah satu desa yang berada di ujung Timur Kepulauan Selayar adalah Desa Bonea Timur. Desa tersebut merupakan desa yang berada di daerah ketinggian yang dikelilingi pegunungan akan tetapi juga dekat dengan daerah pesisir, dimana jarak tempuh kurang lebih 30 menit. Sehingga di desa ini juga mudah mendapatkan hasil laut seperti ikan. Desa Bonea Timur memiliki cuaca yang tidak menentu kadang terik,hujan dan tiba-tiba berkabut. Berdasarkan cuaca tersebut, sehingga pengabdi ingin membantu masyarakat setempat untuk lebih produktif dalam mengolah bahan pangan seperti pembuatan keripiki nasi tempe tanpa dijemur, mengingat cuaca yanag tidak menentu di desa tersebut. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah praktek pembuatan ‘’Keripik nasi tempe all season’’. Maksud dari pembuatan keripik ini adalah untuk: (1) menambah pengetahuan warga setempat untuk mengolah nasi yang mungkin tersisa (2) agar warga setempat mengetahui cara lain dalam pengolahan tempe serta (3) yang terpenting adalah warga dapat menjadikan keripik nasi tempe all season sebagai pendapatan tambahan karena memiliki nilai jual. Sasaran pengolahan nasi tempe all season dihadiri oleh empat dusun yakni; dusun Lembang Bau, dusun Buki-buki Utara, Buki-buki Selatan dan Bissorang. Kegiatan pembuatan keripik nasi tempe ini dibantu oleh beberapa mahasiswa dari STIM Lasaran Jaya mengingat banyaknya masyarakat yang hadir dan ingin didampingi pada kegiatan tersebut.

References

Adi (2013), Model Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Berbasis Kearifan Lokal Untuk Memacu Daya Tarik Wisata Budaya - Sejarah: Kasus di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Laporan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi Tahun Pertama, Dikti.

Edi, S. (2005) Membangun Masyarakat Memberdayakan rakyat,. Bandung: PT. Rafika Aditama.

Ferdian, A. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Melalui Pengembangan Usaha Kecil Menengah Oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian Dan UKM Di Desa Pompaniki. Journal I La Galigo: Public Administration Journal, 2(1), 60-66.

Kosasih. A (2014) “Format Otonomi Desa Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa,” Al Imarah: Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam, (6).

Sumaryadi, I. N. (2005) Efektivitas implementasi kebijakan otonomi daerah. Citra Utama.

Widjaja, H. A. W. (2003). Otonomi Desa: merupakan otonomi yang asli, bulat dan utuh. PT. RajaGrafindon Persada.

Downloads

Published

2022-11-30

How to Cite

Citta, A. B., Hernita, Hikmah, Ghalib, M., & Mashuri, A. (2022). Pemberdayaan Mayarakat Melalui Pembuatan Keripik Nasi Tempe All Season di Desa Bonea Timur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 1(2). https://doi.org/10.58266/jpmb.v1i2.26
Abstract Views: 266 Times || PDF Download : 312 Times